Hiasan Pohon Natal Handmade dari Kain Perca

0
660
Pohon natal bahan perca (dok Shopee)

 

Menjelang hari-hari besar keagamaan, penjualan produk-produk yang berkaitan dengan perayaan tersebut tentu akan mengalami lonjakan permintaan. Menjelang hari raya Natal, tentu yang paling dicari konsumen adalah pohon natal.

Meskipun bukan sebuah keharusan, tetapi memajang pohon natal atau hiasan-hiasan lain bertema natal sudah menjadi tradisi bagi umat kristiani di seluruh dunia. Hal itu yang melatarbelakangi saya untuk membuat produk hiasan berbentuk pohon natal yang terbuat dari potongan-potongan kain perca katun. Hiasan berbentuk pohon natal handmade dari kain perca ini memiliki bentuk pipih yang bisa dilipat. Penggunaanya pun cukup mudah, Anda hanya tinggal menggantungkannya di dinding atau di  pintu rumah Anda.

Pohon natal handmade dari kain perca ini juga tidak perlu dihias kembali, karena pemilihan corak kain perca yang didominasi warna hijau, merah, dan warna lain dengan motif Santa Claus, lonceng, lilin, dan sebagainya, sudah mewakili elemen-elemen hiasan pohon natal yang biasa digantungkan pada pohon.

Bahan Baku. Bahan utama yang digunakan untuk membuat hiasan berbentuk pohon natal handmade adalah kain katun. Kain yang digunakan adalah kain dengan warna hijau dan merah yang memiliki motif gambar bunga, daun, bintang, atau gambar-gambar yang berhubungan dengan suasana Natal seperti pohon cemara, terompet, boneka salju, pohon cemara, santa clause, lonceng, atau motif tema natal yang lain. Namun jika sulit mendapatkannya bisa juga mengakali dengan membuat sendiri perca dari bahan katun yang memiliki motif serupa yang kemudian dipotong-potong.

Untuk bagian bawah, gunakan bahan katun berwarna cokelat polos untuk menggambarkan batang pohon, sementara untuk bagian belakang bisa memakai bahan katun atau flannel polos dengan warna sesuai selera Anda. Selain tiga bahan tersebut, dibutuhkan pula kain fishin (kain keras yang biasa digunakan dikerah baju) untuk melapisi setiap bagian kain agar memudahkan proses penyambungan dan penjahitan dan setelah jadi, pohon natal lebih kokoh dan tidak mudah tertiup angin.

Cara Membuat. Dalam membuat hiasan dinding berbentuk pohon natal handmade dari kain perca yang sangat dibutuhkan adalah ketelatenan dan kesabaran. Pasalnya semua proses pembuatan, mulai dari pembuatan pola, pemotongan dan penjahitan dilakukan semuanya dengan tangan dan membutuhkan waktu cukup lama untuk menyelesaikannya. Hal inilah yang membuat nilai jual pohon natal dari kain perca ini cukup tinggi, biasanya harga yang ditawarkan disesuaikan dengan ukuran pohon natal yang dipilih. Untuk sebuah pohon natal handmade dari kain perca ukuran 64 x 40 cm bisa dijual dengan harga Rp 300 ribu, ukuran 85 x 55 cm Rp 500 ribu, 125 x 65 cm Rp 800 ribu, 180 x 95 cm Rp 1,5 juta. Di luar ukuran tersebut konsumen juga bisa memesan dengan harga disesuaikan dengan besar kecilnya pohon yang dipesan.

Sebelum membuat hiasan  handmade ini, siapkan terlebih dahulu peralatan yang digunakan seperti kertas karton atau kardus, gunting, penggaris, jarum pentul, jarum jahit, dan benang jahit. Secara umum proses pembuatannya diawali oleh penggambaran pola heksagonal (segi lima) pada karton atau kardus berukuran 3 x 3 cm (bisa sesuai keinginan) dan kemudian potong mengikuti gambar tersebut. Jika sudah memiliki pola, cetak pola tersebut pada bahan fishin sebanyak-banyaknya, namun jangan terlalu rapat agar mempermudah proses selanjutnya, yakni pemotongan bahan fishin mengikuti garis pola cetakan tersebut. Biasanya untuk pohon natal berukuran 64 x 40 cm membutuhkan 76 buah bahan fishin dan perca yang telah berbentuk heksagonal, dan untuk pohn natal berukuran 2 meter membutuhkan 500 bahan fishin dan perca yang telah berbentuk heksagonal.

Setelah bahan fishin berbentuk heksagonal, siapkan kain perca atau jika menggunakan bahan kain meteran bermotif potong mengikuti pola heksagonal dengan melebihkan 1 cm dari ukuran bahan fishin. Kemudian satukan bahan fishin dan perca lalu lipat mengikuti bentuk dan besar bahan fishin, diteruskan dengan menyeterika dan merekatkannya dengan jahit jelujur. Setelah bahan fishin dan perca sudah menyatu, langkah selanjutnya adalah menyatukan atau merangkai kain perca yang sudah berbentuk heksagonal tersebut menyerupai pohon cemara dengan dengan jahitan kampuh (tehnik jahit tangan untuk menyambung dua kain menjadi satu). Dalam tahap ini perhatikan pemilihan motif yang satu dengan yang lain, jangan sampai motif yang sama tersambung berdampingan dan ujung yang satu dengan yang lain juga harus ketemu agar pohon natal bisa selesai dengan rapi dan bagus.

Pada bagian belakang, kurang lebih prosesnya sama. Jika kedua bagian (depan dan belakang) sudah selesai, maka langkah selanjutnya adalah penyatuan kedua bagian tersebut dengan jahitan tangan. Terakhir berikan gantungan kecil dari kain sekitar 2-3 cm yang dilipat menjadi dua bagian, pada bagian paling atas pohon natal untuk menggantungnya. Pohon natal handmade dari perca pun selesai di buat. Jika sudah mahir, untuk sebuah pohon natal berukuran 64 x 40 cm dibutuhkan waktu sekitar 1 hari penyelesaian, sedangkan untuk yang berukuran 2 meter membutuhkan waktu kurang lebih 5 – 7 hari untuk poenyelesaian.

Prospek dan Pemasaran. Bagi umat kristiani yang membutuhkan kepraktisan dan tidak memiliki banyak waktu menghias pohon natal, tentunya produk ini menjadi solusi terbaik sehingga diperkirakan prospek ke depannya cukup menjanjikan. Apalagi margin keuntungan yang ditawarkan dari usaha ini cukup besar, yakni sekitar 50 – 70%.  Modalnya tidak terlalu besar namun harga jualnya bisa tinggi, karena proses pembuatan yang cukup lama dan rumit lanaran semua proses dikerjakan secara manual dengan tangan.

Jika Anda salah satu yang tertarik menekuni usaha ini, tak perlu khawatir dalam segi pemasarannya. Ada banyak cara memasarkan produk ini, misalnya saja melalui media online melalui jejaring sosial, blog, ataupun situs-situs jual beli karena memang calon pembeli produk-produk handmade kebanyakan hunting melalui internet. Selain media online, pemasaran melalui bazar, pameran produk kreatif dan kerajinan juga bisa dijadikan pilihan untuk memasarkan produk tersebut, sekaligus memperkenalkan produk Anda. Bisa juga ditawarkan pada lingkungan sekitar dulu, seperti pada teman-teman gereja, ataupun di kantor. Biasanya kemudian akan menyebar dari mulut, pada yang lain dengan sendirinya jika produk kita cukup menarik perhatian.

Kendala. Kendala usaha ini adalah bahan baku yang agak sulit didapatkan, karena bahan perca maupun bahan utuh yang memiliki motif dan desain yang sesuai keinginan tidak selalu ada di pasaran. Jadi ketika melempar contoh dan mulai ada pesanan sering sulit mencari kembali bahan yang sama dengan contoh. Karena itu ketika menemukan dan memutuskan untuk membeli bahan tertentu usahakan beli bahan tidak hanya untuk membuat contoh, tapi juga persiapkan jika ada pesanan. Akhirnya meskipun sifatnya pesanan, made by order namun pembelian bahan baku sebaiknya sudah dilakukan lebih dulu, tidak baru dicari ketika ada pesanan.

Selain itu kendala yang sering ditemui adalah mencari tenaga kerja yang kompeten. Karena dalam proses pembuatan pohon natal handmade sangat dibutuhkan ketelitian, ketelatenan, dan kesabaran tingkat tinggi mengigat proses yang detail dan memakan waktu lama. Jika terjadi satu kesalahan, maka prosesnya harus diulangi kembali.

 

Oleh: Ade Koelich

Produsen Pohon Natal Handmade (Kain Perca)

Jl. Tirtayasa 4 No.10 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.