Prediksi Kinerja Ekonomi Indonesia di Tahun Politik: Stabilitas dan Peningkatan Pasar Modal

0
569
stabilitas ekonomi
Prediksi Kinerja Ekonomi Indonesia di Tahun Politik: Stabilitas dan Peningkatan Pasar Modal
Pojok Bisnis

Saat memasuki tahun politik, prediksi kinerja dan stabilitas ekonomi di Indonesia menunjukkan peningkatan yang mengesankan. Data juga menunjukkan bahwa transaksi di pasar modal mengalami peningkatan yang signifikan, didorong oleh arus modal yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya menjelang pemilihan umum.

Namun, menurut penilaian dari seorang ahli politik, Burhanudin Muhtadi, pasar cenderung bersikap “wait and see” sebelum pemilu, tetapi setelah pemilu selesai, perekonomian diperkirakan akan kembali normal, tidak peduli siapa yang terpilih. Situasi pandemi yang sebelumnya merusak perekonomian juga telah berakhir, memberikan sinyal positif terutama bagi kalangan menengah ke atas yang mulai meningkatkan konsumsi mereka, terutama dalam sektor perjalanan dan kuliner. Ini diharapkan akan memberikan dorongan tambahan untuk stabilitas ekonomi.

Meskipun ada beberapa tanda perlambatan, Indonesia tetap dianggap cukup kuat dalam konteks ekonomi global dan dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, meskipun ada sentimen politik yang mendominasi. Ekonomi diperkirakan akan tumbuh positif, terutama mengingat kebijakan pemerintah saat ini yang ditujukan untuk meningkatkan popularitas Presiden Jokowi, yang akan sangat memengaruhi hasil pemilu.

“Apabila Presiden Jokowi berhasil mempertahankan stabilitas ekonomi, hal ini akan memberikan dukungan kepada calon yang memiliki hubungan dengannya. Sebaliknya, jika stabilitas ekonomi terganggu, itu akan mendukung calon yang berseberangan dengan Presiden dalam pemilu mendatang,” ungkapnya dalam diskusi yang diadakan oleh BRI Danareksa Sekuritas di Jakarta.

PT Mitra Mortar indonesia

Di sisi lain, Hans Kwee, seorang trader profesional, memperkirakan bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) akan menunjukkan tren positif selama periode pemilu.

“Ketika memasuki bulan dan tahun pelaksanaan pemilu, baik pemilu legislatif maupun pemilihan presiden, IHSG selalu menunjukkan tren positif. Fenomena ini juga disertai dengan peningkatan jumlah uang yang beredar di masyarakat, yang bisa bersumber dari berbagai program seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Program Keluarga Harapan (PKH),” demikian dijelaskan.

Dengan kondisi ini, sektor saham yang paling terdorong di Bursa Efek Indonesia adalah sektor konsumen dan sektor keuangan. Diharapkan dengan strategi yang bijak dan investasi di sektor yang tepat, kinerja investasi tahun depan dapat meningkat.

Menurut Chief Economist & Macro Strategy BRIDS, Helmy Kristanto, tren ke depan akan berfokus pada pertumbuhan ekonomi. “Dengan berlanjutnya tren disinflasi dan semakin banyak Bank Sentral yang memilih untuk tidak menaikkan suku bunga, fokus utama akan tertuju pada pertumbuhan ekonomi. Dari sisi domestik, Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun ini. Selanjutnya, periode pemilu akan mendukung konsumsi domestik, yang dalam sejarahnya cenderung positif bagi pasar ekuitas dengan masuknya investor asing,” jelas Helmy.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan