Sambut Lebaran, Sejumlah Bandara Merugi

0
299

Sepekan sebelum lebaran, masyarakat diramaikan dengan harga tiket pesawat domestik yang semakin mahal. Jika dibandingkan jelang lebaran tahun lalu, kenaikannya pun tak sedahsyat kali ini.

Sontak masyarakat yang pusing dengan harga tiket pesawat yang melambung tinggi, mengunggah beberapa tarif tiket domestik berbagai kota yang diperoleh melalui online daring ticketing. Misal saja tiket peswat Jakarta-Makassar yang mencapai Rp 24 juta dan harga terendah Rp 3,2 juta.

Selain penerbangan langsung yang kabarnya sudah sold out, ditawarkan tiket penerbangan transit dengan harga Batik Air Jakarta-Makassar transit Surabaya seharga Rp 6,6 juta. Sedangkan tiket Garuda Indonesia dengan transit di Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie hatganya Rp 8,6 juta. Yang mencengangkan tiket kelas bisnis Garuda Indonesia transit via Jayapura harganya Rp 24,5 juta.

Dampak mahalnya tiket pesawat dikeluhkan pengelola Bandara Sultan Hasanuddin karena berdampak pada sepinya penumpang pesawat. Jika dibandingkan selama 5 tahun terakhir penurunan jumlah penumpang terbesar. Padahal menurut Wahyudi, GM Angkasa Pura I biasanya terjadi kenaikkan 13%.  Kontan, Bandara Sultan Hasanuddin semakin lengang tanpa antrean penumpang menuju pintu keberangkatan.

Ruang tunggu yang sepi juga terlihat di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Devy W Suradji, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) mengatakan penurunan jumlah penumpang di bandara-bandara yang dikelolanya terjadi penurunan 3,5 juta orang pada kuartal pertama 2019 dari 13 bandara. Mahalnya harga tiket dan sudah tampungnya tol trans Jawa membuat masyarakat beralih menggunakan tol dengan waktu tempuh yang semakin cepat.

Penurunan jumlah penumpang juga terjadi di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. Bahkan penumpang sepi telah terjadi selama 4 bulan terakhir. Dampak sepinya penumpang pesawat, bandara dibawah PT Angkasa Pura II itu dikatakan Jaya Tahoma Sirait, Executive General Manager Bandara SSK II, merugi Rp 12 miliar selama 4 bulan, atau rata-rata Rp 3 miliar perbulannya.

Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh juga terlihat sepi dengan jumlah penurunan penumpang mencapai 30%. Tak jarang, banyak yang memilih transit ke Malaysia dulu demi harga tiket yang lebih terjangkau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.