Kreasi Rumput Sintetis Sebagai Alas Sandal nan Unik

0
460
dok siempreudalmeria.blogspot.com

 

Dunia bisnis saat ini memang cukup memikat bagi kebanyakan orang, salah satunya adalah Dewi Prabandari yang sejak lama berobsesi untuk membangun sebuah bisnis. “Selain itu, saya juga ingin menambah pemasukan di luar pekerjaan saya saat ini,” terang wanita yang bergeliat di salah satu perusahaan distributor farmasi di Jakarta ini.

Dari sekian banyak usaha, Dewi pun kepincut untuk membuka usaha sandal. Alasannya cukup simpel, karena jenis usaha alas kaki ini kembali booming sekarang, seiring dengan banyaknya pelaku usaha sandal karakter dan sandal kreatif. Namun agar laku di pasaran Dewi lebih memilih untuk menciptakan sandal yang berbeda dari pada mengikuti yang sudah ada, ini pun ia gunakan sebagai strategi dalam menembus persaingan yang semakin ketat.

Namun menciptakan sandal yang berbeda, diakuinya bukanlah perkara mudah, bahkan ia harus melakukan survei terlebih dahulu untuk mencari dan mengetahui sandal apa saja yang sudah ada dan belum ada di pasaran. Tak kurang dari satu bulan melakukan survei, ia pun menemukan Sandal Rumput buatan luar negeri yang diakuinya berbeda dan belum ada di Indonesia. “Model sandal tersebut sebetulnya sudah ada di luar negeri, sedangkan di dalam negeri pelakunya belum ada,” tutur wanita yang akrab disapa Dewi ini.

Untuk memuluskan niatnya tersebut, Dewi mengeluarkan modal awal sebesar Rp 5 juta, yang digunakannya untuk membeli bahan baku pembuat sandal, seperti tali sandal tipe PVC, bahan spon tipe eva spon super, dan rumput sintetis, sedangkan untuk perlatan Dewi tidak membelinya, lantaran ia lebih memilih memaklonkan pembuatan sandalnya. Adapun urusan promosi, Dewi mengandalkan internet dan dari mulut ke mulut sebagai.

Keunikan Sandal Rumput. Melihat penampilan Sandal Rumput pasti banyak orang tertarik memakainya. Sandal dengan aksen rumput sintetis saat ini sudah dikenal di beberapa kawasan di Australia. Selain memiliki desain yang unik, Sandal Rumput ini cukup nyaman dipakai.

Menurut Dewi, Sandal Rumput ini sebenarnya adalah sandal japit santai yang diberi aksesori rumput sintetis di atasnya. Namun walau rumput sintetis Dewi berani menjamin rumput sintetis yang digunakannya menyerupai rumput asli, baik dari segi warna maupun bentuknya. “Memakai sandal ini serasa kamu di atas rumput asli,” promonya.

Meskipun tidak mengadopsi secara keseluruhan, Sandal Rumput buatan Dewi pun tidak kalah unik dan nyaman dipakai konsumen. Adapun ukurannya sangat bervariasi tersedia dalam 3 tipe, yakni tipe untuk wanita dengan ukuran 37-39, tipe laki-laki dengan ukuran 40-43, serta tipe untuk anak-anak dengan ukuran 32-36. Sementara harganya juga bervariasi, sandal pria dijual Rp 85 ribu per pasang, wanita Rp 60 ribu per pasang, dan anak-anak Rp 60 ribu per pasang.

Keungulan Sandal Rumput buatan Dewi terletak pada kualitas bahan yang digunakan terutama pada bahan rumput sintetisnya. Keistimewaan bahan rumput sintetis pada sandal buatan Dewi diimpor langsung dari negeri kincir angin, Belanda yang diakuinya memiliki tekstur lebih lembut dan menyerupai rumput asli.

Selain itu, keungulan lainnya terletak pada kualitas lem sandal yang memiliki ketahanan yang baik karena proses pengeleman pada setiap lapisan dilakukan dengan ketelitian dan pengawasan serta menggunakan jenis lem yang berkualitas. Agar kualitas lem tersebut terjaga Dewi menyarkan konsumen untuk memperhatikan proses pemelihraan sandalnya, terutama dalam hal mencuci sandal.

Adapun cara mencuci Sandal Rumput yang dianjurkan Dewi ialah dengan cara mencelupkan sandal ke dalam rendaman air sabun, kemudian diangkat, dilanjutkan dengan menyikatnya menggunakan sikat gigi secara pelan-pelan, jika dirasa sudah bersih bilas dengan air bersih, diusahakan pada air mengalir agar kotoran pada sandal terbawa air, sedangkan untuk mengeringkannya cukup dijemur, namun sebelum dijemur disaranakan untuk mengkibaskan sandal sebanyak 10 kali untuk mengurangi kadar air yang terdapat pada rumput.

Peralatan dan Bahan Baku. Memang dari segi harga, produk Sandal Rumput terbilang tidak murah bila disamakan dengan produk sandal jepit pada umumnya. Hal ini dikarenakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan Sandal Rumput merupakan bahan baku yang sangat berkualitas. “Di sini saya tidak hanya menjual keunikan produk saja, tetapi kualitas dan kenyamanan produk bila dikenakan konsumen,” terang Dewi.

Maka dari itu, Dewi pun tidak asal pilih dalam pemakaian bahan baku. Bahan spon, meskipun ia tidak menyebutkan secara langsung mereknya, tetapi menurut Dewi, ia menggunakan bahan eva spon berkualitas yang tebal dan bersifat anti selip. Harganya pun tidak murah, yakni bekisar Rp 100 ribu per lembar dengan ukuran 1,2 meter x 2,2 meter serta ketebalan 10 mm. Untuk tali sandal, ia menggunakan tali sandal bening yang dipesan dengan embos merek produknya yang dibeli dengan harga Rp 35 ribu per buah.

Bahan rumput sintetis, Dewi pun mempertahankan kualitas produk dengan memakai rumput sintetis yang diimpor langsung dari Belanda. “Keunikan kitakan dari pemakaian rumput sintetis, dan sudah pasti bahan rumput sintetisnya harus berkualitas baik,” jelasnya. Makanya tidak mengherankan harga dari rumput sintetis sekitar Rp 325 ribu per meter.

Setiap satu kali produksi, biasanya Dewi memperoleh hasil bekisar160 buah Sandal Rumput. Untuk sekali produksi, ia membutuhkan 8 kodi tali sandal,4 lembar eva spon, 5 meter rumput sintetis, dan 2 kaleng sedang lem.

Semua bahan baku yang dibutuhkannya, dibeli Dewi dari beberapa lokasi di Jakarta seperti Pasar Cipadu, Pasar Pagi Mangga Dua dan Pasar Pagi Asemka. Selain di ketiga tempat tersebut, bahan baku sandal rumput ini bisa didapatkan, salah satunya di Toko Mudhorobah Club yang beralamat di Perumahan Bukit Asri Jalan Pinus III Blok D14 No. 18-19 Ciomas Bogor.

Sedangkan peralatan yang dibutuhkan dalam usaha ini, cukup sederhana, seperti pemotong spon, yang berfungsi sebagai pemotong spon sekaligus pencetak pola untuk mempercepat proses pemotongan spon, mesin press sandal untuk mengencangkan lem, serta mesin gerinda untuk menghaluskan pinggiran sandal agar terlihat rapi.

Makloon. Dalam proses produksi, Dewi tidak melakukannya sendiri tetapi menggunakan jasa makloon dalam tahap pengerjaan Sandal Rumput ini. “Saya bekerja sama dengan makloon, karena untuk memproduksi sendiri masih terbatas dengan waktu dan modal,” ungkapnya. Tetapi, meski melemparkan proses produksi-nya ke makloon, untuk desain dan bahan baku produk, semuanya ditangani oleh Dewi.

Walaupun bukan ia sendiri yang melakukan tahap produksi, bukan berarti Dewi tidak mengetahui tahapan-tahapan pengerjaan Sanda Rumput ini. Demi menjaga kualitas produk, Dewi selalu memantau dan mengetahui proses pengerjaan dari makloon tersebut.

Langkah pertama, dilakukan pemolaan di atas spon sesuai ukuran, yakni antara ukuran 32-43. Setelah itu, barulah spons dipotong sesuai pola dengan menggunakan pisau pemotong spons. Setelah rangka sandal terbentuk, kemudian langsung dilubangi tiga bagian, yakni di sisi atas tengah dan dua sisi kanan kiri. Lubangtersebut berfungsi sebagai tempat memasukkan tali sandal.

Agar terlihat lebih rapi, bagian bawah sandal dilapisi lagi dengan bahan eva spons berwarna hitam dengan ukuran yang lebih tipis. ”Bahan tersebut sudah disediakan oleh pihak makloon,” jelas Dewi. Dan agar lebih menarik, bagian dasar sandal, diberi logo dan motif, dengan bantuan mesin emboss spon serta oven pemanas spon.

Jika pembuatan sandal jepit selesai, tahapan selanjutnya adalah pemasangan rumput sintetis yang sebelumnya telah dipotong seukuran sandal. Selanjutnya, rumput sintetis diletakkan di atas sandal yang sudah dibubuhkan lem perekat. Proses peletakkan ini harus dilakukan secara hati-hati dan teliti, gara menghasilkan produk yang rapi dan baik. Kemudian beralih ke tahap pengepresan, dengan menggunakan mesin pres spon, yang bertujuan untuk menekan hasil lem antara kedua bahan baku tersebut.

Setelah semua tahap selesai dilakukan, barulah proses finishing. Di sini, makloon yang bekerja sama dengan Dewi, menggunakan mesin grinda, untuk merapikan pinggiran pada sandal dari hasil pemotongan yang kurang maksimal, ataupun bekas lem yang terlihat pada outline sandal. Pada proses finishing ini, merupakan tahap penyeleksian kelayakan produk yang akan dipasarkan.

Untuk jasa makloon-nya, Dewi menggunakan pengrajin makloon yang berada di daerah Belitong, Kepulauan Riau. “Saya bekerja sama dengan pihak makloon dari Belitong, karena menurut saya mereka bisa menghasilkan produk sesuai keinginan saya,” jelasnya. Untuk biaya produksi, satu buah sandal diberi harga Rp 8.500.

Meskipun tidak menyebutkan secara pasti pihak makloon yang bekerja sama dengannya, tetapi Dewi merekomendasikan beberapa tempat makloon yang berkualitas. Salah satunya di V&D Shoes Co. Yang beralamat di Komp. Pasir Pogor Jalan Pasir Kencana II AA-10, Bandung, Jawa Barat.

Pemasaran. Sejak awal memulai usaha penjualan Sandal Rumput ini, Dewi memasarkannya via online, menurutnya cara promosi yang ia lakukan ini cukup efektif baginya yang masih terbilang baru di dunia bisnis dalam menggaet pasar di tengah keterbatasan modal. Selain itu, ia pun giat mengikuti berbagai pameran dan bazar produk kreatif untuk mendapatkan pasar yang lebih loyal.

Tak hanya itu, untuk lebih memperluas pasar ia memberikan kesempatan kepada konsumenya untuk menjadi Reseller. Syaratnya pun cukup mudah, yakni dengan minimal pembelian 10 pasang. Adapun keuntungan yang didapat Reseller berupa potongan harga sebesar 20%.

Dengan promosi dan sistem reseller yang diterapkannya tersebut, diakui Dewi, bisnis yang diajalaninya saat ini cukup sukses dan menjanjinkan. “Walau terkadang hanya terjual 50 persen dari total produksi, namun keuntungan bersih yang saya dapat cukup menjanjikan,” ucapnya.

Kunci sukses Dewi dalam menjalankan usaha karena tidak pernah pandang bulu dalam hal penjualan. Berapa pun jumlah pesanan akan dilayani dengan sebaik-baiknya. “Rezeki itu datangnya tiba-tiba, jadi jangan pernah ditolak. Saya pernah mendapatkan pesanan dalam jumlah banyak dari konsumen yang dulu hanya membeli satu pasang Sandal Rumput saya. Dan saya pun tetap menjaga baik komunikasi dengan mereka,” ceritanya. Saat ini pemasaran Sandal Rumput-nya sudah menjangkau ke berbagai daerah di Jabodetabek, bahkan sudah merambah ke Sumatera hingga Papua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.