Investasi Stabil dan Ekspor Menguat, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Terjaga di 5 Persen

0
79
Investasi Stabil dan Ekspor Menguat, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Terjaga di 5 Persen
Investasi Stabil dan Ekspor Menguat, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Terjaga di 5 Persen (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III kembali menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merilis data terbaru yang menunjukkan perekonomian Indonesia terus berada dalam jalur positif. Pada periode tersebut, laju ekonomi tercatat tumbuh 5,04 persen. Pemerintah menyebut capaian ini sebagai bukti daya tahan ekonomi nasional di tengah gejolak global dan ketidakpastian yang masih membayangi.

Dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (20/11), Purbaya menjelaskan bahwa pola pemulihan ekonomi sejak pandemi membentuk tren yang stabil selama tiga tahun terakhir. Ia menegaskan, dari 2023 hingga 2025, laju pertumbuhan yang konsisten di kisaran lima persen menunjukkan kuatnya pondasi ekonomi domestik. “Pemulihan ini berlangsung cepat dan relatif stabil. Kondisi ini memperlihatkan resiliensi Indonesia terhadap tekanan eksternal,” ucapnya.

Jika dilihat dari komponen pengeluaran, konsumsi rumah tangga—penopang utama Produk Domestik Bruto—tumbuh 4,89 persen. Investasi atau PMTB juga naik 5,04 persen, menandakan pelaku usaha tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Pada sisi eksternal, ekspor mencatat pertumbuhan 9,91 persen dan impor tumbuh lebih rendah. Kondisi tersebut memberikan dorongan tambahan bagi performa Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III.

Belanja pemerintah turut memperkuat momentum ekonomi dengan pertumbuhan 5,49 persen pada triwulan III. Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi pada triwulan I dan II yang masih mencatatkan kontraksi. Purbaya menilai pergeseran tersebut menjadi sinyal positif karena belanja negara kembali memainkan peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi. “Belanja pemerintah yang sebelumnya menahan, kini ikut menjadi motor pendorong ekonomi. Tren ini akan terus dijaga hingga akhir tahun,” katanya.

PT Mitra Mortar indonesia

Sektor Produksi Kompak Tumbuh Positif

Dari sisi produksi, sebagian besar sektor utama mencatatkan pertumbuhan yang solid. Industri manufaktur tumbuh 5,54 persen berkat meningkatnya permintaan domestik dan ekspor. Sektor perdagangan juga bergerak positif dengan pertumbuhan 5,49 persen, sementara sektor transportasi melonjak 8,62 persen seiring naiknya distribusi barang dari pusat produksi ke berbagai wilayah. Sektor informasi dan komunikasi terus memperlihatkan ekspansi dengan pertumbuhan 9,65 persen.

Sektor konstruksi tumbuh stabil 4,2 persen, didorong percepatan pembangunan infrastruktur dalam berbagai Proyek Strategis Nasional. Kinerja pertanian pun menunjukkan lompatan besar, dari hanya 1,62 persen pada triwulan sebelumnya menjadi 4,93 persen pada triwulan III, sejalan dengan program prioritas pangan pemerintah.

Purbaya menekankan bahwa kombinasi konsumsi yang terjaga, investasi yang tetap kuat, serta ekspor yang meningkat menjadi fondasi utama Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III yang stabil. Ia menyebut kinerja positif hampir di seluruh sektor sebagai bukti pemulihan ekonomi yang semakin merata dan berkelanjutan. “Dengan mayoritas sektor berada di zona positif, perekonomian nasional semakin solid dan menunjukkan ketahanan yang kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peran APBN sangat penting dalam menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang adaptif dan responsif. Pemerintah berupaya mempercepat putaran ekonomi, memperkuat daya beli masyarakat, serta memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Selain itu, sinergi dengan otoritas moneter dan sektor keuangan lainnya terus diperkuat demi menjaga fondasi ekonomi sejalan dengan program prioritas nasional.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan