Maksimalkan Potensi Masyarakat Desa dalam Mengelola Bisnis Kopi yang Inklusif

0
9
Ki-Ka: Putri Mpi - Host; Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo - Direktur Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bappenas; Samsul Widodo - Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal

Selama dua hari pada tanggal  3 – 4 November 2020, kerja sama bilateral  pemerintah  Indonesia  dan  Jerman  yang  didukung  oleh  Kementerian  Perencanaan  Pembangunan  Nasional  atau  Badan  Perencanaan  Pembangunan  Nasional  (Kementerian  PPN/  Bappenas)  dan  diimplementasikan  oleh  Deutsche  Gesellschaft  für  Internationale  Zusammenarbeit  (GIZ)  GmbH,  melalui proyek Inovasi dan Investasi untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan yang Inklusif (ISED)  bersama  Kementerian  Desa,  Pembangunan  Daerah  Tertinggal  dan  Transmigrasi  (Kemendes  PDTT),  Indonesia  Coffee Academy  (ICA)  dari Anomali Group  dan  Lion  Parcel menyelenggarakan talk  show interaktif  dan  pelatihan  barista  kopi  untuk  kurang  lebih  1.000 masyarakat  desa  yang menjalankan  usaha warung kopi di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang mengusung  tema  Jaga  Kopi Indonesia merupakan  salah  satu  rangkaian  besar  dalam  mengembangkan  dan  meningkatkan  peluang  kerja  masyarakat  desa  dengan  menggunakan  pendekatan  bisnis  inklusif.  Direktur  Jenderal  Pembangunan  Daerah  Tertinggal,  Kemendes  PDTT,  Bapak Samsul Widodo menyampaikan, “Salah satu komitmen utama kami pada proyek ISED adalah  membangun promosi peluang kerja bagi masyarakat desa pada sektor pariwisata melalui pendekatan  bisnis inklusif pada usaha/komoditas kopi. Keberhasilan pendekatan bisnis inklusif, ditentukan dengan  adanya kerja sama yang baik antara pihak swasta dan publik, yang pada kesempatan ini diwakilkan  oleh  ICA dari  Anomali  Group  dan  Lion  Parcel. Melalui  kerja  sama  ini,  kami  ingin  masyarakat  desa  mengerti  peluang  usaha  apa  saja  dan  standar  kopi  seperti  apa  yang  dibutuhkan  agar  dapat  berkembang menjadi lebih baik lagi.”

Pendekatan bisnis inklusif merupakan suatu pendekatan usaha di mana masyarakat yang berada di  piramida  ekonomi  yang  paling  dasar  turut  diikutsertakan  dalam  satu  mata  rantai  usaha  suatu  perusahaan/entitas  usaha.  Keikutsertaan  yang  dimaksud  dapat  dilakukan  sebagai  pemasok,  distributor,  retailer  dan konsumen,  yang  akhirnya  bertujuan  pada  perubahan  dan  peningkatan  ekonomi bagi seluruh pihak yang terlibat. Team Leader and Senior Advisor proyek ISED, Dian Vitriani

menambahkan,  “Fokus  utama  proyek  ISED  adalah  meningkatkan  peluang  kerja  pengembangan  keterampilan serta pembangunan sektor swasta melalui bisnis inklusif di dua sektor utama yang salah  satunya  adalah  sektor  pariwisata  di  Lombok.  Proyek  ini  menitikberatkan  pada  kerja  sama  antar  pemangku  kepentingan  dari  sektor  publik  dan  swasta,  karena  proyek  ISED  berupaya  menghadapi  tantangan  dari  sisi  permintaan  (demand  side)  dengan  berkerja  secara  erat  dengan  pihak  swasta.  Harapan kami ke depannya, keberlangsungan kerja sama ini dapat terus terjalin dan bahkan menjadi  lebih baik lagi setelah proyek rampung pada Juni 2021.”

Ki-Ka: Winny Asaari - Host; Denanner Silmy - Indonesia Coffee Academy; Mumu - Papua Muda Inspiratif
Ki-Ka: Winny Asaari – Host; Denanner Silmy – Indonesia Coffee Academy; Mumu – Papua Muda Inspiratif

Kegiatan pengembangan potensi pada usaha kopi dilakukan secara  interaktif  dan  intensif  secara   virtual    dan dipandu  oleh  pelatih  handal  ICA  oleh  Anomali  Group. Head  of  Sales  and Marketing,  Anomali Coffee Group, Ryo Limijaya menyampaikan, “Sejalan dengan misi dan visi Anomali Group,  kami merasa bangga dapat terlibat dalam kerja sama ini. Salah satu tujuan utama kami melakukan  usaha adalah menJAGA Kopi Indonesia, dan karena inilah kami turut berperan serta. Kami ingin sekali  agar kopi di Indonesia memiliki  standar nomer  satu di dunia. Hal ini  tentunya juga perlu didukung  dengan  keterampilan  yang memadai  dari  pemilik  usaha  kopi  sehingga  baik  pemilik  usaha maupun  penikmat kopi bisa merasakan manfaatnya bersama.”

Dalam kesempatan ini perusahaan pengiriman barang Lion Parcel turut berkontribusi dalam membuka  jaringan yang lebih luas dalam memberikan akses bagi masyarakat desa yang sulit  terjangkau. CEO  Lion  Parcel,  Farian  Kirana mengatakan,  “Melalui  kerja  sama  ini  kami  membuka  akses  masyarakat  terkait usaha kopi  terutama bagi mereka yang berada di wilayah yang  sulit dijangkau. Sehingga ke  depannya kopi Indonesia pun menjadi lebih diminati dan dicintai oleh seluruh masyarakat Indonesia  dan internasional.”

Kegiatan yang berjalan selama dua hari meliputi talk show interaktif dan pelatihan barista kopi dengan  materi yang dipelajari antara lain mengenai pemahaman mengenai karakter biji kopi, demo virtual  pemanggangan  kopi,  demo  virtual  pencicipan  kopi,  hingga  penyeduhan  kopi  dengan  standar  yang telah diakui secara internasional.