Libur Panjang Picu Lonjakan Perjalanan, Pertumbuhan Positif Sektor Pariwisata Makin Terasa

0
65
Libur Panjang Picu Lonjakan Perjalanan, Pertumbuhan Positif Sektor Pariwisata Makin Terasa
Libur Panjang Picu Lonjakan Perjalanan, Pertumbuhan Positif Sektor Pariwisata Makin Terasa (Dok Foto: Kemenpar)
Pojok Bisnis

Pertumbuhan Positif Sektor Pariwisata kembali terlihat dalam kinerja industri pariwisata Indonesia sepanjang awal 2026. Di tengah dinamika global dan berbagai tantangan domestik, sektor ini tetap menunjukkan ketahanan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan serta aktivitas perjalanan di dalam negeri.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa tren ini menjadi indikator penting pemulihan sektor pariwisata yang semakin solid. Pemerintah, kata dia, tidak hanya mengejar peningkatan angka kunjungan, tetapi juga menitikberatkan pada kualitas, keberlanjutan, serta dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, berbagai kebijakan terus diperkuat agar Pertumbuhan Positif Sektor Pariwisata dapat berlanjut secara konsisten. Pendekatan yang dilakukan mencakup pemantauan berkala terhadap indikator kinerja serta implementasi strategi yang lebih terukur untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata nasional.

Dari sisi wisatawan mancanegara, data menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada Februari 2026, jumlah kunjungan mencapai 1,16 juta, naik lebih dari 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara akumulatif, sepanjang Januari hingga Februari 2026, total kunjungan mencapai 2,35 juta atau tumbuh sekitar 7,7 persen.

PT Mitra Mortar indonesia

Wisatawan asal Malaysia masih mendominasi kunjungan ke Indonesia, disusul oleh wisatawan dari China, Singapore, Australia, dan Timor Leste. Komposisi ini mencerminkan pasar utama yang tetap stabil sekaligus menjadi peluang untuk pengembangan promosi yang lebih terarah.

Lonjakan Wisata Domestik Dorong Aktivitas Ekonomi

Selain wisatawan asing, pergerakan wisatawan nusantara juga menjadi pilar penting dalam menjaga Pertumbuhan Positif Sektor Pariwisata. Pada Februari 2026, tercatat sekitar 91,14 juta perjalanan domestik, meningkat tipis dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisatawan dalam negeri mencapai 193,17 juta pada dua bulan pertama tahun ini. Meski sempat mengalami sedikit koreksi, tren kembali menguat pada Maret seiring momentum libur panjang, termasuk Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.

Selama periode libur 13 hingga 29 Maret 2026, mobilitas wisatawan menuju destinasi prioritas tercatat mencapai 12,77 juta perjalanan. Angka ini meningkat hampir 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut memperkuat indikasi bahwa Pertumbuhan Positif Sektor Pariwisata tidak hanya ditopang oleh wisatawan mancanegara, tetapi juga oleh pasar domestik yang besar.

Dampak dari peningkatan aktivitas ini turut dirasakan oleh pelaku usaha di sektor pariwisata, mulai dari perhotelan, transportasi, hingga pelaku UMKM di daerah tujuan wisata. Momentum liburan terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal secara signifikan.

Di sisi lain, jumlah wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri justru mengalami penurunan. Pada Februari 2026, tercatat sekitar 701 ribu perjalanan ke luar negeri, turun lebih dari 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara kumulatif, angka tersebut juga mengalami penurunan sekitar 2,3 persen.

Kondisi ini berdampak positif terhadap neraca pariwisata nasional. Jumlah kunjungan wisatawan asing yang lebih tinggi dibandingkan wisatawan keluar menghasilkan surplus devisa. Pada Februari 2026, surplus tercatat sekitar 0,46 juta kunjungan, sementara secara kumulatif mencapai 0,64 juta.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan