YLKI Prediksi Tol Trans-Jawa Bisa Sebabkan Kemacetan yang Lebih Parah

0
399
Gerbang Tol Salatiga. (Dok. Trans Marga Jateng)

Berempat.com – Jalan tol yang menghubungkan wilayah barat Jawa (Merak) hingga timur Jawa (Surabaya) sudah bisa dikatakan hampir tersambung sepenuhnya. Tol dengan panjang mencapai 651 kilometer tersebut bahkan diklaim siap digunakan saat arus mudik dan balik Lebaran 2018.

Namun, hampir selesainya tol Trans-Jawa itu rupanya tak membuat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) puas. YLKI bahkan menganggap bahwa mulai beroperasinya jalan tol tersebut akan memperparah kemacetan yang lebih parah daripada sebelumnya.

“Pemudik akan bereuforia menggunakan jalan tol Trans-Jawa sebagai jalur utama, apalagi diberikan diskon tarif tol,” ujar Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam keterangan resminya, Minggu (20/5).

Karena tingginya volume kendaraan yang masuk itulah, Abdi memprediksi kemacetan di jalan tol tahun ini akan lebih parah. Selain itu, keberadaan tempat istirahat (rest area) juga akan menjadi pemicu kemacetan karena tingginya volume pemudik yang masuk. Menurut Abdi, karena itu diperlukan pengelolaan lalu lintas yang cerdas dan kreatif.

YLKI meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Korlantas Mabes Polri, pengelola tol, dan dinas perhubungan mengaudit keandalan tempat istirahat di jalan tol untuk mudik Lebaran 2018.

Berikut adalah 6 poin yang diminta oleh YLKI untuk diperhatikan:

  1. Memastikan akses air bersih cukup untuk toilet umum, khususnya toilet perempuan. Untuk menghindari antrean mengular, pengelola perlu menyediakan portabel toilet.

“Maksimum antrean di toilet perempuan seharusnya tidak lebih dari lima orang. Antrean panjang itulah yang memicu pemudik menjadi lebih lama berada di rest area,” tukas Abdi.

  1. Memastikan toilet bersih disertai keberadaan petugas jaga. Selain itu, menurut Abdi, pihak pengelola perlu menyampaikan kepada pengguna jalan Tol Trans-Jawa apakah toilet itu gratis atau berbayar.
  2. YLKI meminta disediakan musala tambahan jika diperlukan. Sebab antrean tak hanya terjadi di toilet, melainkan juga terjadi di musala atau masjid tempat istirahat.

“Hal ini juga menjadi pemicu kepadatan traffic di rest area, dan akhirnya memicu kemacetan,” katanya.

  1. YLKI juga meminta pemerintah memastikan tidak terjadi antrean panjang saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
  2. YLKI meminta perlu dilakukan sistem buka tutup di tempat istirahat di jalan tol yang sudah melebihi kapasitas.

6. Mengontrol harga makanan dan minuman warung yang ada di tempat istirahat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.