ADHI Rampungkan Tol Pertama di Banda Aceh

0
83

ADHI telah menyelesaikan pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 4 sesuai jadwal. Jalan tol ini merupakan bagian dari mega proyek Tol Trans Sumatera. Kegiatan dilaksanakan pada pagi hari ini di Pintu Tol Blang Bintang, yang terletak di Teupin Batee, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo, didampingi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit.

Tol Sigli-Banda Aceh nantinya akan terbentang sepanjang 74,2 km. Hingga Agustus 2020, progres dari
seluruh pekerjaan konstruksi telah mencapai 49,6% dengan rincian, sebagai berikut:
1. Progres Konstruksi Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum sepanjang 25km mencapai 19,2%
2. Progres Konstruksi Seksi 2 Seulimeum-Jantho sepanjang 6km mencapai 40,5%
3. Progres Konstruksi Seksi 3 Jantho-Indrapuri sepanjang 16km mencapai 65%
4. Progres Konstruksi Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 14km mencapai 100%
5. Progres Konstruksi Seksi 5 Blang Bintang-Kota Baru sepanjang 8km mencapai 15,1%
6. Progres Konstruksi Seksi 6 Kota Baru-Baitussalam sepanjang 5,2km mencapai 32,7%

Pengerjaan jalan tol Sigli-Banda Aceh ini menggunakan implementasi program BIM (Building Information Modelling) dalam perencanaan dan desain proyek, serta mengganti pengecoran concrete barrier yang bersifat konvensional. Selama proses pembangunannya, ADHI mempertimbangkan rute terbaik yang memberi manfaat pada jalur yang dilalui, tanpa mengorbankan lahan-lahan produktif.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan keadaan sekitar, sambil turut membuka potensi baru untuk pemerataan pembangunan dan percepatan tumbuhnya sumber ekonomi baru di sekitar jalur proyek.

Tol Sigli-Banda Aceh merupakan tol pertama di wilayah Banda Aceh. Kehadirannya diyakini akan membawa dampak positif, salah satunya mempersingkat waktu tempuh perjalanan yang semula memakan waktu hingga 3 jam perjalanan, kini hanya menjadi 1 jam perjalanan. Hal ini juga memicu perkembangan ekonomi masyarakat sekitar, karena kini aksesibilitas semakin mudah. Selain itu, meminimalisir beban biaya untuk proses distibusi dan transportasi dari pertukaran barang dan jasa warga.