Pemerintah kembali menyerap aspirasi pengemudi ojol sebagai bagian dari penyusunan kebijakan penguatan sektor usaha mikro. Menteri UMKM Maman Abdurrahman bertemu dengan ratusan pengemudi ojek online yang mewakili 19 komunitas mitra Gojek, Grab, dan Maxim untuk mendengar langsung pandangan mereka terkait status sebagai pengusaha mikro transportasi daring.
Dalam dialog yang berlangsung di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, mayoritas peserta menyampaikan keinginan untuk tetap berstatus sebagai pelaku usaha dibandingkan menjadi pekerja. Menurut Maman, hasil pertemuan tersebut menunjukkan bahwa aspirasi pengemudi ojol mengarah pada kebutuhan mempertahankan fleksibilitas dalam menjalankan pekerjaan sekaligus membuka peluang usaha lainnya.
Ia menilai pilihan tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih berpihak kepada pengemudi transportasi daring.
Status Pengusaha Mikro Buka Akses Program Pemberdayaan
Maman menjelaskan, status sebagai pengusaha mikro memberikan kesempatan lebih luas bagi pengemudi untuk memperoleh berbagai fasilitas yang selama ini disediakan pemerintah. Mulai dari pelatihan kewirausahaan, peningkatan kapasitas usaha, hingga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Menurutnya, aspirasi pengemudi ojol juga memperlihatkan keinginan agar ekosistem transportasi digital tidak hanya menjadi sumber pendapatan harian, tetapi juga pintu masuk membangun usaha yang lebih berkembang di masa depan.
Keberadaan platform digital dinilai memudahkan proses identifikasi usaha dan penilaian kelayakan penerima pembiayaan. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang pengemudi memperoleh modal usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pemerintah Pastikan Kebijakan Berjalan Sesuai Aturan
Dalam pertemuan tersebut, para pengemudi turut menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang menetapkan porsi pendapatan sebesar 92 persen bagi mitra pengemudi dan 8 persen sebagai komisi perusahaan aplikator. Maman menyebut aspirasi pengemudi ojol menunjukkan dukungan terhadap terciptanya ekosistem transportasi daring yang lebih adil dan berkelanjutan.
Ia juga menanggapi isu penurunan pendapatan yang sempat muncul setelah kebijakan baru diberlakukan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sepenuhnya dipengaruhi perubahan sistem komisi, melainkan juga faktor musiman seperti masa libur sekolah yang menyebabkan jumlah penumpang menurun.
Pemerintah, lanjut Maman, akan terus mengawal implementasi kebijakan tersebut agar berjalan sesuai ketentuan. Apabila ditemukan pelanggaran oleh platform digital, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah sesuai regulasi.
