Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis UMKM Strategi Bisnis Agen Laundry

Strategi Bisnis Agen Laundry

0

Dalam bisnis tentu ada saja kendala yang dihadapi, begitu juga dengan bisnis laundry yang sering mengeluhkan customer yang mengambil laundry-nya sampai 2-3 bulan kemudian. Terkait hal tersebut ada beberapa saran yang saya sampaikan

Pertama, tawarkan servis baru. Ini juga sekaligus menjadi peluang tambahan pemasukan bisnis Anda. Artinya ditawarkan dua jenis ”ambil sendiri” dan ”antar jemput”. Untuk layanan ”antar jemput” pada radius dan berat tertentu bisa dibebankan biaya transpor, misal Rp 5.000 untuk pengiriman cucian yang sudah selesai pada radius <5 km dan berat <10 kg.

Pengiriman ke alamat pelanggan dilakukan menggunakan sepeda motor karyawan dan dilakukan bersamaan dengan cucian lain sehingga efisien dan menguntungkan. Kalau perlu buat beberapa jenis tingkat layanan antar ini seperti ekspres atau reguler dengan harga yang berbeda. Beri bagian komisi bagi karyawan yang mengantarkan supaya mereka bersemangat kerja.

Kedua, buat aturan yang jelas dan tegas. Aturan ini harus tertulis pada nota pesanan yang diberikan kepada pelanggan dan juga ditempel pada area ruang toko yang mudah dibaca pelanggan. Selain itu, aturan ini juga harus diucapkan atau disampaikan oleh karyawan Anda kepada setiap pelanggan yang mencucikan laundrinya. Aturan yang dibuat harus diberi suatu sanksi.

Ada beberapa tahap aturan di sini. Misalnya kalau cucian sudah jadi dan belum diambil pelanggan dalam waktu 1-2 minggu, karyawan Anda bertugas menelepon pelanggan yang bersangkutan untuk segera mengambilnya. Tahap berikutnya, kalau sudah ditelepon tetap belum diambil dan lebih sudah sampai 2 minggu maka karyawan Anda ditugaskan mengantarkan cucian. Kalau sudah diantarkan maka pelanggan dibebankan biaya transpor meskipun bukan permintaan pelanggan karena cucian tidak diambil sudah satu bulan.

Untuk mendukung aturan ini, tentu saja, data pelanggan yang mencucikan harus lebih lengkap. Gunakan sistem komputerisasi yang bisa memuat nama, alamat lengkap, nomer telepon rumah, no ponsel, kontak jejaring sosial (bbm, WA (whatsapp), dan sejenisnya) dan juga alamat email. Data ini digunakan untuk menghubungi pelanggan jika cuciannya sudah 1-2 minggu tidak diambil.

Ketiga, kalau pelanggan Anda banyak yang tidak mengambil cucian, ada kemungkinan pelanggan Anda tipe orang super sibuk. Dari track records atau data transaksi pelanggan, pelanggan yang sering mengambil telat (sampai 2-3 bulan), langsung Anda arahkan untuk mengambil ”paket cuci dan antar”. Pada nota pembayaran harus Anda pecah berapa biaya cuci dan berapa biaya pengantaran. Biasanya tipe pelanggan yang super sibuk akan senang mendapat layanan lebih atau layanan antar seperti ini dan tidak keberatan dibebankan ongkos yang rasional dibandingkan dengan kesibukannya.

Terakhir, kalau dimungkinkan lakukan negosiasi dengan pemilik laundry yang mengageni Anda. Mintalah jangka waktu pembayaran yang lebih lama misal sampai 2 bulan untuk membuat arus kas bisnis Anda menjadi lebih nyaman. Selamat menerapkan solusi di atas dan laris terus bisnis laundry Anda. Salam.

 

Diasuh oleh: Istijanto Oei, MM, MComm,

Pelatih & Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku: ”Jurus Jurus Sakti Wirausaha” & ”Rahasia Sukses Toko Tionghoa”.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version