Permintaan Ekspor Beras Hitam dan Beras Jepang Sangat Tinggi

0
590
Beras Jepang (dok blibli.com)

 

Beras Jepang menurut F. Rahardi, Pengamat Agribisnis sudah sejak lama dibudidayakan secara terbatas di dataran tinggi di Indonesia. Sedangkan Beras Hitam merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Beras Hitam memiliki bulir yang lonjong dengan warna gabah coklat dan daging padinya berwarna hitam pekat dan keunguan.

Dari segi rasa beras ini mirip beras merah, aromanya mirip ketan hitam dan tidak sticky (lengket). Beras Jepang lebih putih jernih dan bentuk bulat, tekstur lebih pulen dan empuk sehingga mudah digulung dibuat Sushi, kadar gulanya sangat rendah sehingga bagus untuk penderita diabetes.

Beras Hitam yang merupakan warisan nenek moyang Indonesia, sebenarnya sudah ada dari dulu dan bisa ditanam di semua daerah baik dataran rendah maupun dataran tinggi, namun tidak dibudidayakan sejak adanya program Swasembada Pangan tahun 1984. Sebab semua petani diinstruksikan untuk menanam jenis padi warna putih.  Akibat tidak dibudidayakan lagi, banyak masyarakat yang tidak mengenal Beras Hitam. Bahkan sebagian masyarakat hanya tahu bahwa Beras Hitam ini berasal dari China karena banyak dikonsumsi oleh para bangsawan bahkan Kaisar China, dan rakyat jelata tidak boleh ikut mengkonsumsinya, sehingga disebut “beras terlarang”.

Prospek dan Persaingan.

Christopher E. Jayanata, Ketua Komunitas Organik Indonesia dan pakar organik  mengatakan ke depannya produk Beras Hitam dan Jepang tetap berprospek bagus. Karena banyak masyarakat yang tadinya kelas bawah menjadi kelas menengah akibat pertumbuhan ekonomi sehingga cara pandang mereka berubah, yakni menjadi lebih memperhatikan kesehatannya dan mampu membeli produk organik.

Kedua jenis beras tersebut juga memiliki sifat cukup unik, karena hanya bisa dibudidayakan secara alami alias organik. Sebab jika dibudidayakan menggunakan pupuk atau pestisida kimia, maka tidak akan membentuk bulir. Ditambahkan Christopher bahwa pelakunya pembudidayanya masih sangat terbatas. Di mana penjual masih lebih banyak dibanding pembudidaya.

Potensi.

Menurut Christopher, manfaat Beras Hitam jauh di atas beras lainnya. Beras Hitam kaya betakaroten dan antosianin yang merupakan antioksidan. Beras ini juga rendah gula dan kaya akan serat sehat sehingga sangat cocok untuk diet. Walaupun makan sedikit tetapi cepat membuat rasa kenyang karena pengaruh seratnya. Betakaroten dan antosianin bisa menyapu bersih molekul berbahaya dalam tubuh sehingga mencegah kanker.

Menjaga  kadar gula dalam darah, khususnya bagi penderita kencing manis, pembuluh darah dan jantung. Mencegah sembelit, penyakit saluran kencing dan radang usus. Dalam hal kecantikan, beras ini bermanfaat mengembalikan keremajaan kulit, karena antosianinnya mampu meningkatkan efek vitamin C dan E. Beras ini juga meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki kerusakan sel hati dan mencegah gangguan fungsi ginjal.

Beras Jepang kaya akan antioksidan dan dikenal dapat menghaluskan kulit. Karena beras Jepang ini memiliki kandungan squalane oil yang tinggi. Squalane oil mampu mengikat  air yang tinggi pada kulit sehingga kulit menjadi lembab. Tak heran jika Beras Jepang banyak digunakan sebagai bahan baku handbody dan beberapa pelembab kecantikan/kosmetik. Di Jepang, Beras Jepang hanya dipanen setahun sekali, sedangkan di Indonesia yang beriklim tropis bisa sepanjang tahun menanam Beras Jepang sehingga petani bisa melakukan 2-3 kali panen. Keadaan tersebut membuat Indonesia berpotensi mengekspor Beras Jepang.

Pemasaran.

Beras Hitam dan Beras Jepang memiliki harga yang sangat tinggi. Misalnya Beras Hitam mencapai di atas Rp 20 ribu/kg, sedangkan Beras Jepang di atas Rp 29 ribu/kg. Dan di supermarket harganya bisa mencapai Rp 80-100 ribu. Cara mudah untuk memasarkan beras ini, terlebih dulu mengurus sertifikasi produk di Sucofindo.

Baru Anda bisa menawarkan keagenan atau jual retail. Di samping cara sederhana, seperti menyebar brosur di pasar modern dan membuat website usaha, jika ingin lebih eksis menurut Christopher, sebaiknya bergabung dengan komunitas organik. Sehingga akan banyak event dan pameran yang diselenggarakan lembaga tersebut (komunitas). Jangan lupa untuk menyasar media sosial.

Pengemasan untuk beras cukup mudah, yakni bisa menggunakan kemasan plastik ukuran 2 kg, 2.5 kg atau 5 kg yang diberi label atau dipenuhi dengan corak gambar menarik. Di kemasan cantumkan juga bukti sertifikasi organik.

Sebagai pemula, ada baiknya Anda terlebih dulu belajar dari para senior. Jika sudah mempelajarinya, cobalah dalam skala bisnis. Misalnya dengan menyewa lahan 1 hektar untuk membudidayakan Beras Hitam atau Beras Jepang. Dengan cara ini modal yang Anda perlukan tidak perlu terlalu besar. Jumlah benih yang dibutuhkan juga tidak perlu banyak, misalnya jika dengan teknik SRI (System of Rice Intensification), yakni hanya menanam satu bibit per lubang tanam hanya membutuhkan 7-10 kg benih per hektar.

Dengan harga yang lebih tinggi dari beras biasa, tentu saja Beras Hitam dan Jepang akan lebih menguntungkan. Mengingat para pelaku tidak perlu lagi membeli pupuk atau pestisida kimia yang harganya sangat melambung tinggi. Seperti yang dialami Rizky Ardi Nugroho dan Danang Pamungkas yang memperoleh keuntungan sebesar 30%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.