Kemitraan Grosir Parfum Refill Janjikan Mitra Balik Modal Dalam Dua Bulan

0
1786

Terinspirasi dari kegemaran sang istri akan wewangian parfum dan sering membaca media bisnis yang membahas usaha parfum, mendorong Hernandi Sujono merintis usaha parfum. Dengan modal sebesar Rp 5 juta hasil pinjaman di bank yang lantas digunakan Hernandi untuk membeli bibit parfum, botol serta kemasan parfum. Keahlian meracik parfum sendiri Hernandi dapatkan saat ia masih kuliah di jurusan Kimia Universitas Jenderal Ahmad Yani (UNJANI), Bandung, dengan begitu tak sulit meracik berbagai macam bibit parfum yang dapat menghasilkan berbagai macam aroma keharuman.

Karena tidak punya modal untuk sewa toko, usaha yang diberi nama Trends Parfume tersebut dijalankan Hernandi dari rumah yang mengandalkan media internet untuk memasarkan produk parfum dengan menjaring Agen dan Reseller. Perlahan tapi pasti, parfum racikan Hernandi mulai digemari pelanggan, hingga akhirnya ia mengembangkan usahanya melalui sistem kemitraan. ”Saya melihat fenomena perkembangan bisnis waralaba yang sangat pesat, karena itu saya mencoba terapkan dalam bisnis saya,” jelas pria yang kini menjadi dosen kimia di UNJANI ini.

Langkah pengembangan usaha dimulai dari mempersiapkan kelengkapan perizinan usaha, seperti Surat Izin Usaha Perorangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) agar calon Mitra yakin pada usahanya. Proses perizinannya tersebut diurus sendiri oleh Hernandi ke Pemerintah Kota Cimahi, Bandung, Jawa Barat selama tiga bulan dengan biaya sekitar Rp 1 juta. Sementara standard operating procedure (SOP) dibuat berdasarkan pengalamannya mengelola usaha dengan konsep keagenan selama empat tahun.

Kini selain memiliki sebuah toko parfum di Cimahi, berkat konsep kemitraan yang ditawarkannya Trends Parfume telah memiliki 30 Mitra yang tersebar di beberapa kota di Indonesia yang sebagian besar berada di Jawa Barat, di antaranya Bandung, Cimahi, Garut, Tasikmalaya, Banjar, Cianjur, Cikarang, Subang, Malang, dan Madiun.

Mirip Asli. Menurut Hernandi, Trends Parfume mempunyai ciri wangi yang kuat namun harganya terjangkau. Pasalnya parfum tersebut diracik sendiri olehnya dengan bibit dan pelarut berkualitas nomor satu. “Bahkan Trends Parfum memiliki tim research yang telah teruji dapat menghasilkan wangi yang lembut dan tahan lama, yang kami sebut Super Solvent,” ujar Hernandi. ”Parfum kita pakai brand Trends Parfume, tapi wanginya identik dengan parfum-parfum merek ternama seperti Hugo Boss, J-Lo, Kenzo dan Bvlgari. Biar yang punya merek nggak marah nantinya, jadi kita pake kata identik,” lanjutnya.

Dijelaskan Hernandi, pelarut Super Solvent terdiri atas Absolut 99,99% (produk impor) sebagai bahan utama, ditambahkan Fixative (bahan penguat, agar parfum tahan lama), Stabilizer (bahan mempercepat dan penyeimbangkan proses pencampuran bibit dengan pelarut), dan aditif agar racikan parfum menghasilkan perpaduan wangi yang soft, eksotik, dan elegan. Di samping produk berkualitas impor, Trends Parfume juga menyediakan produk berkualitas lokal dengan racikan Pelarut Standard Solvent yang terdiri atas Absolut 96% (produk lokal), yang ditambahkan fixative, stabilizer, dan bahan penyegar, sehingga dapat menghasilkan parfum yang segar dan dengan harga relatif lebih murah dan terjangkau. Selain parfum spray (semprot), ada juga parfum roll on Trends Parfume yang dibuat dengan racikan khusus dan pelarut Solvilent sehingga tidak menyebabkan alergi pada kulit. “Kami jamin parfum yang kita jual tahan sampai 1-2 hari,” ujar suami dari Ida Farida ini.

Adapun jenis parfum yang ditawarkan, mulai dari aroma Argeville, Charabotc, Dullberg, Fragrance’s, General Aromati, Keva Fragrances, La Verne, Luzi, Mane Veel, Parfex, Philippe Grasse, Surrati Arabic, Symrise Jerindo, Hugo Boss, J-Lo, Kenzo dan Bvlgari dan masih banyak lagi, hingga 500 jenis aroma parfum. “Wangi parfum identik dengan asli, namun harganya sangat terjangkau mulai dari Rp 650 – Rp 1.250 per ml cocok untuk kalangan menengah ke bawah,” ungkap Hernandi.

Pelanggan juga dimanjakan dengan inovasi yang terus dilakukan Trends Parfume demi menciptakan kualitas racikan yang up date, sehingga lebih banyak macam aroma yang bisa dipilih pelanggan. Di samping parfum yang disebutkan di atas, Trends Parfume meluncurkan Paket SERBU (Serba Seribu) dengan pilihan Serbu 1 Rp 1.000/ml tanpa botol dan Serbu 2 Rp 1.000/ml plus botol. Dengan begitu diharapkan strategi penjualan tersebut akan selalu dapat menjangkau semua kalangan masyarakat.

Investasi. Untuk menjadi Mitra Trends Parfume paket usaha yang ditawarkan mulai dari Rp 5 juta, Paket Rp 6,5 juta, Paket Rp 7,5 juta dan Paket Rp 10 juta. Dengan investasi tersebut Mitra akan mendapatkan bibit parfum, botol bibit parfum + stiker Trends Parfume, botol roll on 7 jenis, botol roll on tolla 3 jenis, botol spray 6 jenis, pelarut super, standar, solvilent, dan cleaner, printing frontlite Trends refill Perfume, brosur promosi, tas Trends Parfume, katalog/daftar harga eksklusif Trends Perfume, aksesoris seperti gunting, kalkulator, dan lap, serta pelatihan karyawan sampai mahir tanpa dikenakan biaya tambahan.

Antara paket yang satu dengan yang lain dibedakan dari banyaknya bibit parfum, botol bibit parfum + stiker, botol roll on, botol spray dan brosur yang didapatkan sesuai dengan paket yang diambil. Selain itu khusus untuk paket Rp 7,5 dan Rp 10 juta akan mendapatkan billboard Trends Parfume. Sedangkan etalase dan tempat diserahkan kepada calon Mitra untuk mengurusnya dan belum termasuk sewa tempat serta dekorasi toko. Kontrak kerja sama akan dievaluasi setiap 2 tahun tanpa dikenakan biaya tambahan apapun, serta Pewaralaba juga tidak mengenakan royalty fee. “Dalam order kami tidak memberikan batasan jumlah rupiah, namun hanya dibatasi dari minimum order bibit per 250 ml dengan harga Rp 600-1.100/ml dengan pembelian minimal 25 merek dan untuk botol minimal 10 lusin dengan harga Rp 10 ribu/lusin di mana ongkos kirim ditanggung Mitra,” jelasnya.

Mitra ditargetkan mampu balik modal dalam 2 bulan, dengan target penjualan Rp 15 juta per bulan. Dari omset tersebut Mitra akan mendapatkan keuntungan mencapai 28% atau sekitar Rp 4,325 juta. ”Untuk Mitra yang belum bisa capai target, akan kita berikan motivasi dan dukungan dalam bentuk perbaikan tampilan toko, promosi lewat brosur, spanduk dan radio dan evaluasi total dari sistem penjualan. Bantuan manajemen ini bebas biaya dan merupakan dukungan manajemen dari kami,” tambah Hernandi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.