Anggaran Pendidikan Tahun 2022 Mencapai Rp542,8 triliun.

(Dok: ekon.go.id)

Bandung – Sebagai salah satu modal utama dalam mendorong pembangunan nasional, Pemerintah fokus pada peningkatan kualitas SDM. Di tahun 2022, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran di bidang pendidikan yang mencapai Rp542,8 triliun.

“Dalam RPJMN kita untuk tahun 2020-2024, berbagai kebijakan Pemerintah selalu mengedepankan pembangunan SDM yang berkualitas,” ungkap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, saat menyampaikan orasi ilmiah pada acara Sidang Terbuka Wisuda 582 Mahasiswa di Universitas Advent Indonesia, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (5/06).

Lebih lanjut, dalam menyambut era Industri 4.0 dan transformasi digital, Indonesia diprediksi membutuhkan sebanyak 9 juta orang talenta digital hingga tahun 2030. Pengembangan keterampilan digital juga diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB di tahun 2030 atau setara dengan 16% dari PDB.

Pemerintah juga telah memberikan dukungan pengembangan talenta digital melalui berbagai program diantaranya Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan tentunya program Kartu Prakerja yang membantu pengembangan keterampilan digital dari level basic hingga advance. Program Kartu Prakerja sendiri telah diberikan kepada 11,4 juta penerima di tahun 2020-2021 dan di tahun 2022 ini telah tersalurkan kepada 1,06 juta penerima.

“Program Kartu Prakerja menjadi salah satu contoh program yang dibangun secara digital yang dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia,” jelas Sesmenko Susiwijono.

Dalam kesempatan tersebut, Sesmenko Susiwijono juga menyampaikan bahwa UMKM Indonesia saat ini berjumlah sekitar 64,2 juta usaha dan memberikan kontribusi 60,51% terhadap PDB atau senilai Rp9.580 triliun. Dengan kontribusi tersebut, Pemerintah akan mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui Digitalisasi UMKM sehingga dapat meningkatkan produktivitas UMKM.

Pemerintah juga terus berusaha untuk meningkatkan dan menguatkan partisipasi UMKM Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital melalui 2 pendekatan utama yakni penguatan ekosistem UMKM/IKM melalui kemudahan perizinan dan penguatan ekosistem e- commerce, yang meliputi penciptaan iklim usaha yang sehat dan infrastruktur digital.

“Kedepannya, negara-negara berkembang tidak mau lagi hanya menjadi pasar, tapi harus menjadi pemain utama di ekonomi digital,” ujar Sesmenko Susiwijono.

Merespon dinamika pada tingkat global, Sesmenko Susiwijono menjelaskan tentang posisi strategis Indonesia dalam pemulihan ekonomi dunia. Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Presidensi G20 tahun 2022 berkesempatan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi global secara inklusif dengan menunjukkan kepemimpinan Indonesia yang mampu menjawab berbagai tantangan internasional.

Selaras dengan hal tersebut, PBB juga telah menunjuk Presiden Indonesia sebagai Champions GCRG (Global Crisis Response Group) bersama 5 kepala negara lainnya. GCRG akan bertugas mendorong konsensus global dan advokasi solusi untuk mengatasi krisis pangan, energi, dan keuangan.

“Indonesia ditunjuk mewakili G20 untuk ikut di dalam GCRG. Melalui GCRG ini, mudah- mudahan krisis global dapat kita selesaikan bersama-sama,” tutup Sesmenko Susiwijono.

Indonesia berhasil melanjutkan tren pemulihan dengan baik dimana ekonomi berhasil tumbuh 5,01% (yoy) Pada Q1-2022. Tren pemulihan tersebut dicerminkan dengan kembalinya Indonesia ke dalam kategori negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle income) sejak akhir tahun 2021. Hal tersebut seiring dengan terlihatnya tren penurunan tingkat kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan.

Artikel SebelumnyaLRT Jabodebek akan Menerapkan Sistem Pembayaran Non-Tunai
Artikel Selanjutnya12 Aktivitas agar Lebih Produktif pada Hari Senin