Bulog Bakal Distribusikan Beras Sachet untuk Potong Mata Rantai

0
336
Beras Bulog tiba di Pelabuhan Benoa. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Berempat.com – Kehadiran Direktur Utama baru di Perum Bulog sepertinya turut membawa hal baru. Pasalnya, Budi Waseso, sang nahkoda Bulog yang baru menyatakan akan mendisribusikan beras dengan bentuk kemasan yang berbeda, yakni beras renceng atau sachet. Tentu ini merupakan inovasi terbaru dari Bulog.

Menurut pria yang akrab disapa Buwas ini, dengan mendistribusikan beras dalam bentuk sachet dapat memotong mata rantai pendistribusian beras yang selama ini sangat panjang.

“Jadi sekarang konsep dari Bulog supaya tidak terjadi itu, barang itu langsung ke sasaran,” terang Buwas di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Rabu (9/5).

Menurut rencana mantan Kepala BNN tersebut, nantinya Bulog akan mengedarkan beras dalam bentuk sachet dengan ukuran berbeda, mulai dari 5-10 kilogram dan yang 200 kilogram. Jenis berasnya pun akan variatif dan masyarakat bisa memilih untuk membeli sesuai dengan kemampuan.

“Nah ini bisa dibeli dengan harga oleh masyarakat yang uangnya minim, hanya dengan Rp 2.000 sudah bisa makan beras dan tersedia di mana-mana,” sambung Buwas.

Buwas pun menegaskan bila saat ini pihaknya sedang menghitung semuanya. Ia pun berjanji inovasi tersebut sudah akan terealisasi dalam waktu dekat. “Dalam waktu sesingkat-singkatnya akan segera terealisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk pemasaran Buwas akan mengincar ritel milik BUMN dan umum untuk bisa menjangkau konsumen. Langkah ini juga menjadi upaya Buwas untuk menghindari permainan mafia beras di lapangan yang membuat harga beras jadi melonjak.

“Kita tidak lagi nanti akan mengeluarkan beras curah karena itu bisa nanti didistribusikan lagi ke beberapa pengecer, sehingga (sampai di) masyarakat jadi mahal. Saya menghindari juga permainan-permainan di lapangan tentang beras itu,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.