Usaha Modifikasi Dashboard dan Setir Mobil Untung hingga 50%

0
7
Dok: intersport.id

Perkembangan kendaraan bermotor beberapa tahun belakangan, rupanya tidak hanya didominasi oleh kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat juga mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Apalagi di tengah kebijakan mobil murah yang dicanangkan Pemerintah membuat jumlah kendaraan bermotor khususnya roda empat akan mengalami pertumbuhan yang sangat besar.

Semakin banyaknya jumlah mobil di masyarakat, juga berdampak pada usaha yang berhubungan dengan kendaraan roda empat. Namun menurut Adirizal, usaha yang berhubungan dengan kendaraan roda empat sangat berbeda dengan kendaraan roda dua. Terutama dalam hal pangsa pasar dan layanan.

Dari berbagai usaha yang berhubungan dengan mobil mulai dari penjualan sparepart, pemeliharaan (bengkel) hingga modifikasi baik eksternal maupun internal sama-sama memiliki pangsa pasar yang besar. Namun bila dilihat di lapangan, usaha modifikasi khususnya modifikasi internal di bagian dalam mobil seperti dashboard dan juga setir masih minim pelaku usaha. Pasalnya usaha ini membutuhkan keahlian dan pengalaman dalam desain. Pangsa pasarnya juga lebih banyak membidik kalangan komunitas mobil.

Keahlian dalam modifikasi interior mobil bisa diperoleh secara otodidak, seperti halnya Deddy yang belajar secara otodidak di berbagai komunitas mobil. “Awalnya saya konsentrasi membuat jok mobil, namun seiring permintaan pasar yang semakin banyak, saya mulai memodifikasi bagian lain seperti dashboard hingga setir,” tutur Deddy.

Pelaku usaha lain yang juga melihat usaha modifikasi ini sangat menjanjikan karena masih jarangnya pelaku usaha yang sama, yaitu Yerico atau yang akrab disapa Yan. Menurut Yan usaha modifikasi setir masih memiliki prospek yang menjanjikan, karena kebutuhan akan setir yang tidak ada habisnya.

Mengingat usaha modifikasi ini berhubungan erat dengan selera konsumen, maka pelaku usaha membuat model modifikasi yang diinginkan para konsumen (customized). Seperti Deddy yang menawarkan tiga model modifikasi mulai dari model sporty, elegan dan minimalis. Ketiga model tersebut tercipta atas dasar permintaan para konsumen.

Tidak jauh berbeda dengan apa yang ditawarkan Yan, usaha modifikasi setir juga sangat dipengaruhi oleh keinginan konsumen. “Selain membuat model yang sudah ada, kita juga menerima custom model yang diinginkan konsumen,” ujar Yan. Berdasarkan penuturan dua pelaku usaha tersebut, model yang banyak diminati saat ini adalah model sporty dan elegan.

Bicara soal harga modifikasi, karena usaha ini berhubungan langsung dengan kreativitas para pelaku dan penggunaan bahan baku yang tidak murah, maka harganya pun bisa dibilang lumayan. Namun, harga yang ditawarkan sebaiknya masih bisa dijangkau para konsumen. Seperti Deddy yang menawarkan jasa modifikasi dengan harga mulai  Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta untuk pengerjaan modifikasi setir dan dashboard tergantung desain yang diinginkan. Sedangkan Yan menawarkan harga setir mulai dari Rp 500 hingga Rp 700 ribu berdasarkan jenis mobil dengan lama pengerjaan sekitar 4-5 jam.

Bahan Baku Berkualitas. Dalam proses modifikasi, pelaku usaha menggunakan bahan baku berkualitas. Mulai dari penggunaan kulit asli, hingga penggunaan kulit sintetis ternama seperti MB Tech dan Murano yang tebal dan kuat. Menurut Yan, penggunaan kulit asli sebagai bahan untuk membalut setir bukan tanpa alasan. Dengan menggunakan kulit asli membuat setir lebih awet, dan pengemudi akan lebih percaya diri dalam mengendarai kendaraan mereka.

Pemasaran. Seperti dikatakan pengamat marketing Ben Abadi, dalam memasarkan usaha ini diperlukan peran aktif para pelaku usaha. Seperti, mendatangi komunitas mobil yang saat ini sudah mulai banyak bermunculan atau menyasar kalangan anak muda seperti membuka usaha di dekat kampus atau pusat nongkrong. Bila perlu aktif mengikuti berbagai event atau pameran yang berhubungan dengan otomotif.

Dengan semakin banyaknya pengguna kendaraan bermotor khususnya roda empat, tentu permintaan modifikasi dashboard dan setir tidak pernah sepi. Lihat saja Yan yang bisa menerima pesanan hingga 400 setir dalam satu bulan dengan omset yang diperoleh mencapai Rp 200 juta. Dari omset tersebut Yan meraup keuntungan bersih sekitar 20%.

Selain Yan, pelaku usaha modifikasi lain yaitu Deddy dengan keuntungan bersih hingga 50% setiap bulan dari pesanan modifikasi untuk 40 kendaraan setiap bulan, atau omset sekitar Rp 100 juta. Namun keuntungan yang besar dalam usaha ini tidak lepas dari kualitas pengerjaan produk. Dan untuk mendapatkan kualitas tersebut dibutuhkan keahlian yang harus dimiliki pelaku usaha. Untuk mendapatkan keahlian tersebut, maka pelaku usaha harus memiliki kecintaan yang besar dan paling tidak hobi di dunia otomotif.

Bagi Anda para pencinta otomotif, usaha modifikasi dashboard dan setir kendaraan roda empat ini bisa menjadi referensi usaha yang menguntungkan. Selain karena pasarnya yang besar, masih minimnya pelaku usaha di bidang ini juga bisa menjadi pertimbangan. Selamat Mencoba!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.