Bisnis Tas Hydropack Asal Yogya Tembus Pasar Malaysia dan Thailand

0
953
Dok Elevenia

Semakin banyak peminat kegiatan bersepeda hingga munculnya berbagai komunitas sepeda, membuat produk perlengkapan yang berkaitan dengan aktivitas bersepeda pun semakin dibutuhkan. Hal inilah yang membuat Mulhendra melirik prospek bisnis yang cukup cerah ini.

“Dari dulu saya memang hobi bersepeda hingga arung jeram. Dan dari sana saya mensurvai kebutuhan dari penghobi adventure yang paling diminati, hingga muncul ide saya untuk membuat tas khusus bagi pesepeda,” jelas Mulhendra yang hobi naik sepeda gunung.

Dengan semangat yang tinggi dalam menggeluti dunia wirausaha, meskipun bermodal Rp 1 juta, Mulhendra memulai bisnis pembuatan tas bagi para pengendara sepeda. Modal awal dari sisa kiriman orangtuanya, digunakan untuk biaya makloon beberapa pengrajin tas yang memiliki produk kualitas baik, namun harga yang bersahabat.

Setelah berkali-kali mengganti jasa makloon tas, akhirnya ia pun menemukan pengrajin tas sesuai kriterianya, yang berada di kawasan Joho, Condong Catur, Depok, Sleman Yogyakarta.

Lambat laun usahanya semakin maju dan berkembang. Pada tahun 2008, walaupun kuliah belum lulus namun Mulhendra sudah mantap menjalankan usaha tersebut karena banyaknya permintaan. Dan setelah lulus kuliah tahun 2010 ia pun fokus mengembangakn usahanya itu.

Terlebih dengan adanya tambahan modal dari keluarganya sebesar Rp 50 juta, yang ia gunakan untuk membeli peralatan seperti mesin jahit, memperbanyak bahan baku, serta menyewa kios sebagai tempat workshop di daerah Godean, Yogyakarta.

Dari situlah ia membuat toko dengan nama Nomad Adventure Store dan mulai membuat brand produk dengan nama Biawakelcamino yang mempunyai arti ‘Jalur’.

Ragam Produk. Dari hobinya bersepeda, Mulhendra tahu pasti perlengkapan yang dibutuhkan bagi pengendara sepeda, salah satunya tas. Maka dari itu, ia pun menawarkan lima produk tas yang disebut juga Biking Bag, yang memiliki desain dan fungsi yang dibutuhkan pengendara sepeda.

Yang pertama adalah tas Hydropack seharga Rp 195 ribu. Tas ini didesain sebagai tempat menyimpan minuman dan dilengkapi dengan selang panjang yang berfungsi sebagai sedotan, untuk mempermudah pengendara sepeda meminum air di saat mengendarai sepedanya. Hydropack ini dibuat dalam bentuk tas punggung.

“Dengan adanya Hydropack, pesepeda tidak perlu repot membeli minimuan atau mengambil minuman dari botol. Tinggal ambil sedotan yang ada di tali tas, dan langsung minum tanpa harus menghentikan sepedanya,” terang Hendra.

Tas Hydropack  ini memiliki ukuran panjang 43 cm, lebar 20 cm, dan tebal 8 cm, dengan daya tampung air sebanyak 2 liter. Keunggulan lainnya, tas ini dilengkapi dengan cover bag yang melindungi tas dari air hujan.

Produk kedua adalah Slim Hydropack, tas ini memiliki bentuk dan fungsi yang sama dengan tas Hydrobag, namun  didesain lebih ramping dengan ukuran lebar 16 cm, panjang 43 cm, dan ketebalan 8 cm.

Meskipun didesain lebih ramping, tetapi Slim Hydropack memiliki daya tampung air yang sama, yakni 2 liter air. Slim Hydrobag dijual dengan harga Rp 165 ribu. Karena desainnya tersebut, biasanya Slim Hydrobag, lebih disukai oleh konsumen dari kalangan wanita.

Ketiga model Saddle Bag, yakni tas bisa ditempatkan pada bagian sadel atau tempat duduk sepeda. Tas ini berfungsi untuk membawa barang-barang kebutuhan sepeda dan pengendaranya, seperti pompa kecil, kunci alat sepeda, hingga ban dalam. Saddle Bag buatan Hendra memiliki ukuran panjang 19 cm, lebar 9 cm, tebal 8 cm, dan diameter 13 cm. Satu buah produk Saddle Bag dijual seharga Rp 37 ribu.

Jenis tas keempat adalah Compact Saddle Bag. Produk tas tersebut memiliki fungsi dan desain yang sama dengan Saddle Bag, hanya saja memiliki bentuk yang lebih kecil. Compact Saddle Bag ini memiliki ukuran panjang 15 cm, lebar 9 cm, tebal 8 cm, dan diameter 10 cm. Produk tersebut dijual dengan harga Rp 27 ribu.

Produk kelima adalah Frame Bag, yang juga memiliki fungsi sebagai tempat peralatan dan kebutuhan pesepeda, seperti pompa, kunci alat sepeda, ban dalam, dan lain sebagainya. Namun yang membedakan, produk berukuran panjang 30 cm, lebar 13 cm, dan tebal 6,5 cm ini dipasang pada bagian frame sepeda. Harga Frame Bag sekitar Rp 38 ribu.

Dan dari lima produk Biking Bag yang ditawarkan Hendra, model Hydropack paling disukai oleh konsumen.

“Hal tersebut karena fungsi dari Hydropack buatan saya, bukan hanya sebagai tempat minum saja, tetapi ada kantung-kantung yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan peralatan dan kebutuhan pesepeda,” jelas Hendra.

Hingga saat ini, Hendra pun sudah memiliki 50 buah desain Biking Bag yang cukup kreatif dan mampu menarik perhatian konsumen.

Tidak hanya itu, Hendra juga melayani kebutuhan Biking Bag secara customized, misalnya pada penampilan logo atau tulisan pada tas. Dan selain menawarkan ragam produk Biking Bag, ia juga membuat berbagai tas untuk komunitas lain, seperti tas untuk olahraga panjat tebing, tas fotografi, tas untuk arung jeram, dan ada pula tas sekolah, yang dijual dengan harga cukup terjangkau tergantung tingkat kesulitan dalam pembuatan.

Bahan Baku dan Tahap Pembuatan. Dalam pembuatan ragam produk Biking Bag, Hendra menggunakan berbagai bahan baku dengan kualitas terbaik. Seperti bahan Condura yang memiliki tekstur lembut dan tidak panas, Poly Dolby SP002, dan bahan Torin 210D Urex.

Sedangkan bahan pelengkapnya adalah Webbing Tape atau tali, dan resleting. Sedangkan pada tas Hydropack  dan Slim Hydropack diberi tambahan bahan blader (kantung air yang dilengkapi pipa selang untuk sedotan).

Semua bahan baku untuk pembuatan Biking Bag dibeli Hendra di kawasan Pasar Pagi, Mangga Dua, Jakarta Utara, dan kawasan jalan Otista, Bandung Jawa Barat.

Sebulan sekali ia belanja bahan dengan menggelontorkan kocek hingga Rp 25 juta setiap kali berbelanja. Dan untuk tahapan pembuatan semua jenis tas, Hendra dibantu oleh 40 tim bagian produksi yang digaji sekitar Rp 1 juta per orang setiap bulan.

Pada tahap pembuatan tas Hydropack, biasanya Hendra akan menyiapkan bahan baku kain Conduro, Poly Dolby SP002, bahan Torin 210D Urex, Webbing Tape, resleting, dan blader yang merupakan bahan utama dari tas Hydropack ini.

Setelah semua bahan disiapkan, langkah selanjutnya adalah pembuatan pola desain pada bahan pembuatan tas, kemudian dilanjutkan tahap pemotongan sesuai pola desain yang digambar. Setelah itu barulah berlanjut pada tahap penjahitan.

Meurut Hendra, dalam proses penjahitan ini harus dilakukan dengan teliti dan rapi, karena hal tersebut juga memengaruhi kualitas tas yang dihasilkan.

“Agar jahitan kuat dan tidak gampang sobek, biasanya kita memberikan jahitan dobel. Terlebih pada bagian tali tas di pundak, biasanya memiliki fungsi beban yang paling berat. Jadi jahitannya lebih banyak,” terang Hendra.

Maka dari itu, tidak heran bila untuk satu buah tas, bisa menghabiskan satu rol benang merek Astra, berukuran sedang hingga besar.

Dalam sebulan Nomad Adventure bisa menghasilkan ratusan Biking Bag yang sebagian sudah banyak dipesan konsumen baik perorangan hingga kalangan komunitas yang memesan dalam jumlah banyak. Diakui Hendra, dari awal usaha ia memang masih memiliki sedikit desain tas, karena menurutnya untuk membuat desain  baru, ia harus melihat potensi pasar dulu.

Hingga Luar Negeri. Kini Hendra patut berbangga diri, karena Biking Bag-nya tidak hanya dikenal dalam skala nasional, tetapi sudah merambah ke pasar luar negeri.

“Saya bersyukur dengan memberikan kualitas terbaik, produk saya pun bisa menembus pasar impor, yakni ke negara Malaysia dan Thailand,” terang Hendra.

Meskipun baru dua negara, namun ke depannya ia optimis mampu mengekspor ke negara-negara lain.

Namun diakuinya, untuk memasuki pasar luar negeri tidak mudah dan membutuhkan perjuangan yang cukup lama. Selain terus mengedepankan kualitas produk yang terbaik, Hendra selalu menjaga komunikasi dan hubungan yang baik dengan para konsumen. Baik yang masih aktif memesan dan yang sudah jarang membeli produknya. Dengan cara tersebut, ia pun mampu menggaet banyak konsumen.

Pada awal usaha, Hendra memasarkan produk Biking Bag dengan mendekati komunitas pesepeda di Yogyakarta. “Saat itu komunitas pesepeda di Yogyakarta memang terbilang masih sedikit. Jadi sedikit susah memasarkannya,” terang Hendra.

Selain mendekati beberapa komunitas, ia juga menjual produk-produknya dengan sistem titip jual di beberapa toko perlengkapan sepeda di Yogyakarta.

Karena ingin produknya dikenal di luar Yogyakarta, ia pun membuat website usaha yang dapat diakses dengan nama www.biawakelcamino.com.

Dengan memanfaatkan jaringan online, membuat Biking Bag-nya semakin dikenal masyarakat luas. Dan berkat kesuksesan usahanya, kini Hendra memiliki sebuah toko penjualan semua produknya, di jalan Jalan Dr. Sutomo No. 58 A Yogyakarta, yang ia sewa per tahun sebesar Rp 8 juta.

Kendala dan Obsesi. Membangun usaha hingga sebesar saat ini, diakui Hendra memang tidak mudah. Pada awal usaha, dengan modal yang minim ia pun tetap menjalankan usaha pembuatan tas bekerja sama dengan pihak pengrajin tas atau makloon tas.

“Saat itu untuk mencari jasa makloon tas dengan modal yang minim tetapi kualitasnya baik memang tidak mudah. Saya harus keluar masuk tempat makloon satu ke tempat makloon lain agar sesuai kriteria saya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Hendra pun sempat mengalami kesulitan saat memasarkan produk. Menurutnya, di awal usaha memang tidak banyak komunitas sepeda yang bisa ia jangkau, dan banyak toko yang masih enggan melakukan kerja sama titip jual atau konsinyasi, karena memandang sebelah mata produknya yang memang masih jarang ada di pasaran. Namun dengan usaha keras dalam melewati berbagai halangan dan permasalahan usaha, membuatnya kuat dan sukses membesarkan Nomad Adventure seperti saat ini.

Setelah memiliki SDM dan tempat workshop sendiri, Hendra pun semakin yakin dengan prospek cerah usahanya. Ke depan ia sudah berencana untuk menguasai pasar di Indonesia dan Asia. Maka dari itu, saat ini pun ia sudah sering melihat berbagai perkembangan produk dan desain tas untuk bersepeda, baik di pasar lokal maupun luar negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.