Susi: 115 Perusahaan Ekspor Ikan Indonesia Bangkrut Akibat Pencurian Ikan

0
309
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (MI/Rommy Pujianto)

Berempat.com – Semenjak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berada di bawah komando Susi Pudjiastuti, kebijakan baru soal penangkapan kapal asing yang mencuri ikan di Indonesia berlaku. Secara tegas, Susi membuat aturan bahwa kapal asing yang tertangkap harus ditenggelamkan.

Menurut Susi, penenggelaman kapal harus dilakukan lantaran besarnya kerugian yang didapatkan Indonesia atas aksi pencurian ikan selama ini. Susi menjabarkan, berdasarkan data sensus pemerintah dan Bank Dunia, sejak 2003-2013 jumlah rumah tangga nelayan menyusut dari 1,6 juta menjadi 800 ribu.

Bahkan, Susi menyebutkan sebanyak 115 perusahaan ekspor perikanan Indonesia bangkrut akibat pencurian ikan yang dibiarkan selama bertahun-tahun di Indonesia.

“Membangkrutkan 115 perusahaan ekspor ikan dan udang, dalam periode yang sama (2003-2013). Tidak ada yang mengeluh, tidak ada yang bertanya, tidak ada yang komplain, tidak ada yang marah, semua diam,” ujar Susi di Kantor KKP, Jakarta, Senin (21/5).

Perusahaan ekspor bangkrut lantaran stok ikan yang merosot tajam akibat pencurian. Susi menjabarkan, stok ikan yang semula bisa mencapai 22 juta ton turun drastis menjadi 6,5 juta ton pada 2013 akibat pencurian ikan oleh kapal asing.

Susi pun menyebut, selama ini jumlah kapal asing yang mencuri di Indonesia bila dihitung bisa mencapai 7 ribu lebih. Akibatnya, Indonesia pun harus merugi selama bertahun-tahun.

“Kapal milik luar negeri nangkap ikan di Indonesia bertahun-tahun, menghilangkan 50% jumlah rumah tangga nelayan Indonesia,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.