Bisnis Penyalur ART dan Satpam Kian Cerah

0
222
Dok: tiarakasihbunda.co.id

Usaha yang berkaitan dengan jasa layanan penyedia atau penyalur tenaga kerja memang tidak pernah merasa sepi peminat. Hal ini bisa dilihat dari serapan tenaga kerja yang begitu tinggi di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan dan juga Bandung.

Seiring dengan meningkatnya permintaan tersebut, maka para pelaku usaha sejenispun terus bermunculan. Sehingga tak heran jika persaingan di bidang usaha seperti ini sudah sangat ketat, agar tetap bisa survive para pelaku usaha harus aktif dan kreatif dalam hal pemasaran.

Selain itu kualitas dari calon tenaga kerja outsource yang akan disalurkIan juga menjadi ujung tombak keberhasilan dari usaha yang dirintis, jika kualitas tenaga kerja yang diberikan baik dimata pengguna jasa, maka usahanya pun bisa dengan mudah untuk berkembang, tetapi sebaliknya jika tenaga kerja yang diberikan mengecewakan pengguna jasa, maka informasi tersebut akan dengan mudah menyebar luas, dan hal ini bisa merugikan pelaku usaha.

Tenaga Kerja Berkualitas. Agar usaha bisnis penyalur tenaga kerja tetap bisa berkembang dengan baik, setidaknya para pelaku usaha harus memperhatikan karakter dan kriterian dari para calon tenaga kerja. Karena hal ini akan memberikan nilai plus bagi kemajuan usaha yang dirintis.

Tenaga kerja yang berkualitas tidak hanya dilihat dari pengalaman atau ketrampilan yang dimiliki saja, namun bisa juga dilihat dari sifat jujur dan etos kerjanya. Mochamad Nafi’udin, Pemilik PT. Giri Tangguh Sejahtera juga selalu selektif dalam melakukan recruitment kepada para calon tenaga kerja.

Menurutnya untuk menghasilkan anggota dengan kualitas yang baik ia selalu melibatkan TNI/Polri dan semua prosedur juga dilakukan secara  profesional.

Dimulai dengan tes tulis, tes psikologi, tes fisik yang dilakukan oleh staf sudah berpengalaman dan dibantu oleh pihak polisi/militer, tes kesehatan yang dilakukan di beberapa Rumah Sakit dan diakhiri dengan tes lisan atau wawancara oleh direktur.

Sedangkan untuk syarat yang harus dipenuhi para calon anggota adalah memiliki pendidikan minimal SMA, sehat jasmani dan rohani, tidak bertato, bukan perokok aktif, tinggi badan minimal 175 cm dengan berat badan minimal 65 kg untuk pria, dan untuk wanita harus memiliki tinggi badan 165 cm dengan berat badan 60 kg serta tidak mengkonsumsi minuman keras atau narkoba.

Tidak hanya Mochammad Nafi’udin saja, Yusrin pemilik dari usaha sejenis dengan nama LPK Putra Mandala juga selalu memperhatikan kualitas dari para calon tenaga kerjanya. Untuk itu sebelum diambil oleh pengguna jasa, calon tenaga kerja tersebut dibekali terlebih dahulu dengan materi yang benar-benar dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut.

Mulai dari menyalakan kompor gas dan memasang tabung gas, membersihkan rumah hingga pengasuhan anak atau orangtua. Selain itu, kedisiplinan tinggi diterapkan dalam setiap aktivitas tenaga kerjanya. Selaras dengan kualitas yang diberikan, Yusrin juga memperhatikan hak-hak yang harus dipenuhi oleh para pekerja seperti jaminan kesehatan, sistem kerja yang tidak berlebihan serta gaji yang layak.

Management Fee dan Gaji. Setiap pelaku usaha outsource juga harus memperhatikan hak-hak yang harus dipenuhi oleh para tenaga kerja. Hak yang paling utama adalah jaminan kesehatan, jam kerja yang tidak berlebihan dan juga gaji yang layak.

Yusrin pemilik LPK Putra Mandala ini juga selalu mengutamakan kenyamanan dan keselematan para pekerjanya. Untuk sistem pembayaran gaji, Yusrin juga tidak memungut potongan gaji para tenaga kerja.

“saya hanya mengambil fee/komisi dari biaya administrasi pengambilan saja, untuk besarannya sekitar Rp 2- 2.5 juta per tenaga kerja. Biaya tersebut juga tidak semuanya masuk ke kantong saya, karena harus saya berikan ke sponsor Rp 1.5 juta dan Rp 100 ribu untuk kebutuhan makan para tenaga kerjaga yang saya tampung,” tambahnya.

Mocammad Nafi’udin, pemilik PT. Giri Tangguh Sejahtera juga menerapkan sistem yang sama dengan tidak melakukan pemotongan gaji terhadap para anggotanya. Karena sistem fee yang diterima sudah masuk dalam hitungan gaji dan komisi yang dibayarkan oleh pengguna jasa setiap bulannya.

Strategi Marketing. Untuk memulai usaha jasa penyalur atau penyedia tenaga kerja seperti satpam, ART, Baby Sitter, tukang kebun, sopir membutuhkan pemasaran yang cukup ekstra. Karena untuk menjalankan usaha seperti ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Setidaknya dibutuhkan pengalaman dan kesabarana dalam menjalankannya.

Menurut Agus W. Suhadi, Pengamat Marketing dari Prasetiya Mulya, agar usaha jasa penyedia tenga kerja ini bisa berkembang, pelaku usaha harus pro aktif dalam pemasaran seperti melakukan jemput bola untuk mencari klien. Pelaku usaha harus  memberikan bukti bahwa  layanannya bisa dipercaya dan mampu memberikan suatu pekerjaan yang dibutuhkan oleh klien atau pengguna jasa.

Selain door to door, sistem pemasaran yang cukup efektif adalah dengan memberikan masa garansi kepada para pengguna jasa, garansi yang dimaksud yakni dengan mengganti tenaga kerja yang baru jika suatu saat tenaga kerja yang lama kabur atau mengecewakan pihak pengguna jasa. Untuk bisa mendapat klien yang lebih luas lagi, para pelaku usaha juga bisa memanfaatkan internet sebagai media pemasaran.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.