Biaya Fit-Out Kantor Naik Tahun 2021

0
62
Patra Jasa Building (dok sewakantor-update.com)

Perusahaan real estate global mengatakan kurangnya tenaga kerja serta krisis yang terjadi saat ini menjadi faktor utama

Menurut laporan terbaru JLL, perusahaan perlu mengantisipasi tambahan anggaran untuk mendesain ulang atau meningkatkan kualitas ruang kerja mereka pada tahun 2021, meski di saat yang sama banyak yang berupaya mengurangi pengeluaran (capex) di tengah tekanan finansial akibat pandemi.

Laporan bertajuk Asia Pacific Fit-Out Cost Guide 2020/2021 tersebut mengungkapkan bahwa biaya renovasi rata-rata naik 4,7% dibanding tahun lalu di wilayah Asia Pasifik, hal ini disebabkan oleh kekurangan tenaga kerja, pertimbangan untuk faktor kesehatan dan keselamatan, terbatasnya ketersediaan material, dan tingginya biaya pengiriman.

Martin Hinge, Executive Managing Director, Project Development Services, JLL Asia Pacifik, menjelaskan: “Kota-kota yang sangat bergantung pada tenaga kerja asing memiliki kesulitan kurangnya tenaga kerja dan pemerintah telah memberlakukan langkah-langkah yang ketat, termasuk peningkatan rutinitas inspeksi serta penegakan protokol kesehatan dan keselamatan, agar lokasi konstruksi dapat dibuka kembali. Ini adalah tindakan pencegahan yang penting dan diperlukan. Namun, dampak pada produktivitas serta jadwal proyek yang diperpanjang akan meningkatkan biaya.”

Pengusaha tetap berkomitmen dalam menata kembali ruang kerja

Terlepas dari kenaikan biaya secara keseluruhan, JLL yakin hal ini tidak akan menghalangi sebagian besar perusahaan untuk berinvestasi dalam lingkungan kerja yang aman dan produktif bagi karyawan mereka. Perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa disaat organisasi kemungkinan meninjau ulang total aset properti mereka, ruang kerja masih memiliki peran penting dalam melestarikan budaya perusahaan, serta dalam merekrut dan mempertahankan karyawan yang berpotensi.

“Praktik kerja mengalami gangguan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan banyak perusahaan kini tengah meninjau kembali portofolio mereka untuk mengurangi dampak finansial pandemi terhadap bisnis mereka. Ketika orang-orang mulai kembali bekerja, banyak yang merubah kantor mereka untuk menyesuaikan jarak antar karyawan dan menggunakan lebih banyak teknologi untuk memfasilitasi kolaborasi karyawan yang bekerja di kantor dan yang bekerja jarak jauh,” imbuh Hinge.

“Harapan karyawan, serta perubahan yang terjadi tiba-tiba dalam kebiasaan bekerja, mengharuskan perusahaan mempertimbangkan bagaimana ruang kerja dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Dalam berbagai hal, karyawan telah menjadi pengguna tempat kerja dan pembuat keputusan untuk di mana dan bagaimana mereka bekerja, sehingga saya percaya bahwa berinvestasi pada lingkungan kerja yang fleksibel akan membawa keuntungan bagi kenyamanan karyawan saat bekerja.”

Biaya bervariasi di seluruh kawasan

Dipicu oleh pertumbuhan konstruksi dan kekurangan tenaga kerja, Tokyo menyandang gelar sebagai wilayah dengan biaya fit-out properti kantor termahal, dengan harga US$179 per sq-ft selama 4 tahun berturut-turut dibandingkan dengan harga rata-rata di kawasan lain sebesar US$93.

Di wilayah lain, harga fit-out properti juga akan naik seperti di Brisbane, Singapore, Beijing, Shanghai, Guangzhou dan sebagian besar kota di India pada tahun 2021. Beberapa hal akan tetap menjadi kendala seperti ketersediaan tenaga kerja, ketergantungan pada material impor, dan penundaan tenggat waktu penyelesaian.

Sementara itu, di Auckland, Bangkok, Manila, Seoul, dan Taipei biaya diprediksi akan stabil atau sedikit menurun, karena banyak jasa penyedia konstruksi dan kontraktor yang berusaha mengurangi margin secara keseluruhan.

“Meskipun biaya fit-out bervariasi pada masing-masing wilayah di seluruh kawasan, kami yakin tren kenaikan secara keseluruhan akan tetap berlanjut di 2021. Perkantoran akan terus berkembang, dan tetap ada motivasi yang kuat bagi perusahaan untuk berinvestasi di berbagai bidang seperti teknologi, kesehatan dan kesejahteraan, untuk memenuhi peningkatan ekspektasi dari karyawan, disaat kita semua menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru.”