BPS Ungkap Perkembangan Harga Beras Mulai Membaik, Daerah Terdampak Semakin Berkurang

0
64
BPS Ungkap Perkembangan Harga Beras Mulai Membaik, Daerah Terdampak Semakin Berkurang
BPS Ungkap Perkembangan Harga Beras Mulai Membaik, Daerah Terdampak Semakin Berkurang (Foto/Bapanas)
Pojok Bisnis

Perkembangan Harga Beras nasional masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil pada awal Juli 2026. Pemerintah mencatat jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga beras terus berkurang seiring berbagai langkah pengendalian yang dilakukan. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif di tengah kewaspadaan menghadapi musim kemarau dan potensi dampak El Nino terhadap produksi pangan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa hingga pekan pertama Juli terdapat 113 kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras. Angka itu lebih rendah dibandingkan akhir Juni yang masih mencapai 138 daerah.

Menurut Ateng, meskipun beras masih mengalami inflasi, kenaikannya belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. Pergerakan harga di berbagai provinsi juga dinilai masih berada dalam batas yang terkendali sehingga belum memberikan tekanan besar terhadap stabilitas pangan nasional.

Cadangan Beras Pemerintah Jadi Penyangga Stabilitas Harga

Sementara itu, analisis Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan kondisi yang lebih baik. Dari seluruh daerah yang dipantau, hanya 55 kabupaten dan kota yang mencatat kenaikan harga beras hingga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium. Selebihnya masih berada dalam kisaran harga yang ditetapkan pemerintah.

PT Mitra Mortar indonesia

Melihat Perkembangan Harga Beras tersebut, pemerintah terus mengoptimalkan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai instrumen utama menjaga stabilitas pasar. Hingga 7 Juli 2026, stok CBP yang dikelola Perum Bulog telah mencapai sekitar 5,2 juta ton, jumlah yang disebut sebagai cadangan terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyatakan cadangan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga pasokan pangan, terutama ketika produksi menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi berkat dukungan stok yang memadai dan distribusi yang terus diperkuat.

Intervensi Pasar Terus Dilanjutkan di Berbagai Daerah

Pemerintah juga terus menjalankan berbagai program intervensi untuk menjaga Perkembangan Harga Beras tetap stabil. Sejak awal tahun, realisasi penyaluran CBP telah mencapai sekitar 1,36 juta ton melalui sejumlah program, termasuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, penyaluran bagi aparatur sipil negara di wilayah tertentu, hingga bantuan untuk daerah terdampak bencana.

Program bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret telah disalurkan kepada lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat dengan total distribusi beras mencapai ratusan ribu ton. Selain itu, pemerintah terus menggencarkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan pokok.

Melalui kombinasi cadangan beras yang kuat, distribusi yang semakin luas, serta pelaksanaan intervensi pasar secara berkelanjutan, pemerintah berharap Perkembangan Harga Beras tetap terkendali hingga beberapa bulan mendatang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas pangan nasional tetap terjaga di tengah tantangan iklim dan dinamika pasar.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan