Batik Air Safe Travel Campaign, Komitmen Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

0
131
Safe Travel Campaign 4: (kiri-kanan): pramugari Batik Air; Managing Director Lion Air Group: Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi; Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie; Ketua INACA, Denon Prawiraatmadja; Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran dan CEO Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin;

Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group mengumumkan menjalankan kampanye kenyamanan dan keselamatan perjalanan udara (safe travel campaign) yang diselenggarakan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK) dengan ditandai penerbangan nomor ID-6888 tujuan Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO) serta pada Minggu (09/ 08) rute Kualanamu ke Soekarno-Hatta dengan penerbangan nomor ID-6891.

Safe Travel Campaign ini bersama Indonesia National Air Carriers Association atau INACA, Angkasa Pura II selaku pengelola bandar udara serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Pelaksanaan oleh Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie; Managing Director Lion Air Group: Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi; Ketua INACA, Denon Prawiraatmadja; CEO Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin beserta jajaran; Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, serta Operation Director of Batik Air, Capt. Zwingly Silalahi dan perwakilan jajaran Board of Director Lion Air Group.

Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie mengatakan topik kampanye mengusung #SafeTrip #SafeFlight #SafeHealth bertujuan pelaksanaan penerbangan Lion Air Group sesuai ketentuan berlaku yang memenuhi aspek keamanan, keselamatan perjalanan udara (safety first), tetap melakukan protokol kesehatan serta tidak menyebabkan penyebaran Covid-19. Dengan demikian bepergian menggunakan pesawat udara tetap aman, selamat dan nyaman.

Batik Air menegaskan, Safe Travel Campaign menjadi bagian tindakan preventif dan antisipasi utama mengenai masa waspada pandemi corona virus disease (covid-19). Langkah tersebut merupakan rangkaian program rutin dalam menyampaikan berbagai informasi penting terhadap aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, terutama berkaitan dengan sisi kesehatan serta kepentingan manusia (human interest) yang mencakup dari karyawan/ staf dan pengguna jasa penerbangan atau publik.

Batik Air menghimbau dan meminta kepada seluruh karyawan dan tamu Batik Air, agar memperhatikan dan mengikuti rekomendasi pedoman protokol kesehatan.

Untuk pelaksanaan operasional penerbangan, kampanye keselamatan meliputi pengaturan ketika antre pelaporan (check-in), di ruang tunggu, mulai masuk ke kabin pesawat (boarding).

  1. Tiba lebih awal sebelum keberangkatan.
  2. Menunjukkan kartu identitas diri yang sah (KTP atau tanda pengenal lainnya),
  3. Mengenakan masker sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat hingga mendarat dan saat kedatangan serta keluar dari bandar udara,
  4. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan pembunuh kuman (hand sanitizer),
  5. Mengikuti aturan jarak aman (physical distancing) selama di terminal bandar udara,
  6. Menjaga kebersihan selama berada di dalam pesawat,
  7. Mengikuti petunjuk awak pesawat,
  8. Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) yang dapat diakses (download) melalui aplikasi seluler e-HAC Indonesia (Android) atau http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac .

Standar operasional prosedur selama masa waspada pandemi Covid-19, meliputi:

  1. Semua awak pesawat yang aktif terbang sudah melakukan uji atau tes kesehatan dengan hasil negatif,
  2. Pemeriksaan kesehatan awak pesawat tetap dilakukan sebelum penerbangan (pre-flight health check), guna menentukan kondisi sehat serta laik terbang (airworthy for flight),
  3. Semua pesawat sebelum terbang dilaksanakan penyemperotan desinfektan, dalam upaya memastikan sterilisasi dan kebersihan pesawat,
  4. Peningkatan kegiatan kebersihan pesawat udara secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC), meliputi ruang kemudi (flight deck); dapur (galley); kamar kecil (lavatories), termasuk pintu, pegangan pintu, wastafel dan tempat sampah; alas makan dan pegangannya; fasilitas hiburan (in-flight entertainment) termasuk remote control; pegangan pembuka rak bagasi kabin (luggage storage bin handle); overhead lighting, ventilasi udara dan call button; sandaran kursi; penutup tempat duduk (seat covers); sabuk pengaman (seatbelts); sandaran kepala tempat duduk (seat headrests); karpet lantai; jendela dan penutup jendela; asilitas penumpang lainnya; dan ruang kargo (cargo compartment).
Safe Travel Campaign 3 (kiri-kanan): pramugari Batik Air; Managing Director Lion Air Group: Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi; Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie; Ketua INACA, Denon Prawiraatmadja; Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran

Batik Air menyampaikan, bahwa pesawat jet Airbus dan Boeing yang dioperasikan termasuk kategori generasi modern yang memiliki sistem penyaringan udara kabin dan partikel yang kuat, yakni dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter.

Perangkat tersebut terpasang dan bekerja menggunakan sejumlah metode filtrasi yang menyaring lebih dari 99,9% jenis partikel dalam berbagai ukuran, termasuk virus dan bakteri

  1. Menjaga kebersihan dan sterilisasi untuk peralatan pendukung seperti kendaraan pendorong pesawat (pushback car), bus penghubung (neoplane), tangga masuk pesawat untuk penumpang dan kargo, kendaraan pengangkut barang dan kargo.
  2. Awak pesawat, teknisi, flight operation officer (FOO), petugas layanan darat (ground handling) dan staff layanan lainnya, Lion Air Group harus mengikuti protokol kesehatan, yakni pengecekan suhu badan, menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan, membersihkan tangan dengan cairan (hand sanitizer), penggunaan sarung tangan (disposable gloves) dan wajib menggunakan masker,
  3. Mengoptimalkan pengaturan jarak aman antarpenumpang (physical distancing) dalam kabin pesawat pada penerbangan, yang tetap memperhatikan aspek keselamatan penerbangan.
  4. Mengurangi interaksi langsung (contactless) antara sesama awak pesawat, antara sesame teknisi, antara sesame FOO, antara sesama ground staff serta dengan  penumpang;
  5. Menyediakan hand sanitizer, sabun dan air mengalir untuk mencuci tangan di pesawat udara;
  6. Memberikan pelatihan untuk awak pesawat dalam hal penggunaan Alat Perlindungan Pribadi (Personal Protection Equipment /PPE),
  7. Dan tindakan preventif lainnya.

“Sejak diperkenalkan dan didirikan pada Mei 2013, Batik Air mengusung konsep sebagai maskapai penyedia layanan penuh (premium service airlines), yang menawarkan kepada tamu fasilitas dalam penerbangan, yaitu hiburan (inflight entertainment) berupa konten pada layar di setiap kursi (audio video visual on demand), sajian makanan (inflight meals),” ujar Capt. Achmad Luthfie

Penerbangan perdana dimulai dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Manado melalui Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Sulawesi Utara. Sampai saat ini, Batik Air telah memperluas jaringan lebih dari 45 kota tujuan domestik dan internasional mencakup Singapura – Bandar Udara Internasional Changi (SIN); Kuala Lumpur – Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia (KUL); Penang – Bandar Udara Internasional Penang, Malaysia (PEN); Bangkok – Bandar Udara Internasional Don Mueang, Thailand (DMK); Chennai – Bandar Udara Internasional Chennai, Tirusulam, Tamil Nadu, India (MAA); Perth – Bandar Udara Internasional Perth di sebelah selatan Guildford, Australia Barat (PER); Guilin – Bandar Udara Internasional Liangjiang Guilin, Guangxi (KWL); Kunming – Bandar Udara Internasional Kunming Changshui, Yunnan (KMG); Nanning – Bandar Udara Internasional Nanning Wuxu, Guangxi (NNG); serta Taipei – Bandar Udara Internasional Taoyuan, Taipei, Taiwan (TPE).

Batik Air senantiasa mengembangkan full-service sejalan meningkatkan jaringan serta kualitas layanan. Batik Air melayani konektivitas terjangkau dan mempunyai frekuensi penerbangan mencapai lebih dari 350 perhari dengan rata-rata tingkat ketepatan waktu (OTP) 92.63%.

Pada 2003 hanya mengoperasikan satu Boeing 737-900ER, kini kekuatan Batik Air didukung armada berteknologi modern dan fitur-fitur yang memberikan kenyamanan setiap tamu ketika berada di kabin,  terdiri dari 44 Airbus 320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi), 25 Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi) serta satu Airbus 320-200NEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi).

Pengoperasian pesawat generasi terbaru menjadi bagian keseriusan Batik Air, yang diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman para tamu ketika in-flight di kelas premium services airlines serta diharapkan bisa menambah tingkat kepercayaan dan loyalitas dari para tamu kepada Batik Air.

“Batik Air mengucapkan terima kasih atas pilihan dan kesetiaan para tamu yang telah memilih Batik Air dalam perjalanan. Berbagai rekomendasi dan referensi yang sudah diberikan kepada perusahaan, akan Batik Air jadikan sebagai salah satu dalam peningkatan kualitas layanan,” lanjut Capt. Achmad Luthfie

Batik Air juga menyampaikan terima kasih kepada regulator, pemerintah daerah, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara serta mitra yang telah mendukung kelancaran operasional Batik Air selama ini. Kedepan, sinergitas akan terus terjalin dan terlaksana secara tepat

Batik Air telah memperoleh sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari International Air Transport Association (IATA) ketiga kalinya. Hal ini menunjukkan bahwa, pertama, level keselamatan di seluruh organisasi Batik Air meningkat. Kedua, citra layanan di mata publik dan tamu semakin membaik. Ketiga,  aspek kualitas dalam industri penerbangan sesuai standar internasional.

Batik Air terus merefleksikan fokus untuk mampu menghadapi tantangan kondisi sekarang dan analisis peluang serta bisa kembali terbang melayani para tamu. Batik Air memastikan dapat mematuhi semua peraturan dan persyaratan yang ditetapkan oleh regulator.