Jasa Outbound Edukasi Tetap Berprospek

0
295
Dok: bisniswisata.co.id

Teknik pembelajaran dari pengalaman secara langsung (experiential learning) dan berpikir di luar kebiasaan (out of the box) saat ini memang dianggap sebuah metode pembelajaran yang terbilang efektif.

Oleh sebab itu, banyak perusahaan besar ataupun instansi pemerintah yang rela untuk merogoh kocek dalam-dalam demi mendapat SDM yang berkualitas dan juga loyal. Peluang inilah yang dimanfaatkan banyak pelaku usaha untuk memberikan jasa layanan penyedia kegiatan training/pelatihan di luar ruangan (outbound).

Pesatnya perkembangan dunia bisnis di kota-kota besar di Indonesia juga turut menjadikan bisnis jasa layanan outbound ini akan terus berprospek. Bahkan usaha ini diprediksi akan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Hal ini juga diakui oleh Antonius Sujarwanto, Pemilik Trivi Adventure. Menurutnya, usaha jasa penyedia layanan kegiatan outbound ini memiliki prospek sangat bagus. Terlebih saat ini jasa penyedia outbound juga sudah menjadi salah satu bagian dari mitra perusahaan-perusahaan besar untuk meningkatkan kualitas dari SDM yang dimilikinya.

Bukan dirasakan Anton saja, Muhammad Richi Dellan, Pemilik usaha Gooutbond juga mengamini peluang besar usaha dari jasa layanan outbound ini.

“Banyaknya masyarakat perkotaan yang ingin menikmati kegiatan berlibur setelah disibukkan dengan berbagai aktivitas yang melelahkan, ternyata membuat usaha outbound yang kami jalankan ini tidak pernah sepi job, terlebih saat week end atau pada saat hari libur nasional,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, persaingan usaha sejenis pun semakin banyak bermunculan. Agar usaha tetap berkembang dan terus eksis, para pelaku usaha harus bisa menjaga kualitas layanan dan juga memperkaya jenis permainan atau games yang memiliki value.

Menurut Yadi Budhi Setiawan, pengamat bisnis dari Force One, agar usaha layanan kegiatan outbound ini tidak cepat gulung tikar, para pengusaha sebaiknya menjalin kerja sama dengan komunitas pecinta alam dan juga bisa menawarkan kelebihan dari jasa layanan yang diberikan. Misalnya, dengan menggunakan istruktur/trainer yang profesional, atau bisa juga dengan menawarkan lahan yang tidak seperti biasanya.

Segmen Pasar. Usaha seperti jasa penyedia layanan outbound ini sebenarnya ditujukan untuk semua kalangan. Namun karena banyaknya klien yang datang dari kalangan perusahaan ataupun instansi membuat jasa outbound tersebut didominasi kalangan middle up. Nah, bagi para pelaku usaha pemula bisa juga memanfaatkan segmen menengah ke bawah sebagai target pasar yang dibidik. Tentunya juga diiringi dengan tarif yang terjangkau bagi kalangan menengah bawah.

Jenis-Jenis Program. Outbound, tentu sangat berkaitan erat dengan program yang ditawarkan. Sukses dan tidaknya sebuah kegiatan outbound juga sangat dipengaruhi oleh perencaan program yang dibuat. Seperti yang dilakukan Antonius Sujarwanto, Pemilik Trivi Adventure. Menurutnya, ia tidak pernah main-main dalam membuat sebuah program outbound. Oleh karena itu, Anton sebisa mungkin membuat program harus memiliki kualitas output yang dihasilkan.

Beberapa program yang ditawarkan Anton seperti mental development program, yakni sebuah program yang bertujuan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pribadi, memiliki motivasi yang kuat dan berusaha sekuat tenaga untuk menciptakannya, menumbuhkan rasa unsur kepercayaan & empathy baik kepada keluarga maupun dunia pekerjaan, menciptakan harmonisasi dan lingkungan yang sinergis demi meningkatkan profit perusahaan dll.

Ada juga leadership program, bertujuan untuk membangun jiwa kepemimpinan dari masing-masing peserta. Team work progam, untuk melatih kepekaan antarsesama dan juga melatih kebersamaan antara satu dengan yang lain. Motivation and creativity program, untuk menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri dalam meraih sesuatu yang diinginkan.

“Setiap program yang saya buat tentunya harus memiliki value, jadi saya tidak asal-asalan dalam membuatnya,” tegas Anton.

Menambah semarak dari setiap program yang dibuat tentunya harus dilengkapi dengan berbagai permainan yang menarik dan juga mendidik. Sahid Saifudin, Pemilik Jakarta Outbond juga tidak pernah ketinggalan melengkapi tiap programnya dengan permainan-permainan yang menarik dan menantang.

Contoh permainan yang disuguhkan seperti Pipa Bocor (mengeluarkan bola dari dalam pipa besar yang berlubang dengan cara mengisi air ke dalam pipa tersebut), kemudian Rafting (Arung Jeram), Flying Fox, Paintball dan masih banyak lagi lainnya.

Peralatan. Untuk mendukung usaha yang dijalankan, sebaiknya para pelaku usaha melengkapi peralatan yang sering dibutuhkan dalam kegiatan. Adapun beberapa peralatan standard yang berkaitan dengan permaian outbound di antaranya pelampung, tali, ember, bola, jaring laba-laba, jembatan spider, tangga outbond, jembatan outbound, tali carmantel, tali kuralon/nylon, carbiner, pulley, sit harness, flying fox, full body harness, helm, webbing, sling baja dll.

Selain itu, pemula juga sebaiknya aktif menjalin kerja sama dengan pihak penyedia lahan. Hal tersebut selain untuk mendapatkan harga sewa yang lebih murah juga untuk meningkatkan kepercayaan kepada para calon klien.

Pemasaran. Mengenalkan usaha jasa layanan outbound ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, bisa secara online atau pun offline.  Menurut Yadi Budhi Setiawan, Pengamat bisnis dari Force One, bagi para pelaku usaha pemula, bisa menggunakan sistem pemasaran secara online, dengan memanfaatkan situs-situs berbayar ataupun gratis, atau juga bisa membangun sistem pemasaran memalui jejaring sosial.

Hal serupa juga disampaikan Bambang Wahyu Purnomo, pengamat marketing. Menurutnya, usaha seperti ini termasuk salah satu usaha yang memiliki persaingan yang cukup ketat, terlebih jika memasuki bulan-bulan ramai pelatihan atau tutup buku perusahaan, maka pelaku-pelaku usaha baru pun akan banyak sekali bermunculan.

Untuk mengatasi ketatnya persaingan, sebaiknya para pelaku usaha harus tetap aktif dalam hal pemasaran, sebisa mungkin untuk terus jemput bola. Selain aktif dalam hal pemasaran, para pelaku usaha juga harus bisa menawarkan sesuatu yang berbeda dari jasa outbound yang lain.

“Agar tetap bertahan pelaku usaha harus bisa menjalin  kerja sama dengan berbagai perusahaan yang ada di sekitar kita, serta mengetahui kalender acara rutin tahunan dari semua perusahaan,” tambahanya.

Omset Besar. Tingginya minat perusahaan-perusahaan dan instansi untuk menggunakan jasa layanan outbound dalam kegiatan pelatihan/training, membuat para pelaku usahanya pun tidak pernah sepi job. Apalagi ketika memasuki bulan-bulan ramai seperti libur nasional, libur kampus atapun menjelang tutup buku perusahaan, permintaan untuk jasa outbound akan semakin meningkat.

Dengan tingginya permintaan, tak heran para pelaku usahanya pun bisa menikmati omset hingga ratusan juta rupiah tiap bulan. Seperti Antonius Sujarwanto, pemilik Trivi Adventure, dengan mengedepankan kualitas layanan dan value dalam tiap kegiatan, ia bisa meraup omset usaha hingga Rp 200 juta dengan laba bersih mencapi 30% atau sekitar Rp 60 juta.

Kesuksesan serupa juga dialami Sahid Saifudin, Pemilik Jakarta Outbond, setidaknya dalam sebulan ia bisa melayani 5 hingga 10 job outbound, sehingga wajar omset per bulannya bisa mencapai Rp 100 juta dengan keuntungan bersih 30% atau sekitar Rp 30 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.