Kiat Pemasaran Usaha Showroom Mobil saat Pandemi

0
10
dok mobil123.com

Masalah bisnis Anda menyangkut bagaimana trik menjual mobil baik secara cash maupun kredit di tengah persaingan bisnis showroom mobil yang menjamur? Apa yang bisa dilakukan? Sebelum memberikan tips-tipsnya, ada beberapa informasi yang sebenarnya saya perlukan untuk mengetahui kondisinya.

Usaha di bidang yang berhubungan dengan otomotif ini memiliki prospek yang cukup baik. Salah satunya adalah bisnis jual beli mobil, pasalnya dipengaruhi penjualan mobil yang tahun lalu sudah membukukan angka yang sangat besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kemudian mobilitas manusia yang semakin tinggi dengan kendaraan sebagai alat transportasinya, menjadikan usaha seperti jual beli mobil semakin meningkat peminatnya. Lalu bagaimana strategi yang perlu dilakukan di tengah persaingan bisnis showroom mobil yang menjamur ini?

Pertama, siapa target pasar Anda? Kalangan atas, menengah, atau bawah? Kalau kalangan menengah pilih lokasi showroom yang sesuai dengan target pasar Anda yaitu daerah-daerah yang sering dilintasi oleh orang-orang dari kalangan menengah. Seperti banyak orang yang lalu lalang, dan sebagai jalur antara pemukiman dan perkantoran. Kalau kalangan atas, pilih lokasi showroom dekat dengan daerah pemukiman elit, pusat perbelanjaan mewah, di pusat kota. Jadi penempatan lokasi itu sangat penting.

Kedua, menjalin kerja sama dengan leasing, seperti Adira, Oto, dll. Sehingga Anda dapat menjual barang secara kredit, karena konsumen banyak juga yang ingin melakukan pembelian secara kredit.

Ketiga, menjalin kerja sama dengan instansi-instansi atau perusahaan. Jadi bagi karyawan yang belum memiliki mobil atau ingin membeli mobil dapat mengambil di showroom Anda secara cash atau kredit.

Keempat, display showroom harus menarik dan terbuka, sehingga mobil terlihat keluar, dan usahakan mobil selalu dalam kondisi mengkilap.

Kelima, adakan diskon atau promo di showroom Anda. Kegiatan ini tentu akan menarik konsumen untuk datang dan membeli mobil di showroom Anda.

Oleh: Bambang Wahyu Purnomo
Pengamat Wirausaha