UMKM Terdampak Bencana Didorong Bangkit Lewat Program UMKM Bangkit di Platform Digital

0
49
UMKM Terdampak Bencana Didorong Bangkit Lewat Program UMKM Bangkit di Platform Digital
UMKM Terdampak Bencana Didorong Bangkit Lewat Program UMKM Bangkit di Platform Digital (Dok Foto: Kementerian UMKM)
Pojok Bisnis

Upaya pemulihan ekonomi di wilayah yang dilanda bencana terus diperkuat pemerintah. Salah satu langkah terbaru dilakukan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menggandeng sejumlah platform e-commerce untuk membuka akses pasar bagi UMKM Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi UMKM Terdampak Bencana yang masih mampu berproduksi, namun mengalami hambatan pemasaran pascabencana alam.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran fitur khusus berupa landing page bertajuk UMKM Bangkit yang tersedia di sejumlah platform digital, antara lain Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, serta Lazada. Melalui kanal ini, produk-produk lokal dari wilayah terdampak dipromosikan secara khusus agar dapat menjangkau konsumen nasional.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, kehadiran layanan belanja online ini menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi daerah. Dengan mendorong masyarakat membeli produk lokal, roda perekonomian di wilayah terdampak diharapkan kembali bergerak.

“Produk-produk dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kita pasarkan melalui platform digital agar bisa dibeli masyarakat luas. Dengan begitu, ekonomi daerah yang terdampak bencana bisa kembali pulih secara bertahap,” ujar Maman di Jakarta, Senin (26/1).

PT Mitra Mortar indonesia

Maman menjelaskan, landing page UMKM Bangkit telah resmi diluncurkan oleh Shopee dan Tokopedia pada 26 Januari 2026. Sementara itu, Lazada dijadwalkan menyusul membuka fitur serupa pada 29 Januari 2026.

Data UMKM dan Tantangan Pascabencana

Berdasarkan catatan Kementerian UMKM, hingga 18 Januari 2026 terdapat sekitar 34.030 pelaku usaha di tiga provinsi yang masuk kategori UMKM Terdampak Bencana. Sebagian besar membutuhkan dukungan pembiayaan, peralatan produksi, hingga bantuan pemasaran untuk menjaga kelangsungan usaha mereka.

Dari jumlah tersebut, sekitar 3.018 UMKM tercatat mengalami kesulitan serius dalam mengakses pasar. Kondisi ini menyebabkan produk menumpuk, perputaran modal terhambat, dan aktivitas usaha tidak berjalan optimal.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian UMKM tidak hanya menghadirkan landing page UMKM Bangkit, tetapi juga memfasilitasi berbagai program pendukung. Mulai dari business matching, konsultasi pemasaran, pendampingan usaha, hingga layanan promosi produk lokal yang lebih terarah.

Produk yang ditampilkan dalam landing page UMKM Bangkit merupakan hasil kurasi dari berbagai sektor, seperti fesyen, makanan dan minuman, gaya hidup, serta kerajinan tangan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 3.321 UMKM dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah bergabung dalam program tersebut.

Peran E-Commerce dan Dukungan Jangka Panjang

Selain menyediakan etalase digital, platform e-commerce yang terlibat juga berkomitmen memberikan pelatihan bagi UMKM Terdampak Bencana. Pelatihan tersebut mencakup pengelolaan toko daring, strategi pemasaran digital, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional.

Tak hanya itu, sejumlah platform juga menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan tambahan, termasuk bantuan pembangunan fasilitas umum di wilayah terdampak sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial.

“Kita mengajak masyarakat Indonesia untuk membantu saudara-saudara di tiga provinsi ini. Caranya bukan hanya lewat donasi, tetapi juga dengan membeli produk mereka,” kata Maman.

Menurut rencana, landing page UMKM Bangkit akan berlangsung selama dua tahun. Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi daerah melalui aktivitas belanja produk lokal.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menilai inisiatif ini sebagai bentuk afirmasi pasar bagi UMKM Terdampak Bencana. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan platform digital menjadi kunci untuk membantu pelaku usaha yang masih memiliki kapasitas produksi, namun kehilangan jalur distribusi akibat bencana.

“Peluncuran landing page ini merupakan hasil kesepakatan bersama untuk mendukung promosi produk UMKM dari tiga provinsi. Pelatihan dan peningkatan kapasitas usaha juga menjadi fokus agar UMKM bisa bangkit dan lebih tangguh ke depan,” ujar Riza.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan