Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis UMKM Replika Makanan dari Media Lilin

Replika Makanan dari Media Lilin

0
lilin replika (dok grid.id)

 

Memang usaha lilin souvenir kreatif di Indonesia sempat booming beberapa tahun lalu. Namun karena maraknya gempuran berbagai produk lilin dari China yang dijual dengan harga murah membuat industri lilin rumahan kian menurun pamornya. Bahkan tak jarang banyak pula candle house yang tutup karena tak mampu bersaing dengan produk China tersebut. Bagi pelaku usaha lilin yang jeli, mereka tentu akan mengalihkan usahanya ke pembuatan berbagai kerajinan berbahan lilin, seperti replika makanan, kendaraan, boneka, dan sebagainya karena dinilai lebih aman.

Lilin replika makanan sebenarnya juga sudah booming di tahun-tahun tersebut, namun masih sangat sulit menemukan pelaku usahanya. Meski saat ini sudah mulai bermunculan usaha-usaha tersebut, namun peluang berkembang masih sangat besar. Pasalnya usaha ini lebih bersifat lokal, karena proses pembuatannya yang membutuhkan makanan asli, tidak bisa digantikan dengan foto dan usaha ini juga sangat bergantung pada kreativitas dan skill dari pelaku usaha. Selain itu saat ini pengusaha kuliner lebih senang mendisplay replika makanan, ketimbang makanan aslinya.

Usaha ini juga sangat prospektif karena setiap tahunnya jumlah resto atau pelaku usaha kuliner kian bertambah. Tentunya mereka sangat membutuhkan jasa pembuat replika makanan sebagai penunjang usaha mereka. Apalagi bahan baku dan perlengkapan yang dibutuhkan sangat mudah didapatkan. Harga jual produk ini pun cukup tinggi, yakni berkisar antara Rp 500 ribu – Rp 1 juta tergantung dari tingkat kesulitan dan besar kecilnya menu makanan yang dibuat. Sedangkan modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini tidak terlalu besar, untuk membuat sebuah replika makanan dari lilin hanya membutuhkan modal sebesar Rp 200 – 300 ribu, sementara peralatannya bisa menggunakan peralatan yang sudah ada, atau jika ingin membeli baru pun harganya tidak terlalu mahal dengan total modal berkisar Rp 500 – 700 ribu.

Proses Pembuatan. Bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat produk ini adalah sebuah lilin balok yang biasa digunakan untuk lilin mati lampu dan poliner sebagai bahan penguatnya. Kedua bahan ini bisa dibeli di toko kimia yang banyak terdapat di kawasan Kota, Jakarta Barat dengan harga Rp 20 – 30 ribu per kg. Sementara cat terdapat 2 jenis, yakni cat bubuk dan cat minyak yang biasa digunakan untuk melukis. Selain itu peralatan hanya berupa kompor dan beberapa panci untuk melelehkan lilin dan memisahkan lilin yang sudah diberikan warna-warna sesuai warna makanan.

Proses awal pembuatan diawali dengan pembuatan makanan aslinya. Bila makanan sudah tersedia, maka untuk makanan yang bisa dicetak seperti daging, ayam, dan sebagainya dicetak terlebih dahulu menggunakan silikon cair. Untuk mencairkan lilin juga sangat mudah, cukup letakan lilin dan poliner dalam satu wadah (panci) kemudian rebus di atas kompor hingga mencair. Setelah itu pisahkan ke dalam beberapa panci yang berbeda untuk diberikan pewarna bubuk sesuai warna makanan.

Buat cetakan makanan dengan cara menyiram makanan yang sudah jadi dengan silikon cair dan kemudian tunggu hingga mongering lalu lepaskan. Setelahnya baru tuangkan lilin cair sesuai warna masakan ke dalam cetakan, tunggu hingga mengeras lalu lepaskan silikon, dan diamkan beberapa saat.

Untuk makanan yang tidak bisa dicetak seperti mie, ice cream, dan kue tart yang sifatnya lembek, maka proses pembuatan secara manual. Dari lilin yang dicairkan tunggu beberapa saat, karena dalam suhu tertentu tekstur lilin mennjadi elastis seperti adonan kue. Jika sudah mendapatkan tekstur tersebut bentuklah sesuai bentuk yang diinginkan (mie, ice cream, atau tart), jika lilin di wadah mulai mengeras, panaskan kembali untuk mencairkannya.

Setelah replika makanan sudah terbentuk menyerupai bentuk aslinya, maka tahap selanjutnya adalah proses finishing pewarnaan agar lebih mirip dengan aslinya seperti bagian-bagian gosong, daging setengah matang, kecap, dan lain sebagainya dan diakhiri dengan pernis (lapisan cat paling luar tidak berwarna). Untuk produk yang sudah jadi sebaiknya disimpan di dalam ruangan dan hindari sorotan sinar matahari secara langsung, serta hindari dari debu. Soalnya bahan dasar lilin adalah minyak sehingga debu akan menempel.

Proses Sulit. Bagi pemula yang akan menjalankan usaha ini tentunya akan sangat sulit memulainya langsung. Karena itu jika memang baru akan melakukannya sebaiknya memulai dengan membuat lilin souvenir karena prosesnya tidak sesulit membuat replika makanan dari lilin. Jika memang sudah pernah mendalami usaha lilin sebelumnya tentu akan lebih mudah, tetapi jangan anggap enteng proses pembuatannya. Pasalnya diperlukan jiwa kreatif, dan skill dari pelaku usahanya, bila tidak memiliki bakat seni tentunya akan sulit. Selain itu dibutuhkan pula ketelatenan dan kesabaran dalam membuatnya, karena sedikit kesalahan tentu akan sulit memperbaikinya.

Ketika pertama kali membuat, jangan cepat menyerah. Karena pasti pertama kali Anda akan menemui banyak kegagalan dan dibutuhkan proses yang tidak singkat sebelum mampu membuat replika makanan yang mirip dengan aslinya. Karena itu sebaiknya sebelum memutuskan untuk menjalankan usaha ini, Anda mengikuti kursus seni rupa khususnya yang menggunakan media lilin.

Pemasaran dan Kendala. Bila Anda berminat membuka usaha pembuatan replika makanan dari media lilin, pemasaran awal bisa dilakukan dengan cara menyebar brosur ke rumah makan yang ada di wilayah sekitar lokasi usaha Anda, atau menawarkan dan melakukan presentasi bisnis secara langsung kepada pemilik rumah makan. Sebagai penunjang lakukan promosi melalui pameran seperti Inacraft dan sebagainya karena selalu ada pasarnya di tempat tersebut. Saat ini kegiatan pemasaran juga lebih mudah dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan fasilitas jejaring sosial di internet seperti Facebook maupun forum Kaskus.

Kesulitan dalam menjalankan usaha ini sebenarnya dari karakter makanan yang cepat berubah warna atau bentuk dalam beberapa menit atau jam. Sehingga terkadang hasil replika yang dibuat tidak sama dengan hasil makanan asli yang baru jadi. Misalkan mie, dalam beberapa menit mie bisa menjadi berubah tekstur aslinya. Karena itu untuk mendapatkan hasil terbaik dan mirip dengan makanan asli dalah kondisi fresh, sebaiknya usahakan klien datang tidak membawa makanan jadi, melainkan membawa koki dan bahan masakan untuk kemudian memasaknya di tempat kita.

 

Dijawab oleh: Very Apryanto,

Pemilik Candle Art Creation

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version