Prospek Usaha Flower Crown

0
257
Crown flower (dok dhresource.com)

Tak bisa dimungkiri, produk aksesoris wanita tidak pernah mati karena selalu ada saja produk terbaru yang dikeluarkan pelaku usaha seiring dengan perkembangan fesyen di kalangan anak muda. Banyak aksesoris wanita yang hadir yang merupakan kreasi baru atau pun modifikasi dari produk fesyen yang sudah ada sebelumnya.

Seperti produk flower crown ini, bisa dibilang merupakan pengembangan dari produk bandana yang sudah sejak dulu di kenal masyarakat luas. Sesuai dengan namanya, flower crown dibentuk dari kumpulan/rangkaian bunga sintetis beraneka warna yang berbentuk seperti mahkota sehingga kelihatan feminin, unik dan lucu.

Dengan bentuknya tersebut, flower crown merupakan pilihan wanita muda sebagai salah satu aksesori yang digunakan dalam berbagai kegiatan seperti pada saat jalan-jalan di mall, pesta perkawinan, pesta Ultah dan lainnya.

Sebagai salah satu produk fesyen yang sedang tren, banyak pelaku usaha yang melirik flower crown sebagai produk andalan. Sebenarnya dalam membuat dan memulai usaha flower crown ini tidaklah sulit serta tidak membutuhkan modal yang sangat besar.

Bicara mengenai modal awal, semua tergantung dari kapasitas produksi awal yang ingin dibuat. Untuk memulai dengan skala kecil, modal yang dibutuhkan sekitar Rp 100 ribu. Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai bahan baku dan perlengkapan seperti bunga kuncup sintetis, bunga mawar sintetis, bunga matahari sintetis, kawat stoking, kawat kecil, selotip dan sintetis rantai tembaga, aksesori liontin dan lain sebagainya. Dengan modal tersebut bisa mendapatkan sekitar 10 buah flower crown dengan keuntungan bersih yang didapatkan hampir 50 persen dari harga jual.

Produk dan Harga

Flower crown dibuat dengan mengandalkan keterampilan pelaku usaha dalam merangkai bunga sintetis sehingga berbentuk seperti mahkota. Ada beberapa model flower crown yang ditawarkan misalnya model bunga jarang, model bunga renggang, model bunga full, model bunga seling, dan model bunga two ini one (terdapat 2 kawat untuk bagian atas dan bawah).

Sedangkan harganya dibagi berdasarkan model yang dibuat seperti model bunga jarang Rp 25 ribu, model bunga renggang Rp 32 ribu, model bunga full Rp 38 ribu, model bunga seling Rp 38 ribu,  model bunga two ini one Rp 40 ribu.

Selain bentuknya yang unik, satu lagi yang membuat produk ini menjadi incaran para gadis muda sebagai salah satu aksesoris favorit ialah jumlahnya yang tidak banyak dalam satu kali produksi (limited). Dengan proses pembuatan yang dilakukan secara handmade sehingga banyak konsumen yang memesan 2-4 hari sebelumnya untuk mendapatkan produk tersebut.

Bahan Baku dan Peralatan

Proses pembuatan flower crown ini sangat sederhana namun hanya memerlukan kreativitas dalam proses pembuatannya. Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam membuat flower crown ini adalah memperapak bahan baku seperti 5-7 kuntum bunga kuncup/mawar/matahari/anyelir sintatik, kawat stoking, kawat kecil (untuk mengikat), lem tembak, dan selotip daun. Selain itu juga perlu dipersiapkan tang potong Kemudian siapkan juga peralatan seperti misalnya tang pemotong, alat ukur (meteran), dan gunting.

Semua bahan baku tersebut banyak di temukan di Pasar Pagi Asemka dan Pasar Regional Jatinegara. Harga bahan baku yang digunakan untuk membuat flowe crown ini tidaklah mahal. Bunga kuncup Rp 6 ribu/lusin, kawat stoking isi 10 seharga Rp 10 ribu, kawat kecil isi 2 seharga Rp 3 ribu, Selotip daun Rp 10 ribu/gulung.

Proses pembuatan produk ini dimulai dengan menyatukan dua buah kawat bunga sehingga berbentuk lingkaran dengan ukuran disesuaikan dengan ukuran kepala si pengguna. Setelah itu, potong tangkai bunga sintetis yang diinginkan. Ikat bunga mawar di bagian tengah menggunakan kawat bunga yang lentur. Ikat pula daun dan bunga anyelir di sepanjang kawat. Lakukan semua sampai semua bunga yang dipersiapkan (5-7 bunga) habis.

Untuk memperkuat bunga yang digunakan, bisa dilakukan dengan mengelem bunga dan daun terlebih dahulu setelah itu baru di tempelkan. Setelah semua proses selesai dilakukan, di lanjutkan dengan melapisi seluruh kawat menggunakan selotip agar lebih kuat.

Prospek dan Pemasaran

Usaha aksesoris flower crown unik ini memiliki prospek yang cerah. Dengan bentuknya yang berbeda dan berkesan feminin, membuat produk ini banyak diminati banyak kalangan wanita muda baik itu pelajar sekolah, mahasiswa bahkan hingga pekerja.

Untuk memasarkan produk flower crown ini yang paling efektif adalah dengan menawarkan kepada teman-teman terdekat baik itu di sekolah atau pun kawasan sekitar rumah. Selain itu pula bisa  mengikuti pameran di berbagai event yang  diadakan di sekolah maupun kampus atau kalangan kelas menengah ke atas. Tapi untuk mengenalkan produk ini secara luas di jejaring sosial internet seperti Facebook dan Twitter juga patut untuk dilibatkan dalam proses pemasaran yang dilakukan.

Masalah klasik yang sering muncul pada usaha kerajinan adalah bahan baku bunga sintetik yang ada di pasaran. Karena untuk membuat produk ini menggunakan bahan baku yang berkualitas maka pelaku usaha harus bisa menyiasati ketersediaan bahan baku bunga sinterik ini terutama bunga yang banyak disukai konsumen.

Produk flower crown ini akan semakin banyak diminati dengan pengembangan kreativitas yang dilakukan pelaku usaha. Selain itu, dengan terus berkreasi membuat konsumen tidak mudah bosan dengan produk yang ditawarkan karena akan selalu ada produk flower crown dengan tampilan model, motif dan bahan yang baru di pasaran.

Untuk terus mengembangkan kreasi flower crown ini bisa dilakukan dengan melihat perkembangan fashion saat ini, melalui berbagai media seperti website dan juga media global lainnya.

 

oleh: Novia Affuwani,

Pemilik Tongflix, Produsen Flower crown

Jl. Kebon Kelapa Tunggal

RT09/09 No. 2B, Utan Kayu Selatan, Jakarta Selatan

No HP: 083819859540, 08993884848

PIN BB: 29ED89FA

Twitter: @tongflix_A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.