Investasi SDM Masih Dianggap Beban oleh Kebanyakan Perusahaan

0
425
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri. (Dok. Kemenaker)

Berempat.com – Tak bisa dipungkiri bila sumber daya manusia (SDM) merupakan komponen penting bagi sebuah bangsa. Bahkan, bagi perusahaan, SDM merupakan investasi yang tak bisa dikesampingkan. Sebab mau secanggih apa pun teknologi yang digunakan, tetap saja yang menjalankan dan mengembangkan sebuah perusahaan adalah SDM.

Karena itulah, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta agar perusahaan di Indonesia melakukan investasi SDM untuk memperkuat bisnis perusahaan. Hal tersebut diminta Hanif lantaran ia menilai bila selama ini kebanyakan perusahaan menganggap investasi SDM sebagai beban. Padahal investasi SDM merupakan kunci utama untuk keberlangsungan dan kemajuan bisnis perusahaan.

“Investasi SDM dan pengembangan industri harus berjalan paralel. Investasi SDM harus kita genjot dan ekosistem ketenagakerjaan kita harus diperbaiki sehingga memungkinan orang bekerja dan perusahaan berkembang,” ujar Hanif dalam keterangan pers, Sabtu (23/6) malam.

Menurut Hanif, berbagai perusahaan di negara-negara Eropa lebih sadar akan pentingnya SDM. Sebab itu ada sekitar 70% investasi SDM dilakukan oleh dunia usaha. Hanif sendiri beranggapan bahwa Investasi SDM memang harus dipimpin oleh dunia usaha. Namun, hal berbeda terjadi di Indonesia. Di sini, menurutnya, investasi SDM masih diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah.

“Investasi SDM tidak bisa sepenuhnya hanya diserahkan kepada pemerintah. Di Eropa peran swasta dalam investasi SDM sangat besar. Pemerintah hanya memimpin dan mengawal,” tukas Hanif.

Padahal, menurut Hanif SDM harus menjadi tumpuan bangsa Indonesia untuk maju, berkembang, dan menjadi negara makmur dan berkeadilan. Dan tentu saja Indonesia tidak bisa terus menerus mengandalkan sumber daya alam (SDA) untuk berkembang mengingat SDA akan habis.

“Investasi SDM adalah kunci supaya negara dapat berkembang dengan pesat dan mampu bersaing,” tegas Hanif.

Oleh karena itu, Hanif menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melakukan investasi SDM mulai tahun 2018 dan seterusnya. Untuk itu, Hanif mengungkapkan bila mulai 2019 Presiden Joko Widodo menambahkan anggaran untuk pelatihan vokasi di Kemenaker.

Salah satu cara cepat investasi SDM, kata Hanif adalah melalui pendidikan vokasi dan pemagangan. Pelatihan vokasi dianggap sebagai jalan terobosan agar kompetensi yang dilatih bisa menyesuaikan perubahan karakter industri.

Oleh karena itu, lanjutnya, SDM dan dunia usaha harus berjalan secara berimbang dan saling mendukung. Apalagi, di era yang berubah dengan sangat cepat seperti saat ini, SDM harus disiapkan secara matang untuk menghadapi perubahan.

“Inovasi sangat penting dilakukan, sehingga para pekerja bisa mengikuti perkembangan zaman,” kata Menaker Hanif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.