Komunitas Vespa Indonesia Mirip dengan Inggris

(Ilustrasi: Pexels.com/Faisal Hijjaz)

Nusa Dua, Bali – Vespa World Club Former President (2012-2021) Martin Stift menyatakan komunitas Vespa Indonesia bila dibandingkan dengan komunitas yang umum seperti di Eropa, memiliki kesamaan dengan komunitas Vespa di Inggris. Stift mengatakan itu di acara Vespa World Days 2020/2022 yang dihelat di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, pada 9-12 Juni 2022.

“Budaya dan jiwanya cukup sama dengan yang ada di Inggris. Seluruh Eropa diorganisir oleh klub Vespa dan klub lain, atau klub skuter. Di Inggris, sebagian besar adalah klub skuter dan anggotanya campuran, seperti di sini. Sehingga apa yang kami lihat di sini adalah sebagian besar klub skuter. Sebanyak 99 persen adalah klub skuter, tetapi hanya mengendarai Vespa,” kata Stift, dikutip pada Jumat(10/6).

Hal lain yang disoroti oleh Stift adalah adanya rompi (vest) yang dikenakan oleh komunitas Vespa di Indonesia. Menurutnya, ini adalah hal yang begitu berbeda jika dibandingkan dengan komunitas Vespa di Eropa dan Amerika Serikat.

“Selain itu, mereka (komunitas Vespa Indonesia) juga menggunakan rompi. Di Eropa, komunitasnya hanya berkendara. Di Eropa dan Amerika, Anda tidak akan melihat itu (rompi) bersama dengan Vespa,” kata pria asal Austria tersebut.

Tak hanya itu, aspek unik lain dari komunitas Vespa Indonesia yang disoroti oleh Stift adalah banyaknya pengendara wanita yang ikut masuk dalam komunitas maupun berkendara.

“Ini adalah hal yang spesial, dimana banyak wanita mengendarai Vespa di Indonesia. Terdapat perspektif tertentu mengenai negara berkembang dan negara dengan mayoritas Muslim,” jelas Stift.

“Ini adalah alasan lain yang harus kita tunjukkan bahwa hal itu tidak selalu hitam putih. Ini adalah komunitas di mana wanita dan pria bekerja dengan benar, bersama. Saling membantu yang merupakan sebuah gambaran baik,” ujarnya menambahkan.

Pria yang menjabat sebagai presiden Vespa World Club selama 9 tahun tersebut mengatakan bahwa hal tersebut ia rasa penting.

“Anda tidak dapat membayangkan seberapa pentingnya untuk mendorong wanita di Eropa dan Amerika untuk pergi ke jalan dan mengatakan bahwa mereka juga bagian dari komunitas,” kata Stift.

“Sehingga, dengan itu, banyak hal yang dapat saya bilang unik dan luar biasa dari Indonesia,” imbuhnya.

Setelah biasanya dihelat di Eropa, Vespa World Days kini digelar untuk kali pertama di Asia, dan Pulau Bali menjadi tuan rumah ajang berkumpulnya para pencinta Vespa dunia tahun ini.

Vespa World Club Former President (2012-2021) Martin Stift mengatakan, pihaknya memilih Bali karena mencari tempat yang sudah dikenal banyak orang, kaya akan budaya, dan Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki komunitas Vespa terbesar di dunia.

“Memang ada beberapa pertanyaan dari orang Eropa, mengapa saya itu support penyelenggaraan VWD di Indonesia karena tempat ini sangatlah jauh (dari Eropa). Sebab VWD selalu diadakan di sana,” ungkap Stift, dikutip pada Jumat.

“Kemudian saya bilang, disini memiliki komunitas yang terbesar di dunia. Masyarakat di sini juga baik, terbuka, negaranya cantik, semuanya lengkap. Jadi, tidak ada alasan untuk tak mengelarnya di Indonesia,” ujarnya menambahkan.

Ada pun seharusnya Vespa World Days Bali dihelat pada tahun 2020. Stift mengatakan, jika tidak ada pandemi, akan lebih banyak komunitas Vespa dari negara-negara Barat yang ikut, dengan estimasi sampai 500-600 orang peserta.

“Karena ada dua tahun yang kita tunda karena ada pandemi dan lain sebagainya, pesawat juga lebih mahal, jadi sangat berkurang untuk Vespa di negara lain untuk ikut,” kata dia.

Pria asal Austria tersebut mengatakan, ia sangat ingin menunjukkan komunitas Vespa Indonesia kepada dunia.

“Lalu, kita juga ingin menunjukkan kepada mereka (dunia/pecinta Vespa di Eropa) secara langsung bahwa orang-orang di Indonesia sangat cinta dengan Vespa dan antusiasmenya tinggi sekali,” kata dia.

Lebih lanjut, Stift mengatakan ada kemungkinan Indonesia menjadi tuan rumah dari Vespa World Days di masa mendatang.

“Ya, tentu saja. Karena masih banyak tempat yang tersedia dan menarik di Indonesia,” kata dia.

Di sisi lain, PR & Communications Manager PT Piaggio Indonesia Ayu Hapsari mengatakan pihaknya sama antusiasnya dengan para pecinta Vespa di Indonesia dalam menyambut acara ini.

“Yang pasti kami dari Piaggio Indonesia sangat senang sekali akhirnya teman-teman Vespa Lovers bisa kumpul di sini. Sebab ini event pertama kami setelah pandemi kemarin, kita semua tanpa mengenal apapun Vespanya kumpul di Bali, Indonesia dan semua bisa menikmati apa yang kami hadirkan di sini,” kata Ayu.

Piaggio Indonesia memboyong jajaran kendaraan dengan kampanye “Live Free Live Collourfully”, yang diharapkan mampu memancarkan kebahagiaan bagi pencintanya. Selain itu, ada pula helm edisi terbatas khusus Vespa World Days Bali yang tersedia hanya 2.022 buah.

“Kami harap kalian semua, yang datang maupun belum sempat datang dapat merasakan kebahagiaan yang sama terhadap acara ini,” kata Ayu.