Kiat Bersaing dengan Kompetitor yang Lebih Dulu Ada

0
192
Food court (dok lh3.googleusercontent.com)

 

Untuk bisa bersaing dengan kompetitor yang lebih dulu ada, kita harus memiliki nilai lebih yang tidak ditawarkan kompetitor atau tawaran kita menutupi kelemahan dari pesaing. Untuk itu pikirkan tawaran apa yang menjadi nilai lebih yang diberikan oleh siomay Anda atau menutupi kelemahan tawaran dari siomay A? Nilai lebih ini bisa bermacam-macam mulai dari bentuk, rasa, bahan yang digunakan, harga, dan lain-lain.

Pilihlah nilai lebih yang berbeda dari siomay A namun juga dirasakan penting bagi konsumen. Sebagai contoh bahan siomay kita lebih segar, rasa lebih variasi, bentuk lebih unik, tanpa pengawet, atau yang lainnya.

Yang penting juga, perhatikan dulu dari segi lokasi bisnis siomay Anda saat ini. Ini sekaligus menjawab pertanyaan nomor dua di atas. Apakah lokasi atau tempat yang digunakan mampu menarik perhatian konsumen atau orang yang lalu lalang? Kalau di atas disebutkan Anda membuka kios di rumah, pastikan apakah kios tersebut sudah mampu menarik perhatian alias mampu membuat mata orang menoleh ke kios Anda? Kita harus merancang kios yang mampu mencuri perhatian mata orang-orang yang lalu lalang di depan kios kita baik yang memakai kendaraan atau berjalan kaki.

Caranya pasang papan nama, pasang spanduk, buat warna cat kios yang mencolok mata, pasang lampu kerlap kerlip atau putar lagu yang bisa membuat orang menoleh ke kita. Isi pesan dari spanduk harus unik dan menggelitik. Misal “Siomay kami dengan saus rasa nano-nano”, “Siomay kami dibuat 100% hari ini”, “Dijamin enak, kalau tidak enak diskon 20%”, dll. Nama kios siomay Anda juga harus unik dan menantang orang mencoba. Contoh nama “Siomay Super Pedazzz”, “Siomay Anti Korupsi”, “Siomay si Amoy”, dll. Kalau perlu sebar brosur di rumah-rumah sekitar pada radius 1-2 km.

Untuk pertanyaan ketiga berkaitan dengan inovasi, Anda bisa melakukan inovasi dari segi produk. Memang inovasi bukanlah sesuatu yang biasa ada, tetapi merupakan terobosan. Bahkan inovasi kadang memang sesuatu yang aneh (asal tidak kebablasan).

Saya ingin beri contoh perbandingan dengan bakpia. Daerah Pathuk, Yogyakarta adalah sentralnya oleh-oleh bakpia. Di sepanjang jalan Pathuk hampir berderetan kios-kios bakpia yang sama, hanya bedanya dari segi nomor angka untuk merek bakpianya seperti Bakpia 25, Bakpia 45, Bakpia 50, dll. Namun terakhir sewaktu saya ke Yogya, saya amati mulai banyak inovasi bakpia. Kalau rasa bakpia yang standar adalah kacang hijau, sekarang mulai ada inovasi bakpia dengan rasa keju, durian, moka, dan lain-lain. Lalu ada juga bakpia crispy yang kering. Nah inilah inovasi yang membuat konsumen tertarik mencoba.

Hal yang sama juga bisa Anda ciptakan inovasi siomay. Contoh inovasi yang bisa Anda lakukan dari segi rasa, saus, tingkat kepedasan, bentuk, cara penyajian, atau yang lainnya. Salah satu rekan saya membuat terobosan siomay dari segi saus yaitu empat pilihan rasa yang boleh dicampur sesuai selera. Dengan inovasi ini siomay-nya lumayan laris.

Jadi silakan Anda membuat kreasi siomay yang tidak ditawarkan kompetitor yang sudah ada. Kalau Anda tidak tertarik mengubah dari segi produk, inovasi juga bisa diciptakan dari segi layanan. Misal menawarkan majalah yang lengkap. Makan siomay sambil membaca majalah atau tabloid yang disediakan di kios.

 

Oleh: ISTIJANTO OEI

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku “Jurus–jurus Sakti Wirausaha

www.istijanto.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.