Indonesia Masuk Pasar Besar, Warganya Semakin Gemar Bermain Game

0
94
Indonesia Masuk Pasar Besar, Warganya Semakin Gemar Bermain Game
Indonesia Masuk Pasar Besar, Warganya Semakin Gemar Bermain Game (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Fenomena masyarakat yang semakin gemar bermain game kian terlihat seiring pesatnya perkembangan teknologi ponsel pintar. Perangkat yang awalnya hanya berfungsi sebagai alat komunikasi kini bertransformasi menjadi pusat hiburan digital, termasuk untuk aktivitas bermain gim yang semakin populer di berbagai kalangan.

Perubahan perilaku ini tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah pengguna, tetapi juga dari durasi waktu yang dihabiskan. Laporan Sensor Tower mencatat, sepanjang 2025 masyarakat global menghabiskan sekitar 444,63 miliar jam untuk bermain gim. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 440,45 miliar jam. Bahkan jika ditarik lebih jauh, tren masyarakat yang gemar bermain game terus menunjukkan kenaikan sejak beberapa tahun terakhir.

Tidak hanya dari sisi waktu, pengeluaran untuk kebutuhan gim juga mengalami pertumbuhan. Sepanjang 2025, nilai pembelian dalam aplikasi atau in-app purchase (IAP) secara global mencapai sekitar US$81,75 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar US$80,69 miliar. Hal ini memperlihatkan bahwa aktivitas bermain game kini tidak sekadar hiburan, tetapi juga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup digital.

Indonesia Jadi Pasar Potensial Industri Game

Di Indonesia, tren masyarakat yang gemar bermain game juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang 2025, total waktu yang dihabiskan untuk bermain gim mencapai 53,52 miliar jam. Angka ini meningkat dari 51,5 miliar jam pada 2024, serta terus naik dari tahun-tahun sebelumnya.

PT Mitra Mortar indonesia

Peningkatan ini menegaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu pasar yang potensial bagi industri game, baik dari sisi pengguna maupun monetisasi. Selain itu, akses terhadap ponsel pintar yang semakin luas turut mendorong pertumbuhan jumlah pemain gim di berbagai daerah.

Dari sisi pengeluaran, masyarakat Indonesia juga menunjukkan tren yang meningkat. Sepanjang 2025, nilai pembelian dalam aplikasi mencapai sekitar US$436 juta, atau tumbuh sekitar 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan bahwa masyarakat yang gemar bermain game tidak ragu untuk mengeluarkan uang demi mendapatkan pengalaman bermain yang lebih optimal.

Persaingan Regional Semakin Ketat

Jika dilihat dalam konteks regional, Indonesia menempati posisi kedua di Asia Tenggara dalam hal pengeluaran untuk kebutuhan gim, khususnya pada kuartal pertama 2025. Nilai transaksi tercatat mencapai US$118 juta, berada di bawah Thailand yang menempati posisi pertama dengan US$162 juta, serta di atas Malaysia yang mencatatkan US$103 juta.

Posisi ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki jumlah pemain yang besar, persaingan di kawasan Asia Tenggara tetap cukup ketat. Namun demikian, dengan jumlah masyarakat yang semakin gemar bermain game, peluang pertumbuhan industri ini masih terbuka lebar.

Perkembangan ini juga membuka potensi baru, baik bagi pengembang game lokal maupun pelaku industri digital lainnya. Dengan tren yang terus meningkat, aktivitas bermain gim tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi baru di era digital.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan