11 UKM Ekspor Produk Diversifikasi ke Mancanegara

0
80
Ekspor-Impor (dok setkab.go.id)

Dalam kegiatan “Pelepasan Ekspor ke Pasar Global” oleh Presiden RI Joko Widodo yang dilaksanakan pada Jumat (4/12), terdapat 11 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dengan produk hasil diversifikasi. Kegiatan pelepasan ekspor ini dilakukan secara serentak di Lamongan, Jawa Timur; Boyolali, Jawa Tengah; Sunter, DKI Jakarta, dan sejumlah kota lain yang tersebar di 16 provinsi di Indonesia.

Kesebelas UKM yang melakukan ekspor produk diversifikasi dalam kegiatan ini, di antaranya PT Panorama Laut Indah dari Nusa Tenggara Barat untuk produk tepung karagenan rumput laut, CV Nagam Rattan dari Jawa Barat untuk produk pot bunga rotan knock down, CV Cipta Abadi dari Jawa Barat untuk produk stools bar eceng gondok dan pelepah pisang, PT Indah Desain Indonesia dari Jawa Tengah untuk produk teak wood luar ruangan, CV JAMF dari Jawa Tengah untuk produk furnitur dari resin dan limbah, CV Rayung Pelangi dari Jawa Tengah untuk produk sapu rayung, CV Maharani Kendang Jimbe dari Jawa Timur untuk produk kendang, CV Palem Craft dari Yogyakarta untuk produk cermin dari daun abaca, Jaroe Design dari Yogyakarta untuk produk kursi dari limbah kayu, serta PT Garuda Sinar Perkasa dari Kalimantan Timur untuk produk minyak jelanta.

Total nilai ekspor produk diversifikasi dari 11 perusahaan UKM tersebut tercatat sebesar USD 1,16 juta atau setara Rp16,82 miliar. Adapun negara tujuan ekspornya yaitu Tiongkok, Amerika Serikat, Eropa, Australia, Prancis, Jerman, Italia, Denmark, Belgia, Korea Selatan, Belanda, Spanyol, dan Portugal.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, diversifikasi produk adalah salah satu strategi tepat dalam memasuki pasar internasional dan juga untuk tetap bertahan di masa pandemi ini.

“Para pelaku usaha diharapkan dapat selalu melakukan berbagai terobosan dalam menjalankan bisnisnya, terutama di masa pandemi ini. Salah satunya, dengan melakukan diversifikasi produk untuk memberi pilihan lebih luas kepada konsumen dan juga untuk dapat masuk ke kategori produk yang lebih beragam,” terang Mendag.

Diversifikasi produk, lanjut Mendag, juga mampu meningkatkan daya saing produk. Dengan kualitas baik dan inovasi yang mengikuti perkembangan zaman, produk Indonesia diyakini mampu bersaing dengan produk-produk andalan dari berbagai negara di dunia

“Pemerintah akan selalu hadir untuk para pelaku usaha, termasuk UKM, mendukung serta mendorong para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produknya melalui berbagai macam cara. Dengan langkah pengembangan produk melalui strategi diversifikasi yang tepat, maka akan meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global,” pungkas Mendag.