Sebulan Bisa Jual 30.000 Ekor Udang Hias Red Cherry

0
9078
Udang hias (dok duniaair.com)

 

Mukti mengawali usaha budidaya udang hias jenis Red Cherry sekitar tahun 2008. Modal yang dikeluarkannya saat itu  Rp 200 ribu untuk membeli 100 ekor bibit Red Chery dari seorang importer. Selain itu, Mukti juga  mengeluarkan biaya investasi tambahan untuk membuat kolam semen, sebesar Rp 2 juta. Hanya dalam waktu 3 bulan, modal awal tersebut sudah bisa kembali.

Produk. Di kolamnya, Mukti memelihara dan menjual udang hias jenis Red Cherry, yang mempunyai ciri warna merah yang cemerlang yang dominan dengan selingan warna putih. Udang jenis ini biasa dipelihara pehobi untuk mempercantik  akuarium air tawar dalam tatanan aquascape. Tak hanya berfungsi sebagai komponen yang menghiasi, Red Chery juga dipelihara untuk tujuan memakan kotoran ganggang dan organik yang membuat Udang Red Cherry menjadi awak pembersih akuarium. Udang ini yang sangat mudah beradaptasi di akuarium air tawar mana pun dengan penyaringan dan kualitas air yang baik.

Karena sifatnya yang lebih adaptif, pemeliharaan dan budidaya Red Chery lebih mudah dilakukan. Karena itu Mukti memilih memelihara jenis ini. Sayangnya karena mudah dan cukup banyak di pasaran, harga jualnya lebih murah dibanding jenis lain. Meski demikian, Mukti jadi bisa memenuhi kebutuhan pasar lebih besar.

Sewaktu baru mengawali usahanya harga udang hias cukup tinggi sekitar Rp 2 ribu/ekor namun saat ini harga per ekornya sudah turun mencapai Rp 200/ekor. Lantaran sudah banyak penduduk sekitar menjalani usaha budidaya udang hias sejenis, sehingga harga pasaran untuk udang menurun. Namun begitu, dalam sebulan, ia masih mampu menjual udang hias jenis Red Cherry sebanyak 30.000 ekor ke pasaran.

Umur udang yang sudah bisa dijual mencapai 1–1,5 bulan dengan ukuran 1,8–2 cm. Tidak hanya untuk pasar lokal, udang hias Red Chery juga diekspor. Mukti sendiri, sering menjual udangnya ke eksportir atau pada para pengepul yang menjadi supplier ekportir udang hias.

Meski Mukti hanya membudidaya udang hias jenis Red Cherry saja, namun apabila ada permintaan untuk udang jenis lain, misalnya jenis Red Crystal, maka Mukti akan memesan kepada temannya, biasanya ia tinggal menghubungi melalui telepon kemudian pesanan dikirim ke tempatnya. Tidak hanya Mukti yang membudidayakan, namun ada beberapa pembudidaya lain dengan jenis–jenis yang berbeda, seperti  Red Cherry, Red Crystal, dan Black Crystal.

Teknik Budidaya Red Chery. Peralatan yang dibutuhkan untuk proses pembudidayaan adalah kolam semen berukuran 1,5 x 1 meter dengan kedalaman sekitar 50 cm dan saringan. Udang jenis Red Cherry ini tidak sulit untuk diperbanyak. Proses membudidaya udang hias  juga cukup mudah.

Langkah pertama ialah  dengan mengendapkan air sungai selama dua hari. Digunakan aiar sungai, karena karakter air sungai ini juga sesuai dengan habitat asli udang hias air tawar ini. Meski demikian tetap harus diendapkan terlebih dulu untuk mendapatkan pH yang berkisar 6–7 dan suhu yang pas. Proses pengendapan air tersebut berfungsi agar udang tidak mati saat dimasukkan ke tempat baru.

Kemudian dimasukkan induk jantan dan betina secara bersamaan. Perbedaan antara indukan betina dengan jantan tidak terlalu berbeda bila dilihat dari corak warna. Yang membedakan dapat dilihat dari bentuk fisiknya, indukan betina dapat dilihat dari perutnya bila sedang mangandung terlihat telur-telurnya, sedangkan corak warnanya sama saja yaitu merah yang terdapat pada keseluruhan bagian tubuh udang, ukuran betina lebih besar sedangkan ukauran pejantan lebih kecil.

Taruh eceng gondok di dalam kolam untuk memudahkan proses perkawinan, dan sebagai tempat telur–telur udang sehingga tidak jatuh ke dasar tanah atau kolam.  Nantinya, sang betina akan membawa (digendong) telur-telurnya yang berwarna kekuningan di di bawah ekornya sampai dengan telur menetas dalam waktu sekitar 30 hari. Udang yang baru lahir tersebut akan tampak seperti udang dewasa mini dan mereka akan memakan pakan yang sama seperti udang-udang dewasa.

Setelah 2–3 bulan, angkat udang secara keseluruhan, mulai dari indukan sampai anak yang sudah menetas. Udang yang telah berukuran lebih dari 1,5 cm dipindahkan ke kolam lain untuk pembesaran.

Untuk pemberian pakan, Mukti biasanya memberikan pelet merek Feng Lie yang ia beli di pasar Parung. Pemberian pakan ini cukup satu kali dalam sehari, misalnya pada pagi atau sore hari saja. Namun, apabila ingin udang–udang tersebut cepat tumbuh, bisa juga diberi makan dua kali, yaitu pada pagi dan sore.

Jenis penyakit yang menyerang udang jenis Red Cherry ini hampir tidak ada.  Dengan demikian, bila  ada kendala terutama hanya berkait  pada faktor air, apabila kondisi air tidak diperhatikan, maka akan mempengaruhi proses perkawinan. Bila kondisi air tidak sesuai, kemungkinan udang hidup hanya sekitar 20%. Faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan dari proses perkawinan udang jenis Red Cherry ini adalah cuaca. “Kalau cuaca teratur dan bagus, maka perkawinan bisa berjalan dengan baik dan mengurangi persentase kematian udang,” jelas Mukti.

Dalam mengelola usahanya ini, Mukti dibantu oleh dua orang karyawan yang bertugas untuk memberikan pakan untuk udang-udangnya. Sementara Mukti menangani pemasaran dan penyediaan stok pakan. Upah yang diberikan kepada kedua karyawannya masing-masing Rp 1 juta per bulan.

Pengeluaran Mukti yang lain adalah untuk membeli pakan udang merek Feng Lie sebanyak 5 kg dengan harga Rp 27 ribu per kg, transportasi Rp 500 ribu, upah petani sebanyak 2 orang masing–masing Rp 1 juta, biaya untuk 5 kg packing plastik berukuran 40 cm x 60 cm Rp 22 ribu per kg, serta satu buah tabung oksigen seharga Rp 80 ribu.

Promosi dan Pemasaran. Selama ini promosi yang dilakukan Mukti dengan cara menawarkan dari mulut ke mulut kepada pelanggannya mulai dari pembeli lokal hingga eksportir yang sudah dikenalnya. Namun, karena sebagian besar pembeli telah mengetahui daerah Ciampea merupakan penghasil udang hias, maka Mukti tidak terlalu sulit untuk menawarkan kepada pembeli.

Daerah jangkauan pemasaran Mukti meliputi Bekasi, Cibinong, Sawangan, Depok, dan daerah-daerah Bogor lainnya. Calon pembeli yang berminat membeli udang hias milik Mukti biasanya menelepon ke ponsel pribadinya dan pesanan langsung dikirim. Namun, terkadang ada juga yang datang ke lokasi untuk melihat langsung. Untuk mengirimkan pesanan udang hias, Mukti memakai jasa ojek dengan ongkos kirim berkisar Rp 80–100 ribu. Minimal order untuk pemesanan udang yang dikirimkan biasanya mencapai 5.000–10.000 ekor.

Tidak hanya untuk pasar lokal, pemesanan juga hingga ke Jambi bahkan luar negeri. Beberapa negara yang memesan udang hias Red Cherry kepadanya berasal dari Singapura, Siria, dan Amerika. Untuk menawarkan udang Red Cherry yang biasa dilakukan Mukti dengan cara mengirimkan udangnya ke eksportir, sebagian ada yang diambil oleh pengepul yang menjadi supplier bagi eksportir.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.