Ciamik, Penjualan Koi Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

0
185

Mashudi yang membudidayakan ikan nila sejak tahun 2009 di Dusun Sruni Wukirsari Cangkringan Sleman Yogyakarta membudidaya ikan Koi dengan luas lahannya untuk pembesaran kurang lebih 1000 sampai 1500 m2 dan untuk pembibitan seluas 4000 m2. Usahanya pun semakin berkembang, bibit ikan nila yang siap panen dijual kepada para pembudidaya, dan untuk ikan nila siap konsumsi dibeli para pedagang pengepul.

Mashudi juga memperluas jaringan atau komunitas serta membentuk kelompok pembudidaya.  Tak heran jika konsumennya tak hanya dari dalam kota Yogyakarta namun juga sampai luar kota. Setelah 6 bulan, usahanya bisa balik modal. Kini setelah 11 tahun menjalankan usaha budidaya nila, ia mampu meraup omset ikan nila siap konsumsi sekitar Rp 75 sampai 85 juta per 3 atau 4 bulan, dengan profit Rp 15 juta sampai 21 juta. Untuk pembibitan nila omset rata-rata sebesar Rp  11 juta per 2 bulan, dengan profit Rp 3 juta sampai 4 juta.

Ia juga melakukan strategi dengan mengembangkan usaha ikan hias koi yang dipasarkan secara online melalui media sosial baik FB dan WAG. Ikan koi ini bisa dijual setelah umur 1 sampai 3 bulan. Harganya tergantung ukuran dan pola. “Penjualan koi di masa pandemi ini tidak terlalu terpengaruh dibanding ikan nila,” jelasnya.

Pola warna dan corak ikan koi sederhana ukuran 30cm dijual seharga Rp 150 sampai 200 ribu. Konsumen ikan hias koi berasal dari kalangan pehobi dan pedagang. “Pembeli koi dari dalam kota atau luar kota seperti dari Solo, Semarang dan kalau ke luar pulau Jawa saya titip teman yang biasa melakukan pengiriman,” tambahnya.

Dalam sebulan ia bisa menjual 25 sampai 100 ekor ikan koi, dengan waktu panen setelah umur 3 bulan sampai satu tahun. Namun ia belum berencana menambah jenis ikan hias lain. “Saya selalu ingin mencoba teknologi baru dan memperluas usaha serta memperbanyak jaringan. Semoga situasi segera normal kembali,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.