Online B2B Marketplace Pabryk Angkat Produk Lokal

0
9

Di era digital ini, pembelian produk secara online sudah menjadi sebuah gaya hidup. Bagi konsumen, untuk mencari produsen lokal terpercaya di internet menjadi suatu keharusan. Bagi konsumen yang ingin membeli produk langsung ke konsumen, biasanya juga dipersyaratkan adanya minimum order, yang tentu menjadi kendala bagi konsumen yang memiliki keterbatasan dana.

Marketplace Pabryk hadir menjadi solusi yang akan menghubungkan produsen dengan para member Pabryk untuk membeli produk langsung dari produsen dengan minimum order yang terjangkau secara bersama-sama sampai minimum order dari produsen terpenuhi, sehingga member memperoleh barang dengan harga yang kompetitif.

Yarham Syahabi, pengelola Pabryk mengatakan maraknya penjualan produk impor di pasar lokal, juga menjadi latar belakang berdirinya Pabryk. “Kami ingin produk dalam negeri mampu mengalahkan produk impor. Kenapa masyarakat melakukan impor? Karena saat ini mereka masih belum memiliki akses yang mudah, aman dan terpercaya untuk membeli produk ke produsen dalam negeri,” jelas pria asal Medan kelahiran 18 Juni 1993.

Pabryk berdiri pada tahun 2020, namun sebelum itu sudah memulai sejarahnya pada bulan Agustus 2019 dengan nama Inventora. Saat itu Inventora sudah mendapatkan pelatihan startup Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dari Kominfo. Dengan pelatihan yang diperoleh, Inventora mulai mengembangkan jaringannya dengan mengikuti berbagai event dan perlombaan startup, seperti Kemlu for Startup tahun 2019, Business Matching Indonesia Science Expo oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia tahun 2019, dan tak lupa Inventora lulus tahap presentasi pada acara Startup 4 Industry yang dilaksanakan oleh Kementerian Perindustrian tahun 2019.

Seiring berjalannya waktu Inventora mendapat banyak masukan dari para pemangku kepentingan dan pelanggan, diantaranya dengan melakukan rebranding Inventora menjadi Pabryk. Nama Pabryk lebih mudah dimengerti oleh target market dan menjadi sinyal bahwa Pabryk fokus mengembangkan industri dalam negeri.

“Kami sangat menyadari kelangsungan bisnis kami sangat bergantung pada kepuasan klien kami. Maka dari itu, kami akan terus – menerus melakukan inovasi dan perubahan ke arah lebih baik demi menjadi perusahaan yang lebih handal dan sukses,” tambah Yarham.

Tantangan yang dihadapi saat ini terutama mengajak para produsen lokal untuk mau menjual  produknya di Pabryk. Untuk menghadapi tantangan itu, Pabrik menghubungi para produsen yang ada di database Kemenperin/Badan Pusat Statistik, dan juga aktif berpromosi di sosial media. “Ke depan kami mencoba untuk melakukan kerjasama dengan Kementerian Perindustrian agar para IKM yang ada di bawah bimbingan Kemenperin dapat menjual produknya di Pabryk, juga bekerjasama dengan asosiasi atau komunitas pengrajin, dan usaha-usaha lainnya,” jelas Yarham.

Dari sisi member, tantangannya ialah mendefinisikan kebutuhan para member di tengah  pandemi, sehingga Pabryk lebih memfokuskan pada bidang usaha yang dibutuhkan oleh member dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Tantangan lainnya ialah para pedagang offline masih harus diedukasi untuk penggunaan teknologi internet dalam pencarian barang kebutuhan dagangannya.

Menurut Yarham, Pabryk memiliki kelebihan dari sisi marketplace yaitu sebagai online B2B marketplace yang khusus menjual produk karya produsen lokal, sehingga bagi produsen yang ingin mencari bahan baku lokal untuk mentaati peraturan pemerintah terkait TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri), jadi lebih mudah dalam mencari suppliernya. Selain itu konsumen (member) Pabryk lebih mudah dalam membeli produk langsung dari produsen lokal karena bisa membeli secara bersama-sama dengan member lain. Pabryk juga menyediakan pelatihan bisnis, branding dan digital marketing kepada para produsen dan member agar lebih meningkatkan kompetensi dan skill bisnisnya. Kelebihan lainnya, member dapat membuat brand sendiri. Tak hanya itu, proses pembelian, pengiriman produk dari produsen dan hal lainnya akan diurus oleh Pabryk, sehingga member hanya bertransaksi melalui Pabryk.

Pabryk memberikan beberapa layanan yaitu membership online marketplace Pabryk bagi member, pelatihan bisnis, branding dan digital marketing kepada para produsen dan member, layanan inspeksi dan monitoring produksi bagi member yang memiliki brand sendiri, agar kualitas produk terjaga.

Pabryk menyasar market (member) para pedagang offline dan online yang membutuhkan barang untuk dijual lagi, para brand owner yang butuh produsen untuk memproduksi barangnya, karyawan yang ingin bisnis online dan juga industri yang butuh bahan baku lokal. Ke depan Pabryk juga akan mentargetkan IKM dapat ekspor ke industri luar negeri.

Manfaat bagi industri kecil, home industry ataupun pabrik yang bergabung di Pabryk antara lain dapat menjual produk dalam skala besar baik kepada brand owner atau pedagang, dapat menjual produknya ke industri sedang atau besar yang butuh bahan baku produk lokal, akses pasar ke member Pabryk yang sangat prospek dan akses pasar seluruh dunia, pembayaran langsung di tempat/COD (bagi produsen area Jabodetabek). Selain itu juga saling terhubung antar produsen lokal, dan dapat mengikuti pelatihan bisnis, branding dan digital marketing untuk mengembangkan usahanya.

“Saat ini kita sudah memiliki lebih dari 20 orang member, mulai dari karyawan yang ingin berbisnis fashion, karyawan yang mau pensiun, ingin mulai bisnis di bidang otomotif, pedagang alat kelistrikan dan juga masih banyak latar belakang lainnya. Saat ini member kami mulai dari Aceh, Sulawesi Selatan, Banyumas, Jember, Gresik,Sidoarjo, Jombang, Jakarta, Tasikmalaya, Tangerang, Medan hingga Surabaya sampai. Dan ada 20 lebih produsen yang sudah mendaftarkan industrinya di Pabryk,” papar Yarham.

Ke depan Pabryk akan membuat suatu aplikasi yang dapat dengan mudah digunakan oleh para pedagang. “Seiring dengan itu juga kami menyediakan tim lapangan untuk menjaring para pedagang offline dan online sebagai member kami. Selain itu kami membuat acara seminar/webinar terkait bisnis tertentu untuk meningkatkan motivasi para calon member untuk memulai bisnis. Kami juga akan memperbanyak etalase produk produsen yang listing agar member dapat memiliki banyak pilihan produk. Kerjasama dan kolaborasi menjadi strategi jitu kami dalam meningkatkan growth bisnis Pabryk lebih cepat,” tegas Yarham.

Target ke depannya Pabryk dapat memiliki 2.000 produsen, home industry, pengrajin, industri kecil,sedang dan besar yang menjual produknya di Pabryk, dan 10.000 orang member prospektif yang siap membeli produk dari para produsen tersebut. “Harapannya, Pabryk dapat menjadi direktori produsen lokal dan dapat berkembang untuk mengekspor produk-produk dari produsen lokal yang inovatif. Kami sangat meyakini itu, mengingat negara supplier terbesar dunia saat ini,Tiongkok,masih bergelut dengan Covid-19 dan perang dagang dengan Amerika, di sini menjadi peluang bagi kita, Indonesia,mengambil kesempatan menjadi negara supplier alternatif utama dari perusahaan global. Bersama Pabryk dapat menyaingi dominasi produk impor di pasar lokal, bersatu kita padu,” pungkas pria yang hobi bersepeda, membaca, menonton film thriller.

Untuk bergabung menjadi member Pabryk: Kunjungi website pabryk.com atau lewat link berikut: https://www.pabryk.com/auth/register_member

Setelah itu login untuk membeli barang. Lakukan pembayaran, dan tim Pabryk akan mengkonfirmasi pembayaran member. Pabryk akan menginfokan ke seluruh member jika minimum order belum terpenuhi. Jika minimum order sudah mencukupi, transaksi pembelian produk ke produsen akan dilakukan, tetapi jika belum mencukupi, Pabryk akan mengembalikan uang member secara utuh.

Bagi brand owner yang butuh memproduksi barang untuk brand-nya dan untuk perusahaan/industri, setelah mendaftar di https://www.pabryk.com/auth/register_member, selanjutnya dapat menghubungi tim Pabryk melalui email mulaibisnis@pabryk.com.

Adapun cara bergabung menjadi Produsen di Pabryk:

Kunjungi website pabryk.com atau lewat link berikut: https://pabryk.com/auth/register_produsen

Lalu, lakukan konfirmasi sudah mendaftar dengan mengirimkan email mulaibisnis@pabryk.com.