Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis Strategi Indonesia dalam Kolaborasi Ekonomi Digital Internasional: Tiga Elemen Utama yang Ditekankan

Strategi Indonesia dalam Kolaborasi Ekonomi Digital Internasional: Tiga Elemen Utama yang Ditekankan

0
Strategi Indonesia dalam Kolaborasi Ekonomi Digital Internasional: Tiga Elemen Utama yang Ditekankan (Dok Foto: Kominfo)

Prinsip inklusivitas menjadi kunci keberhasilan kemajuan ekonomi digital yang pesat untuk mengatasi permasalahan baru dan mengurangi kesenjangan. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence generatif, contohnya, dapat memberikan nilai tambah hingga USD4,4 Triliun. Namun, nilai tambah tersebut hanya akan terealisasi jika ekonomi global diatur dengan baik setiap tahunnya.

Oleh karena itu, diperlukan strategi sinergis secara global untuk menyelaraskan pertumbuhan teknologi dengan tingkat kesiapan dan kapasitas digital masing-masing negara. Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Mira Tayyiba, menekankan pentingnya menerapkan visi dan strategi ekonomi global yang inklusif dan berkelanjutan dengan tiga elemen utama.

Strategi Ekonomi Global Berkelanjutan

Pertama, sentralitas pada aspek manusia (human-centricity), yang menggarisbawahi perlunya pengembangan teknologi digital dengan memperhatikan nilai dan keberagaman manusia. Hal ini diilustrasikan dengan contoh kasus seperti mis- dan disinformasi yang dihasilkan oleh AI, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan sosio-politik.

Elemen kedua berkaitan dengan solusi kolaboratif antara negara maju dan berkembang, produsen teknologi dengan pengguna, serta perusahaan teknologi global dengan pemain industri lokal. Kolaborasi ini dianggap krusial untuk mengatasi ketidakseimbangan ekonomi yang dapat muncul akibat kemajuan teknologi.

Elemen ketiga menyoroti pentingnya memberikan kesempatan yang adil dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkembang di era digital. Upaya nyata yang perlu dilakukan melibatkan penyediaan konektivitas digital yang terjangkau, pelatihan literasi dan kecakapan digital, serta perlindungan masyarakat dari penyalahgunaan teknologi.

Sekjen Mira Tayyiba menekankan bahwa teknologi digital harus menjadi alat yang stabil untuk membawa semua pihak menuju masa depan yang lebih baik. Seluruh pemangku kepentingan sektor digital Indonesia, termasuk perwakilan dari pemerintah, berbicara dalam High Level Dialogue UNCTAD E-Commerce Week 2023 di Jenewa Swiss, menekankan perlunya strategi global untuk mencapai ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, perwakilan pemimpin dunia dalam sektor digital, seperti Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU) dan CEO Mozilla Corporation, juga turut hadir sebagai panelis dalam acara tersebut. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) menggelar dialog ini dengan tujuan menciptakan masa depan ekonomi digital dunia yang inklusif dan berkelanjutan.

Exit mobile version