KBRI Tokyo Pertemukan Otoparts Indonesia dengan Jepang

(Dok: antaranews)

Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menginisiasi pertemuan antara asosiasi industri komponen otomotif atau otoparts Indonesia dan Jepang untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan, Rabu (29/6).

Pertemuan itu merupakan penutup dari rangkaian kegiatan autoparts business forum yang digagas KBRI Tokyo bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), didukung Kementerian Perindustrian RI, Bank Indonesia, dan MUFG Bank. Kegiatan tersebut berlangsung sejak 24 Juni 2022 dan diikuti oleh 30 wakil Industri Kecil Menengah (IKM) otoparts Indonesia di bawah naungan Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).

“Saya meyakini 30 delegasi IKM otoparts Indonesia yang hadir ini dapat menjadi mitra yang terpercaya bagi Jepang,” kata Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi dalam pertemuan PIKKO dengan Japan Autoparts Industries Association (JAPIA) di KBRI Tokyo, dikutip dari siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

“Sebagian besar dari para IKM juga telah bermitra dengan Jepang dalam kurun waktu yang panjang. Untuk itu, saya harapkan kerja sama ke depan akan semakin erat dan luas,” sambungnya.

Dia kemudian mengajak chairman JAPIA untuk melakukan kunjungan bisnis ke Indonesia dan meninjau kawasan industri yang disiapkan khusus untuk pabrik komponen otomotif. Dia mengatakan, KBRI Tokyo siap memfasilitasi kunjungan tersebut.

Chairman JAPIA yang juga menjabat sebagai Presiden/CEO Denso Corporation Koji Arima mengatakan bahwa berkat dukungan dari pemasok lokal, anggota JAPIA di Indonesia saat ini telah berhasil meningkatkan kandungan lokal hingga 70 persen. Dia pun komitmen untuk memperkuat kerja sama yang erat dengan Indonesia.

“Ke depan, JAPIA siap mendukung peningkatan kualitas pemasok lokal dari anggota PIKKO guna mendapatkan nilai competitiveness yang semakin tinggi,” ujar Koji.

Plt. Ketua PIKKO Farri Aditya menambahkan, kolaborasi antar pemasok komponen dalam membuat suatu unit produk untuk otomotif merupakan langkah penting dalam menyambut industri 4.0.

“Saya akan pastikan bahwa penguatan inovasi dan transfer teknologi akan menjadi rencana kerja prioritas untuk kerja sama antara JAPIA dan PIKKO ke depannya,” katanya.

Sementara itu, Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) yang juga sebagai Ketua Pembina PIKKO Made Dana Tangkas mengapresiasi pertemuan JAPIA dan PIKKO. Menurutnya, kerja sama antar asosiasi sangat diperlukan agar lebih banyak lagi IKM Indonesia yang menjadi pemasok otoparts bagi pabrikan Jepang, guna memenuhi target substitusi impor sebesar 35 persen dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Namun, berdasarkan data IOI, dari 434 anggota JAPIA baru 120 perusahaan yang masuk ke Indonesia dengan membentuk 162 perusahaan komponen otomotif.

“Masih terdapat banyak peluang untuk mengembangkan industri otomotif di Indonesia. Saya harapkan anggota JAPIA juga dapat berinvestasi di Indonesia dan membawa teknologi generasi terbaru otoparts seperti motor listrik, gear-box, parking-brake system dan airbag,” ujar Made.

Selama di Jepang, selain menghadiri Indonesia – Japan Autoparts Business Forum, sejumlah wakil bisnis IKM otoparts Indonesia juga melakukan pertemuan bisnis dengan beberapa mitra di Jepang, antara lain Toyota Motor, Daihatsu Motor, Suzuki Motor, Daiki Aluminium dan Aska.

Selain itu, ada pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara APINDO dengan San Ju San Bank dan Letter of Intent antara APINDO, PIKKO dengan MUFG Bank terkait penyiapan skema financing yang kompetitif bagi IKM Indonesia.