Untung hingga 60% dari Bisnis Lampu Akrilik Bentuk Bunga

0
805

Kurang enjoy dengan usaha butik yang memproduksi berbagai macam baju pengantin, pakaian bayi dan juga tas membuat Mariana Indasari mencoba menjalankan usaha lain yang lebih santai dan bisa dikerjakan dengan seluruh anggota keluarga. Karena itu, pada Agustus 2012 yang lalu wanita yang akrab disapa Mariana ini mencoba untuk membuat berbagai jenis pajangan rumah yang indah dan juga memiliki nilai seni yang tinggi.

Usaha yang dijalankan Mariana ialah mengubah bahan baku akrilik menjadi berbagai macam bentuk yang diinginkan dengan begitu ia lebih bisa berkreasi pada produk akrilik yang dibuatnya. Bila pajangan akrilik yang banyak ditawarkan di pasaran saat ini hanya berbentuk plakat dengan tampilan foto sesuai dengan pesanan konsumen di dalamnya, pajangan akrilik yang dibuat Mariana berbeda.

Memanfaatkan keahlian merangkai bunga yang didapat ketika duduk di bangku kuliah, membuat Mariana mencoba berkreasi dengan berbagai bentuk bunga pada produk pajangan akriliknya. “Usaha akrilik bentuk bunga masih jarang sedangkan untuk peminatnya sangat banyak sehingga usaha ini sangat menjanjikan,” ungkap wanita lulusan D3 Teknologi Industry Universitas Negeri Malang ini.

Ranting Asli. Produk pajangan yang dibuat Mariana memang memiliki keindahan tersendiri. Berbentuk aneka macam bunga lengkap dengan batang, ranting dan juga pot, serta bisa menyala dengan berbagai warna lampu membuat pajangan yang satu ini banyak diminati. “Pajangan ini sangat cocok digunakan sebagai hiasan di ruang tamu rumah, ruang makan atau juga lampu tidur,” ujarnya.

Ada berbagai jenis pajangan bunga yang ditawarkan Mariana dan setiap jenis memiliki karakteristik tersendiri. Seperti jenis bunga Lily, Bonsai, Mawar, Melati, Tulip, Cassablanca, dan lainnya. Dari berbagai jenis bungan yang ada, jenis bunga kelopak Lili berwarna putih merupakan produk yang paling banyak digandrungi konsumen.

Selain dari model bunga yang ditawarkan, warna lampu yang dipancarkan setiap kelopak bunga juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada beberapa warna lampu yang bisa dipilih konsumen seperti warna pink, ungu, putih, kuning, hijau, toska, merah, dan berbagai warna lain.

Dari segi harga, dengan tingkat kesulitan yang relatif tinggi dalam proses pengerjaan, membuat harga produk pajangan bunga akrilik buatan Mariana relatif tinggi. Dari ukuran yang paling kecil 20 cm Rp 75 ribu hingga lampu berbentuk pohon dengan ketinggian sekitar 1,5 meter dengan harga Rp 2 juta. “Namun harga tersebut masih lebih terjangkau dibandingkan dengan harga pajangan akrilik lainnya, dan juga harga tersebut sebanding dengan kualitas dan keindahan yang didapatkan,” jelasnya.

Khusus ranting bunga, Mariana menggunakan ranting pohon asli yang ia dapat dari sekitar kediamannya. Ranting yang sudah didapat dibersihkan dan dikeringkan setelah itu baru bisa digunakan. Hampir semua ranting pohon bisa digunakan asalkan kuat dan kokoh, dan biasanya ia menggunakan ranting dari pohon apel, jeruk, jambu dan juga ceri. Ukuran ranting yang digunakan bervariasi tergantung kebutuhan mulai dari ukuran diameter 0,5 cm hingga 2 cm.

Dengan berbagai keindahan yang ditawarkan tidak heran respon masyarakat sangat besar. Hal tersebut dapat dilihat, walaupun baru sekitar satu tahun menjalankan usaha, namun Mariana sudah bisa mendapatkan pesanan yang lumayan besar setiap bulan yaitu sekitar 50 buah bunga lampu berbagai ukuran dengan omset sekitar Rp 10 juta.

Cara Membuat. Untuk membuat produk pajangan bunga akrilik ini sedikit sulit dan dibutuhkan keahlian dan ketelitian. Dan hal tersebut bisa didapat dengan terus belajar serta mencoba. Namun dari segi bahan baku terutama akrilik tidak sulit didapatkan.

Dijelaskan Mariana pemilihan bahan baku akrilik dalam membuat kreasi pajangan bunga bukan tanpa alasan. Selain berpenampilan seperti kaca yang tembus pandang dan juga berbobot ringan, bahan sintetis yang berbentuk lembaran/sheet ini tidak mudah pecah serta akan menjadi elastis jika dipanaskan dengan suhu di atas 60 derajat Celcius.

Bahan baku yang digunakan Mariana dalam membuat produknya terdiri atas bunga akrilik dengan berbagai jenis dan juga lembaran akrilik dengan ketebalan 1 mm. Bunga akrlik ini bisa didapatkan di beberapa pusat penjualan akrilik seperti yang terletak di Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta Pusat. Untuk harga akrilik ini sekitar Rp 60 ribu per pons.

Selain akrilik, bahan baku yang juga digunakan dalam membuat pajangan bunga akrlik ini adalah lampu LED dengan diameter 5mm seharga Rp 300/buah, tali kawat, kabel, kertas lilit, vernis dan adaptor. Sedangkan untuk peralatan yang dibutuhkan antara lain tang, gunting, solder, kuas, glue gun, timah dan avometer yang bisa di beli di toko alat listrik maupun toko bangunan yang ada di sekitar rumah.

Setelah semua bahan baku siap, langkah berikutnya ialah merangkai bunga akrilik dengan lampu LED. Dalam merangkai lampu LED yang diletakkan pada bagian tengah bunga di bantu oleh lem sebagai perekatnya. “Biasanya di tengah kelopak bunga sudah terdapat lubang, dan bisa di masukkan lampu LED 5 mm yang kemudian di rekatkan dengan lem,” jelasnya. Bila semua lampu LED sudah diletakkan di bunga, langkah berikutnya ialah memasangkan bunga tersebut pada ranting yang telah di sediakan.

Bila semua telah terpasang, bisa dilanjutkan dengan pemasangan listrik pada bunga akrilik dan juga pada bagian batang/ranting. Caranya dengan memasang kabel yang sebelumnya telah disambungkan ke masing-masing kaki LED dan resistor, ke bagian ranting bunga hingga bagian bawah ranting. Bila sudah, dan agar kabel menyatu dengan ranting serta aman atau tidak mudah putus, maka kabel sebaiknya di lem dengan lem bakar.

Lalu jangan lupa menggunakan kertas lilit yang digunakan untuk melilit setiap ranting, sehingga kabel yang menempel di ranting menjadi tidak terlihat. “Biasanya kami gunakan kertas lilit warna cokelat (warna kayu). Setelah proses melilit selesai, maka setiap ranting kami vernis agar awet dan kelihatan lebih cantik,” jelasnya.

Proses pembuatan pajangan bunga akrilik ini memakan waktu yang tidak sebentar. Sebagai contoh, untuk pajangan bunga akrilik ukuran sedang setinggi 50 cm, Mariana bisa membuat dua buah pajangan bunga akrilik dalam satu hari. Untuk pengeluaran per bulan, Mariana menghabiskan anggaran sebesar Rp 4 juta yang digunakan untuk membeli bahan baku seperti bunga akrilik, lampu LED, kertas lilit, kabel dan lain sebagainya serta biaya karyawan.

Pemasaran dan Kendala. Dalam memasarkan produk bunga akrilik lampu, Mariana  menawarkan langsung kepada teman-temannya. Selain itu, ia juga memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Blackberry, dan lain-lain. Untuk toko offline saat ini Mariana mempunyai 1 buah toko, 1 workshop dan sedang mempersiapkan toko baru bunga akrilik yang terletak di Malang, Jawa Timur.

Kendala yang dihadapi Mariana dalam menjalankan usaha hanya pada ketersediaan ranting pohon yang digunakan untuk membuat pajangan bunga akrilik. Terkadang Mariana sulit untuk mencari bentuk atau model ranting yang benar-benar pas menurut dengan konsep pajangan bunga yang dibuat. “Untuk mencari ranting kayu yang cocok kami melakukannya hingga ke perkampungan,” tambahnya.

Dengan bentuk yang unik dan juga cantik membuat produk pajangan bunga akrilik banyak diminati pasar sehingga Mariana sangat yakin dengan prospek usaha ini ke depan. Untuk lebih memantapkan usahanya, Mariana terus melakukan berbagai inovasi dan pengembangan dengan produk yang ia tawarkan kepada para konsumen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.