Pascapengumuman Akusisi Grab, GO-JEK Umumkan Persiapan Ekspansi

0
379
GO-JEK. (Dok. GO-JEK)

Berempat.com – Senin lalu, (26/3) Grab secara resmi telah mengumumkan pengakuisisiannya terhadap layanan sejenis, Uber untuk kawasan ASEAN. Dengan begitu, dalam waktu dekat layanan Uber tak akan beroperasi lagi di kawasan ASEAN. Tapi, Uber tetap memiliki saham di Grab sebesar 27,5%.

Pengakuisisian Grab terhadap Uber pun otomatis mengerucutkan persaingan layanan jasa transportasi daring di Indonesia menjadi hanya dua pemain, yakni Grab dan GO-JEK. Pertanyaan pun meruap kenapa GO-JEK tak bergerak mengakuisisi Uber yang memang sudah diisukan goyah untuk kawasan ASEAN.

Jawaban pun segera diberikan dari CEO GO-JEK Nadiem Makarim melalui surat elektronik yang disebar kepada internal perusahaan. Dalam pemaparannya, alasan GO-JEK tak mengakusisi Uber karena sekarang sedang fokus untuk ekspansi di tiga negara di Asia Tenggara pada pertengahan tahun ini.

Sejauh ini, tiga negara yang sering diisukan menjadi tempat berlabuh GO-JEK selanjutnya adalah Thailand, Vietnam, dan Fillipina. Namun, Nadiem sama sekali tak menyinggung negara mana yang akan menjadi target ekspansi dalam surat elektroniknya untuk internal perusahaan itu.

Rencana ekspansi ke luar negeri pun dicuatkan lagi oleh Nadiem lantaran telah hilangnya satu pemain; Uber. Karena itu, dalam keterangannya Nadiem menilai bahwa ini adalah peluang bagi GO-JEK untuk memperluas penetrasi pasar.

“Persiapan sedang berjalan, dalam beberapa pekan, negara baru segera diumumkan. Ini akan diikuti oleh tiga negara lain di Asia Tenggara pada pertengahan tahun,” tulis Nadiem.

Realisasi ekspansi bagi GO-JEK memang bukan hal yang sulit mengingat di belakangnya terdapat penyokong dana besar seperti Google, Tencent, dan JD.ID. Para investor itu tentu akan memberikan sokongan kepada GO-JEK untuk bisa mengglobal.

Dalam suratnya, Nadiem pun meyakini perusahaannya akan menjadi fenomena global mengingat adanya dukungan dari mitra lokal dan global yang ada di belakang GO-JEK.

Sejauh ini, GO-JEK sendiri menjadi salah satu aplikasi ride-sharing yang menawarkan layanan jauh lebih lengkap dibanding Grab maupun Uber. Muncul juga rumor bahwa Nadiem hendak mengembangkan GO-PAY lebih jauh agar bisa menjadi fitur dompet virtual yang bisa diunduh di luar aplikasi GO-JEK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.