400.000 Peserta Ditargetkan Ikut Program Pemagangan Kemenaker

0
342
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat menjelaskan program pemagangan di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (16/5). (Dok. Kemenaker)

Berempat.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) saat ini bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) akan menggelar program pemagangan. Adapun program tersebut ditargetkan mampu menyerap 400.000 peserta untuk mengikuti. Untuk bisa mencapai target tersebut, Kemenaker pun akan menyiapkan 8 ribu instruktur dari kalangan industri.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan, program ini merupakan upaya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi prioritas bersama.

“Ketersediaan SDM kompeten harus link and match dengan kebutuhan dunia industri, karenanya kita menggandeng dunia industri untuk menjawab tantangan ini,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (16/5).

Hanif pun berpendapat, peran aktif dunia industri sangat penting dalam menciptakan kerja terampil. Ia pun berharap program ini dapat menekan angka pengangguran.

“Melalui pemagangan peserta dapat pengalaman kerja yang sesungguhnya, membentuk sikap, mental dan perilaku sesuai kebutuhan pasar,” tambah Hanif.

Namun, Hanif mewanti-wanti agar program ini tak mengganggu proses produksi dan kinerja perusahaan. Karena itu dibutuhkan aturan yang jelas.

Untuk program pemagangan tersebut, Kemenaker pun memfasilitasi Kongres Nasional Gerakan Nasional Indonesia Kompeten pada bulan November 2018.

“Pada pinsipnya forum ini mendukung program pemagangan pada tahun 2019, di mana semua manager HR memberi ruang untuk program pemagangan ini,” ungkap Hanif.

Inisiator Gerakan Nasional SDM Indonesia Kompeten Yunus Tryonggo menambahkan, pihaknya siap mendukung program Kemenaker. Dan untuk mencapai target Kemenaker, ia memperkirakan akan butuh 2.000 perusahaan untuk ikut serta dalam program ini.

“Kita mencoba menggerakan perusahaan di wilayah Kepulauan Riau, Jabodetabek, Bandung, Jateng, Jatim, D.I.Y, Bali dan Makassar,” ungkap Yunus.

Sementara untuk wilayah Karawang, Yunus menerangkan bahwa sudah memiliki prototype perusahaan yang sudah menciptakan role model bagi pemagangan yang bagus di perusahaan.

“Kita akan ciptakan program pemagangan seperti Toyota di Industri yang lain, sehingga mereka bisa menggerakan seluruh Industri dalam skala nasional,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.