Usaha Pest Control Tetap Moncer Sepanjang Waktu

0
1011
Dok: solusiruma.com

Hama lingkungan memang tidak bisa terlepas dari sebuah bangunan, baik itu bangunan untuk komersial maupun bangunan untuk hunian rumah tangga. Hal inilah yang ditangkap peluang oleh kebanyakan para pelaku usaha untuk memberikan layanan pengendali hama lingkungan untuk menekan pertumbuhan hama tersebut.

Menurut Iriyadi Zainal Abidin, salah satu owner PT. Latuga Jasa Sekatama, bahwa adanya jasa pest control ini hanya untuk meminimalisir terjadinya populasi hama.

“Secara biologis akan tetap tumbuh dan berkembang biak. Sehingga tidak bisa dibersihkan sampai ke titik zero. Jadi fungsi dari perusahaan pest control ini adalah mengendalikan pertumbuhan hama yang begitu cepat. Selama hama lingkungan tersebut tetap tumbuh, maka usaha jasa pest control inipun akan terus dicari,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bambang Wahyu Purnomo, pengamat marketing, bahwa usaha sektor jasa seperti pengendali hama lingkungan memiliki potensi yang sangat besar jika didalami secara serius dan fokus.

Telebih jika usaha tersebut dikembangkan di kota besar yang notabene terdapat banyak gedung-gedung komersial. Karena pada dasarnya semua gedung atau bangunan pasti tidak akan terlepas dari serangan hama. Sebab hal ini sudah menjadi sebuah siklus dari mata rantai makhluk hidup.

Meski demikian, para pelaku usaha juga harus tetap waspada dengan banyaknya pelaku usaha sejenis, karena usaha jasa pest control ini memiliki persaingan yang cukup ketat.

Menurut Yadi Budi Setiawan, pengamat bisnis dari Force One Consultant, untuk tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan, sebaiknya pelaku usaha harus mengutamakan kepuasan klien dengan cara memerhatikan faktor keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa tersebut, misalnya bahan chemical yang digunakan harus ramah lingkungan dan tidak menimbulkan aroma yang menyengat. Atau untuk menarik kllien, pelaku usaha bisa juga memberikan garansi layanan pest control.

Bagi pelaku usaha baru yang ingin terjun di bidang pest control, setidaknya harus memiliki pengetahuan mengenai bahan aktif dan standar peralatan yang digunakan. Karena hal ini juga akan berdampak pada tingkat kepuasan klien.

“Biasanya standardisasi untuk peralatan yang digunakan tidaklah banyak, yakni cukup tiga saja alat fogging yang berguna untuk pengasapan, cold foger yang berguna untuk mengembunan, mesin spray yang berguna untuk penyemprotan. Selain hal di atas, pelaku usaha juga harus memahami semua jasa yang berkaitan dengan pest control seperti rodent control, termite control, insect control, termite control dan lainnya serta bahan apa yang sesuai dan cocok untuk mengendalikan hama tersebut,” jelas Agung Pramono, Pemilik PT. Duta Indah Pratama.

Segmen Pasar. Konsumen jasa pest control ini umumnya dikategorikan dalam tiga kelompok yaitu perumahan, industri (pabrik dan gudang) serta komersial (office building, apartment, hotel, restaurant, cafe, mal, education institutions, health centers, dan leisure centers).

Tarif yang dipatok, tentunya juga disesuaikan masing-masing segmen dan juga berdasakan luas area. Seperti yang sudah diterapkan oleh Rio Patra Abadi, Pemilik PT. Orkindo Abadi. Menurutnya, untuk menentukan harga pest control ia melihat dari segmen pasar terlebih dahulu.

Jika klien dari kalangan perumahan maka ia akan mematok harga yang sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan kalangan gedung komersial seperti perkantoran, hotel, apartemen ataupun restoran.

Begitu pula dengan Iriyadi Zaenal Abidin, salah satu owner dari PT Latuga Jasa Sekatama, dalam menentukan tarif layanan, biasanya LJS mematok dengan tarif dasar sesuai segmen residensial. Misalnya rumah hunian 2 lantai akan dipatok dengan tarif dasar sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan ruko perkantoran 2 lantai.

“Perbedaan dari harga yang diterapkan ini karena melihat sistem tindakan, biasanya tindakan pengendalian di gedung komersial seperti perkantoran akan lebih sulit jika dibandingkan dengan perumahan,” tuturnya.

Tindakan Pengendalian. Secara umum untuk layanan pest control ini ada empat macam yaitu insect control (pengendalian serangga), rodent control (pengendalian tikus), termite control (anti rayap) dan fumigation (pengendalian dengan gas beracun yang disebut fumigan).

Dalam melakukan pengendalian hama, sebenarnya tidaklah sulit karena menggunakan berbagai insektisida yang mudah diaplikasikan ke berbagai media. Beberapa jenis insektisida seperti insektisida cair yang dilarutkan ke dalam air. Insektisida bentuk bubuk yang dapat langsung diaplikasikan ataupun dilarutkan dalam air, insektisida Granule (bentuk butiran berukuran agak besar) serta insektisida gel.

Tindakan pengendalian yang biasanya dilakukan oleh pelaku usaha jasa pest control adalah penyemprotan (spraying), pengembunan (misting), pengasapan (fogging), pengumpanan (baiting), pemberian bubuk (dusting), serta penggasan (fumigation).

Adapun beberapa jenis insektisida yang sering digunakan menurut Iriyadi Zainal Abidin, salah satu owner dari PT Latuga Jasa Sekatama Pemilik adalah bahan aktif yang ramah lingkungan seperti Cypermethrin, Lamdasihalothrin, Deltamethrin, Permethrin Alfamethrin, Thiamtosamek, Azamethipos, Kumatethralin, Siflutrin, Permethrin. Untuk menjadi bahan insektisida yang ramah lingkungan tentunya juga didukung peralatan yang memadai seperti Mist Blower, Hand Sprayer, ULV Machine, Cold Fogger, Jet Thermal Fogger, Power Sprayer dan Bait Gun.

Strategi Marketing. Dalam memasarkan usaha ini bisa dilakukan berbagai cara, namun yang paling efektif adalah dengan penawaran langsung ke target market yang dituju. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet baik itu melalui situs jual beli gratis atau jejaring sosial.

Untuk memberikan kepercayaan kepada pelanggan, bisa dilakukan dengan cara memberikan garansi dalam jangka waktu sesuai dengan kesepakatan dengan konsumen. Langkah lain yang bisa dilakukan ialah dengan membuat beberapa sampel jasa pest control untuk diperlihatkan kepada konsumen agar mereka mengetahui sejauh mana kualitas jasa pest control yang diberikan.

Agar usaha bisa mengarah tepat sasaran menurut Bambang Wahyu Purnomo, pengamat marketing, para pelaku usaha bisa menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang berkepentingan seperti kelurahan, RT, instansi pemerintah, LSM peduli lingkungan, dinas kesehatan, partai politik serta perusahan.

Untuk termite control pelaku usaha bisa menjalin kerjasama dengan pihak kontraktor atau developer properti. Untuk para pelaku usaha pemula, bisa dimulai dengan menawarkan usahanya dalam skala yang kecil terlebih dahulu, seperti perumahan-perumahan padat penduduk, dan tentunya disertai dengan harga yang cukup dijangkau oleh mereka.

Omset dan Keuntungan. Meski modal awal yang dikeluarkan lumayan besar, namun peluang untuk berkembang juga cukup cepat. Apalagi untuk usaha pest control seperti ini juga  mampu mendulang omset puluhan juta hingga ratusan juta rupiah perbulan dengan keuntungan bersih bisa mencapai 40%.

Seperti yang telah dirasakan Rio Patra Abadi, Pemilik PT. Orkindo Abadi, setidaknya setiap bulan ia bisa menjaring lebih dari 100 klien dengan rata-rata omset yang didapat mencapai Rp 80 juta lebih dengan keuntungan bersih bisa mencapai Rp 24 juta.

Tidak beda juga dengan kesuksesan yang dialami Iriyadi Zainal Abidin, Pemilik PT Latuga Jasa Sekatama, dengan omset tak kurang dari Rp 100 juta, ia pun bisa menikmati keuntungan bersih sebanyak 40% dari omset atau sekitar Rp 40 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.