Kisah Banting Setir Malvin Juan yang Menginspirasi

0
117

Berkeliling menggunakan sepeda listrik untuk mengantarkan makanan adalah suatu hal yang tak pernah terbayangkan akan dilakukan Malvin Juan. Pria yang bekerja di bidang event organizer itu kini “banting setir” menjadi pengantar makanan dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan. Simak ceritanya menjajal pengalaman baru di tengah pandemi.

Ibarat sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui

“Lo mah udah mapan kali kerja di event, ngapain cari kerja lagi”. Kata tersebut pernah saya dengar dari teman saya, saat saya bercerita kalau saya merasa kurang produktif jika tidak ada project yang saya tangani. Hidup tidak ada yang tahu, mungkin hari ini bisa senang-senang dan santai. Tapi besok belum tentu.

Bekerja di bidang event organizer memang membuat saya memiliki waktu kerja yang cukup fleksibel dibandingkan orang lain. Saya juga orangnya memang senang memiliki banyak kegiatan, dari bekerja, olahraga, sampai ngumpul dengan komunitas lari di Gelora Bung Karno yang sudah seperti rumah kedua. Tapi rasa bosan saya masih juga belum hilang. Saya pun berpikir kalau hidup saya begini-begini terus dan tidak ada tantangan, pasti akan membosankan dan tidak berkembang.

Saya pun mulai mencari kegiatan-kegiatan apa yang mungkin bisa membuat saya lebih produktif. Saya dari dulu punya prinsip hidup yang selalu saya pegang teguh, yaitu menjadi orang yang produktif dan bermanfaat. Karena sebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya. Beberapa kali saya melihat ada sepeda elektrik berwarna hijau lalu-lalang di jalan sekitar Jakarta Selatan. Setelah saya cari tahu, orang-orang yang mengendarai sepeda elektrik tersebut adalah bagian dari layanan pengantaran makanan dari Grab, GrabFood.

Bersepeda sih sudah sering, tetapi bersepeda sambil antar makanan untuk orang lain, itu hal yang baru. Saya merasa bahwa kegiatan ini bisa menjadi jawaban rasa bosan, sekaligus menjadi tantangan baru. Pertama, saya yakin bahwa layanan baru ini akan terus berkembang sebagai salah satu layanan yang unik, seru, dan tentunya ramah lingkungan. Kedua, saya sangat suka olahraga, dengan bergabung di layanan ini saya juga bisa mencari uang sambil menjalankan hobi. Dan yang paling penting, saya bisa bertemu banyak orang dari berbagai macam latar belakang yang berbeda. Kalau kata orang, ibarat sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

Awalnya, kegiatan saya di jasa pengantaran makanan dengan sepeda elektrik atau nama kerennya, GrabWheels, ini hanya untuk mengisi waktu senggang saja, karena saya tahu jangkauan pengantarannya tidak begitu jauh dan sudah saya perkirakan juga bagaimana saya membagi waktu dengan pekerjaan utama saya. Ternyata, setelah bergabung semuanya di luar ekspektasi saya. Saya bisa mengantar lebih dari 17 kali sehari dan saya sangat senang setiap hari bisa bertemu dengan mitra pengantaran GrabWheels lainnya, teman-teman di restoran dan para pelanggan.

Lama-kelamaan saya jadi sangat enjoy memulai hari dan nge-bid sebagai mitra pengantaran GrabFood menggunakan GrabWheels ini. Saya pun selalu memperhatikan cara melayani para pelanggan antara lain dengan selalu memastikan bahwa saya selalu memakai atribut lengkap, rapi, dan harum meski bekerja di bawah sengatan matahari. Ini saya lakukan berdasarkan pengalaman bekerja di bidang jasa dimana hal-hal seperti ini harus sangat diperhatikan.

Gengsi? Ngapain! Malu sama pekerjaan sudah engga jaman!

Setelah beberapa bulan menjadi mitra pengantaran GrabFood menggunakan armada GrabWheels, saya mulai dekat dengan mitra pengantaran lainnya. Terlebih lagi di GrabWheels, kami cenderung seperti komunitas. Kalau saya boleh bandingkan, kami ini seperti teman-teman satu sekolah di angkatan yang sama. Shelter kami hanya satu, di sana kami setiap hari bertemu dengan orang yang sama, mirip seperti anak sekolah setiap hari ketemu teman sekelasnya.

Saya juga sering berbagi pengalaman kepada teman-teman lainnya. Orang-orang yang tergabung sebagai mitra pengantaran GrabWheels ini berasal dari latar belakang yang berbeda, ada yang berprofesi sebagai guru, ibu rumah tangga, pedagang dan lain-lain dimana mungkin beberapa dari mereka belum terbiasa berinteraksi dengan orang banyak. Saya pun sering berbagi informasi kepada mereka khususnya cara-cara untuk melayani pelanggan dengan baik dan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan.

Salah satu hal yang paling sering saya sampaikan kepada teman-teman saya adalah, jaga komunikasi dengan para pelanggan. Memang di aplikasi sudah disiapkan pesan-pesan otomatis yang bisa kita gunakan untuk mempermudah pekerjaan kita. Tetapi komunikasi personal itu juga penting, misalnya kabari pelanggan bahwa makanan sedang diproses, apabila keadaan restoran ramai alangkah baiknya memberi kabar juga, jadi komunikasi kita dengan pelanggan terus berjalan. Bahkan jika pelanggannya ramah, saya suka berbalas pantun dengan mereka!

Setelah beberapa lama menjalankan pekerjaan ini, saya sering melihat bahwa teman-teman mitra pengantaran banyak yang masih merasa gengsi atau dipandang sebelah mata oleh orang lain karena melakukan pengantaran dengan sepeda. Tapi saya selalu bilang, pekerjaan kita ini positif, kenapa kita harus malu? Bahkan penghasilan kita juga relatif besar, asal kita mau berusaha setiap hari pasti hasilnya juga akan maksimal. Tampaknya cara saya menyemangati teman-teman berhasil, mereka mulai mengurangi kegiatan nongkrong-nongkrong dan lebih giat untuk mencari orderan. Saya senang sekali ketika ada salah satu teman saya bilang, “Bang, gue udah ikutin saran dari lo, dan benar banget penghasilan gue meningkat daripada biasanya!”

Pandemi bukan menjadi alasan untuk menyerah, yang penting Terus Usaha!

Sebelum pandemi, saya memang hanya menganggap pekerjaan saya sebagai mitra pengantaran GrabWheels sebagai pekerjaan sampingan. Akan tetapi setelah pandemi COVID-19, saya juga mengalami hal yang cukup berat dimana industri saya bekerja terkena pukulan cukup berat. Yang tadinya penghasilan dari GrabWheels adalah penghasilan tambahan, semenjak pandemi dan keran-keran penghasilan saya lainnya tertutup, GrabWheels menjadi sumber penghasilan utama saya.

Akhirnya, saya mulai bekerja setiap hari, yang tadinya saya hanya 2 – 3 hari bekerja dalam satu minggu. Setelah merasakan manfaat teknologi yang ditawarkan Grab dan keuntungan yang saya dapatkan, saya mulai menceritakan hal ini di media sosial saya. Saya juga tidak malu apabila kolega atau klien saya mengetahui saya adalah mitra pengantaran GrabWheels karena apa yang saya lakukan ini positif dan halal. Mereka malah menyemangati dan mengapresiasi cerita yang saya bagi. Tak ada kata gengsi dengan pekerjaan baru ini dalam kamus saya.

Saya sangat nyaman dan senang bekerja sebagai mitra pengantaran GrabWheels. Saya merasa bahwa melalui pekerjaan ini saya bisa berkembang bersama teman-teman lainnya. Saya dan teman-teman juga bisa mendapatkan penghasilan rutin di saat yang susah seperti ini juga karena teknologi yang ditawarkan oleh Grab. Saya harap teman-teman seperjuangan saya di GrabWheels juga bisa merasakan hal yang sama dan masyarakat juga memperoleh manfaat dari kehadiran kami.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.