Untung Berlipat dari Usaha Perlengkapan Pengendara Sepeda

0
472

Saat ini fenomena penggemar aktivitas bersepeda kian populer. Sepeda tidak hanya dijadikan alat olahraga atau digunakan saat berekreaksi saja. Sekarang sepeda sudah menjadi salah satu alat transportasi yang cukup diperhitungkan, karena tidak mencemari udara dan memiliki sifat yang fleksibel dalam mengendarainya.

Seiring meningkatnya pengendara sepeda, membuka peluang bagi berkembangnya usaha yang berkaitan dengan sepeda, termasuk usaha perlengkapan yang dikenakan pengendara sepeda. Dengan modal di bawah Rp 10 juta, pelaku usaha bisa meraup omset puluhan hingga ratusan juta, dengan keuntungan bersih sekitar 15–25 . Sebesar apakah peluang bisnisnya?

Sejak berkembangnya sarana transportasi kendaraan bermotor, popularitas sepeda sempat tergeser. Di tahun 1990-an, kendaraan bermotor sudah merajai alat transportasi di Indonesia, sehingga sepeda hanya dijadikan alat berolahraga semata. Namun kondisi itu jauh berbeda dengan saat ini. Tepatnya sejak 4-5 tahun lalu saat masyarakat khususnya di perkotaan mulai  penat dengan kemacetan kota dan pencemaran udara, khususnya di kota-kota besar.

Saat itulah popularitas sepeda mulai muncul kembali,  sehingga membuat peminat pengendara sepeda mulai melonjak naik. Terutama setelah  dipelopori sekelompok pecinta sepeda yang tergabung dalam komunitas Bike to Work, yakni kumpulan orang yang bersepeda saat bekerja atau berangkat ke kantor dengan menggunakan sepeda.

Semakin meningkatnya pengendara sepeda juga turut mendorong  peluang bisnis bagi produk kebutuhan pengendara sepeda, seperti masker, sarung tangan, rompi, helm, pelindung siku dan lutut (dekker). Bahkan beberapa di antara pelaku usaha juga menjual dan memproduksi pelengkap tambahan bagi pengendara sepeda seperti tas khusus pengendara sepeda, topi, tempat air minum, kacamata, dan masih banyak lagi.

Perlengkapan yang dibutuhkan para pengendara sepeda tersebut semula  didominasi oleh produk impor asal pabrikan China dan beberapa produk pabrik lokal di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu dan adanya kretivitas dari beberapa masyarakat, ada sebagian produk seperti Sarung Tangan, Masker, dan Rompi yang diproduksi dalam skala rumahan atau oleh pengusaha UKM.

Aman dan Nyaman. Untuk mengawali bisnis pembuatan produk perlengkapan pengendara sepeda memang tidak membutuhkan biaya yang cukup fantastis, pelaku usaha hanya membutuhkan beberapa mesin jahit dan bahan baku saja, seperti kulit domba, kain tricot, kain katun, dan beberapa bahan baku pelengkap. Bahkan dengan modal uang di bawah Rp 10 juta, pelaku usaha bisa memulai usaha ini. Namun yang harus diutamakan dalam pembuatan produk tersebut, adalah kenyamanan bila dipakai dan yang terpenting utamakan safety produk untuk si pemakainya.

Bagi Anda yang ingin menjalankan usaha ini, memang dibutuhkan kemampuan menjahit. Namun untuk Anda yang tidak memiliki keahlian dalam jahit menjahit, bisa mempekerjakan karyawan yang bisa menjahit dengan rapi dan teliti. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan jasa konveksi atau makloon untuk memproduksi berbagai produk pelengkap pengendara sepeda, seperti yang dilakukan Ryan Lim, pemilik ikiku.com.

Meskipun sudah banyak pelaku usaha pembuatan produk pelengkap sepeda dari skala rumahan, namun gempuran produk China akan produk sejenis juga semakin kuat, apalagi dengan harga yang lebih murah dari produk lokal, membuat produk China masih memiliki pasar yang lebih kuat. Maka dari itu, pelaku usaha produk pelengkap pengendara sepeda dalam skala rumahan harus membuat keunggulan tersendiri, agar produknya bisa diterima secara luas bagi pembelinya.

Yakni dengan cara kreativitas desain dan model yang menarik perhatian pemebli serta kualitas produk dengan penggunaan bahan baku berkualitas baik, seperti penggunaan kulit domba garut. Selain itu, produk rumahan juga memiliki keunggulan dalam hal kerapian, karena tidak diproduksi secara massal, membuat produk lokal dikerjakan secara teliti. Hal itulah yang sebaiknya dipegang para pelaku usaha penyedia perlengkapan bagi pengendara sepeda untuk bisa menembus pasar yang lebih besar.

Promosi dan Pemasaran. Untuk memperkenalkan produk ke pasar, pelaku usaha bisa melakukan kerja sama titip jual ataupun beli putus dengan beberapa toko-roko aksesori sepeda, ataupun kepada pedagang pelengkap bagi pengendara sepeda yang kerap berjualan secara keliling. Penggunaan fasilitas internet seperti website, iklan internet ataupun jejeraing sosial seperti Facebook, Twitter, milis dan sebagainya juga bisa dijadikan media pemasaran bagi pelaku usaha yang ingin memperluas jaringan pemasarannya ke kota-kota lain.

Tetapi menurut pengamat bisnis, Bambang Wahyu Purnomo, cara yang paling pas dan dipastikan langsung menembus pasaran, yakni dengan membuka jaringan dengan beberapa komunitas bersepeda, karena selain segmen pasar yang dituju benar-benar cocok, yang pastinya berkumpul dengan para komunitas pengendara sepeda, pelaku usaha bisa langsung tahu produk seperti apa yang sedang dibutuhkan para bikers.

Meskipun saat ini persaingan bisnis perlengkapan pengendara sepeda skala rumahan masih belum terlalu ketat, namun ke depannya seiring dengan semakin bertambahnya pengguna sepeda juga bakal mempengaruhi kian menjamurnya pelaku usaha yang bergerak di bidang ini. Maka dari itu, pelaku usaha yang memproduksi beberapa produk pelengkap pengendara sepeda harus sering memodifikasi produknya, baik dari segi model ataupun desain.

Selain itu, pelaku usaha harus bisa mengunggulkan produknya dari segi kualitas bahan baku dan kenyamanan produknya saat dipakai pengendara sepeda, karena produk ini bukan hanya sebagai perlengkapan pemanis saja, namun sudah menjadi perlengkapan safety bagi pengendara sepeda.

Melihat peminat pengguna sepeda kian bertambah, tidak dimungkiri beberapa tahun ke depan usaha penyedia perlengkapan pengendara sepeda bakal berprospek cerah dan menjanjikan keuntungan yang cukup maksimal. Seperti Mukhlis Ulumudin, pemilik CV Raja Kulit, yang produknya sudah menembus pasar Malaysia dan Korea ini.

Dalam sebulan ia mampu meraup omset Rp 400 juta, dengan keuntungan bekisar Rp 60 juta, atau 15% dari omset. Berminat untuk mengikuti jejak kesuksesan Mukhlis Ulumudin atau beberapa pelaku usaha lainnya? Nah, kalau begitu simak lembaran-lembaran berikutnya, yang memberikan informasi bermanfaat bagi yang ingin memulai usaha produk perlengkapan bagi pengendara sepeda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.