Untung Gede dari Bisnis Kalung Resleting, dan Rajut

0
230
Kalung Rajut (dok twitter)

 

Aksesori memang sudah ada sejak dulu, tetapi dulu aksesori cenderung kuno atau lebih banyak dipakai oleh wanita dewasa. Harga jualnya pun cukup mahal sehingga hanya kalangan tertentu saja yang dapat membeli. Saat ini aksesori sudah disesuaikan dengan keinginan konsumen dan lebih mengarah pada tren yang ada mulai dari remaja sampai wanita dewasa.

Sementara tren aksesori remaja saat ini lebih memperlihatkan sisi ceria remaja dengan warna serta hiasan dalam bentuk yang lebih besar misalnya gantungan dari boneka, tokoh kartun, atau bunga yang besar. Karenanya banyak bermunculan aksesori buatan tangan sendiri (handmade) yang kemudian dijual kembali. Aksesori ini pun sekarang juga sudah menjadi idola khususnya di kalangan remaja putri.

Desain unik. Aksesori handmade ini kian digemari anak remaja, karena memiliki desain yang unik sesuai dengan tren yang berkembang saat ini seperti aksesori berbahan resleting yang dibuat oleh Irma Risky, Mariz Fashion & Accessories. Ia mencoba mengkreasikan bahan resleting dan flannel menjadi bentuk-bentuk yang lucu seperti bentuk bunga, lingkaran besar dan kecil yang dipadu-padankan, kupu-kupu, dan bentuk boomerang yang diaplikasikan dengan lingkaran atau kancing.

Sedangkan Ceria Anggraeni, Pemilik Ceriang Box menggunakan benang katun yang dirajut sendiri yang dibentuk menjadi bunga, segitiga piramida, atau bentuk daun serta dimodifikasi dengan menggunakan kancing, mote, dan juga mutiara plastik dengan warna yang cerah. Hal berbeda juga dilakukan oleh Ochie CS, yang mencoba mendesain kalung model etnik dengan bahan-bahan perca dipadukan dengan warna-warna natural.

Bambang Wahyu Purnomo, Pengamat Kewirausahaan mengatakan, aksesori handmade memang tengah menjadi idola khususnya di kalangan remaja. Hal tersebut karena desainnya terlihat lebih ceria dan berwarna seperti aksesori yang terbuat dari mote-mote, rajutan, dan bahan resleting dengan warna cerah serta desain yang simple cukup laris di pasaran.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ceria yang mengatakan kalung rajutan buatannya yang terlihat funky dengan warna-warna cerah dan pasta cukup laris di pasaran sehingga dalam sebulan ia bisa menjual 50 kalung rajut. Tak jauh berbeda dengan Irma Rizky yang juga menampilkan aksesori dengan warna-warna cerah dari bahan resleting yang dikombinasikan dengan pita satin dan kancing juga mendapatkan apresiasi yang positif dari remaja putri.

Hal berbeda dilakukan Ochie dan kawan-kawan, yang lebih menampilkan warna-warna natural seperti cokelat, merah tua, dan juga orange. Walaupun berwarna lebih gelap tetapi desain yang ditampilkan disesuaikan dengan jiwa dan selera remaja, sehingga kalung buatan Ochie pun disambut baik oleh para remaja.

Modal kecil. Pembuatan aksesori ini memang tidaklah terlalu susah yang terpenting pelaku usaha memiliki kreasi yang unik dan bahan baku yang digunakan pun sederhana. Namun yang paling penting modal yang dikeluarkan pun tidak terlalu besar. Seperti Ceria Anggraeni, pemilik Ceriang Box yang hanya mengeluarkan modal awal sekitar Rp 300 ribu saja. Bahkan Irma Rizky, pemilik Mariz Fashion & Accessories memulai usahanya hanya dengan modal kurang dari Rp 100 ribu.

Tetapi, jangan anggap remeh keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha ini. Meski modal yang dikeluarkan sangat kecil, keuntungan yang bisa didapatkan terhitung cukup besar sekitar 60-80%. Tengok saja usaha kalung etnik Ochie CS, pemilik Printilan ThustaTusthi yang mampu meraup omset sebesar Rp 3,9 juta tapi keuntungan yang diperoleh mencapai 80%. Ceria Anggraeni sebesar Rp 2,5 juta dengan keuntungan 66%, dan Irma Rizky sebesar Rp 1,5 juta dengan keuntungan 65%.

Mereka adalah contoh pelaku usaha yang dapat melihat peluang usaha aksesori wanita khususnya remaja. Memang secara umum omset yang didapatkan mereka belum terlalu besar karena masih terhadang oleh kesibukan lainnya. Sampai saat ini mereka masih menggap usaha yang dijalankan hanya sebagai usaha sampingan. Coba bayangkan jika usaha tersebut dikelola secara serius, tentu omset yang didapat juga akan berlipat dan keuntungannya juga pasti bertambah.

Pemasaran. Dari pengalaman beberapa pelaku usaha yang cukup berhasil dalam usaha ini, cara pemasaran yang efektif dan murah untuk usaha ini adalah dengan mengikuti bazar atau promosi lewat internet yang sekaligus bisa dijadikan toko online. Namun jika punya dana lebih bisa juga membuka gerai untuk mendukung toko online, karena sebagian konsumen masih lebih suka membeli produk yang diihat dan dipegang langsung, sehingga lebih meyakinkan.

Lokasi gerai pun harus strategis dan mendukung. Seperti dikatakan Bambang Wahyupurnomo, sebaiknya memilih tempat usaha yang strategis atau berada di daerah yang menyediakan bahan baku untuk pembuatan aksesori tersebut seperti di Pasar Mangga Dua atau Mayestik yang berada di Jakarta. Karena itu dapat membantu Anda, jika ada bahan-bahan dengan model baru sehingga Anda bisa berinovasi lebih dulu dibandingkan yang lainnya.

Kendala. Hampir semua pelaku usaha yang menggeluti usaha aksesori remaja ini, menjadikan usaha ini sebagai sampingan, karena masih muda dan memiliki kesibukan lain seperti kuliah. Jadi tekadang dalam menjalankan usaha ini tidak terlalu fokus, karena terbentrok dengan waktu. Selain itu, persaingan yang cukup ketat juga menjadi kendala, karena itu pelaku usaha harus selalu membuat kreasi atau inovasi baru secara terus-menerus agar usahanya tetap berkembang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.