DPR Puji Teknologi TBBM Tanjung Gerem

0
10
Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto saat mengikuti agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke TBBM Tanjung Gerem di Cilegon, Banten, Kamis (1/4/2021).

Banten – Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto apresiasi penerapan teknologi di Terminal BBM (TBBM) Tanjung Gerem di Cilegon, Banten. Menurutnya pemanfaatan teknologi mutakhir di Tanjung Gerem sangat tepat dan diperlukan untuk memperbaiki layanan kepada masyarakat dalam hal kebutuhan BBM.

“Dengan teknologi ini dapat memastikan bahwa proses yang dilakukan berjalan dengan baik berjalan dan aman. Sehingga bisa menghindari berbagai kegiatan-kegiatan yang tidak diperkenankan oleh undang-undang dan merugikan masyarakat,” ucap Rofik saat mengikuti agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke TBBM Tanjung Gerem di Cilegon, Banten, Kamis (1/4/2021).

Tanjung Gerem adalah salah satu Terminal BBM (TBBM) yang memasok bahan bakar minyak untuk wilayah Jawa Bagian Barat dan DKI Jakarta. Rofik menilai penerapan teknologi di TBBM Tanjung Gerem sudah canggih dan bagus. Untuk itu, diharapkan TBBM Tanjung Gerem bisa menjadi percontohan bagi terminal BBM lain yang ada di Indonesia.

Politisi F-PKS itu berharap, TBBM Tanjung Gerem bisa menjadi sebuah perusahaan Pertamina yang membanggakan bagi masyarakat Indonesia, yang mampu meningkatkan pemakaian sumber daya dalam negeri, termasuk tenaga kerja dan berbagai hal yang bisa dioptimalkan dari sumber daya yang dimiliki dalam negeri.

“Harapan kami, mudah-mudahan kejadian seperti di TBBM Balongan tidak terjadi lagi di mana-mana, termasuk di Tanjung Gerem ini. Karena kejadian itu terlalu banyak yang dikorbankan, baik lingkungan, masyarakat, pasokan BBM, maupun ketahanan energi,” imbuh legislator dapil Jawa Tengah VII itu.

Komisi VII sangat concern menyoroti mitigasi bencana objek vital, salah satunya TBBM Tanjung Gerem ini. Selain itu juga fokus terhadap masalah koordinasi kemitraan kerja sama antar stakeholder, Kementerian ESDM, Pertamina, dan BPH Migas. “Mengurusi ketahanan energi bagi masyarakat itu perlu banyak pihak yang terlibat. Apalagi kaitannya dengan alokasi dan distribusi energi buat masyarakat,” pungkas Rofik.