Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Sales & Marketing Kiat Suskes Membuka Usaha Pangkas Rambut

Kiat Suskes Membuka Usaha Pangkas Rambut

0
Pangkas rambut (dok bwxter barbershop)

 

Tidak semua orang memiliki keterampilan memangkas rambut. Namun, untuk dapat terjun ke usaha pangkas rambut tidak mutlak harus mengikuti kursus pangkas rambut. Belajar memangkas rambut juga dapat dilakukan secara autodidak. Namun apabila mengikuti kursus, harus siap untuk merogoh kocek ratusan ribu hingga jutaan rupiah sedangkan jika autodidak hanya berbekal kemauan dan tenaga.

Biasanya, untuk yang memilih autodidak, bahan kelinci percobaan adalah kepala/rambut dari kerabat.  Bila skill memangkas rambut sudah dimiliki, maka jangan ragu untuk membuka usaha jasa pangkas rambut. Sebab usaha ini merupakan usaha jasa yang risikonya kecil tetapi hasilnya relatif tetap.

Ruang Usaha & Peralatan.

Luas ruangan untuk gerai pangkas rambut sederhana minimal berukuran 4 x 8 meter. Luas tersebut sudah mencakup ruang tunggu dan ruang cukur. Peralatan untuk pangkas rambut terdiri dari clipper (mesin kecil untuk memotong rambut), sisir potong, pisau cukur, handuk, sikat rambut, busa, botol spray, sisir kecil, sisir besar, kuas muka, gunting pendek, dan gunting zig–zag. Semua peralatan tersebut bisa diperoleh di kawasan belakang Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Untuk clipper sebaiknya menggunakan merek Whal  keluaran  USA sebab clipper tersebut mata pisaunya terbuat dari bahan baja pilihan, sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi dan dapat digunakan dalam jangka yang panjang. Menggenai harga, biasanya dibanderol berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu. Sedangkan untuk sisirnya dibandrol dengan harga Rp 15 ribu dan gunting Rp 50 ribu-Rp 200 ribu, tergantung merek dan kualitasnya.

Sementara itu, perlengkapan usaha yang dibutuhkan adalah kursi pangkas. Kursi ini bisa dibeli di kawasan Pasar Kramat Jati atau bisa bertanya kepada orang sekitar Pasar Kramat Jati tentang Pak Uman, seorang tukang kursi pangkas. Perlengkapan lain adalah kaca, biasanya kaca dapat dibeli dengan memesan kepada toko kaca. Ukuran standarnya adalah 50 x 75 cm untuk diletakkan di depan dan belakang pelanggan. Sediakan juga meja berlaci dan kipas angin kecil.

Untuk memulai usaha ini, total biaya yang diperlukan tergantung dari peralatan dan perlengkapan usaha. Misalnya, untuk tiga kursi bisa merogoh kocek Rp 2,5 juta. Yang mahal adalah sewa tempat, biaya untuk satu tahun bisa mencapai Rp 30 juta.

Proses Pangkas Rambut.

Untuk dapat mencukur rambut dengan baik, ada baiknya mempelajari jenis–jenis rambut dan tekstur wajah. Keduanya dapat dikombinasikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Proses yang dilakukan untuk memangkas rambut pelanggan sangat sederhana. Pertama, selimuti tubuh pelanggan mulai dari leher sampai paha dengan celemek, gunanya untuk melindungi pakaian pelanggan dari rambut yang berjatuhan agar tidak menempel pada pakaian.

Kemudian basahi rambut pelanggan sedikit demi sedikit, tujuannya agar rambut tidak menjadi lepek sehingga mudah untuk ditata dan dipangkas. Tanyakan kepada pelanggan mengenai model yang diinginkan. Ketika proses potong rambut hampir selesai, tanyakan kembali apakah ada kekurangan dalam bentuk atau model yang diinginkan, lalu selesaikan. Bersihkan leher belakang pelanggan dengan menggunakan busa dan bedak. Fungsi dibedaki adalah untuk menjatuhkan rambut yang lengket, karena sisa rambut yang menempel di leher belakang tidak mudah jatuh apabila tidak menaburkan bedak.

Pelanggan.

Pelanggan yang datang terdiri dari anak–anak, dewasa hingga orangtua. Pelanggan anak–anak, biasanya datang bersama orang tuanya. Untuk menghadapi anak–anak, memerlukan kesabaran sebab terkadang anak–anak suka menangis saat dipangkas rambutnya. Akibatnya, waktu yang diperlukan untuk mencukur anak–anak lebih lama dibandingkan orang dewasa dan waktu sang pemangkas terbuang banyak.

Untuk mengatasi hal tersebut, bujuk anak–anak dengan memberikan alat pangkas seperti sikat atau sisir, bahkan kalau bisa sediakan mainan juga untuk dapat dipegang selama sedang dicukur. Biasanya, model rambut anak–anak berdasarkan kemauan orang tua, misalnya meniru bintang televisi. Tarif pangkas rambut untuk anak, rata-rata  Rp 7 ribu per kepala.

Untuk konsumen remaja biasanya sangat mengikuti tren yang sedang berkembang, karena itu disarankan juga mengikuti tren gaya rambut yang sedang populer pada remaja dengan memperhatikan gaya kebanyakan anak muda dan melihat  gaya idola remaja di televisi, menonton film Hollywood dan Mandarin atau membaca media cetak maupun elektronik sebagai bahan acuan untuk memangkas rambut.

Tarif yang dikenakan untuk orang dewasa dan orang tua sebesar Rp 8 ribu. Selain pangkas rambut, usahakan juga melayani atau merapikan kumis dan jenggot dengan harga separuh dari harga pangkas orang dewasa.

Pemasaran.

Agar dikenal konsumen, terdapat empat jurus jitu yang dapat dilakukan untuk memasarkan usaha ini. Pertama, pasang papan nama gerai. Dalam hal ini, papan nama sebaiknya dipasang di depan gerai untuk memikat pelanggan. Untuk papan namanya, beri warna yang mencolok seperti merah, biru, hijau atau kuning untuk tulisannya.

Kedua, jam buka gerai. Bagi beberapa pelanggan yang sibuk pada hari kerja, maka dengan membuka gerai pada hari Minggu, tidak hanya pegawai kantor, anak–anak sekolah pun libur sehingga membuka kesempatan untuk menjaring pelanggan lebih banyak.

Ketiga, tumbuhkan komunikasi yang aktif dengan pelanggan. Tujuannya dapat terjalin hubungan yang baik, sehingga membuat pelanggan nyaman dan datang kembali. Keempat, dirikan gerai di pinggir jalan pada daerah yang penduduknya cukup padat. Dengan penduduk yang banyak, maka kemungkinan untuk dapat mendapatkan pelanggan juga lebih besar.

 

Oleh :

Rahmat, Pelaku Usaha Pangkas Rambut

 

 

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version