Ini Dia Dampak Pembatasan Sosial Terhadap Bisnis Properti Di Jakarta

0
165

Head of Research JLL Indonesia James Taylor mengatakan selama masa pembatasan sosial, banyak penyewa kantor yang lebih berfokus pada kesinambungan bisnis mereka ketimbang berekspansi atau beberapa penyewa juga menunda perjanjian sewa. Akan tetapi, negosiasi perpanjangan sewa tetap berlanjut, seperti beberapa kesepakatan yang sudah berlangsung sebelum pandemi.

Sementara di sektor ritel, sebagian besar mal tutup atau beroperasi secara terbatas selama periode Maret hingga Juni. Hanya beberapa toko dan layanan tertentu yang tetap buka. Dengan kondisi tersebut, aktivitas sewa tertunda dan hanya beberapa perjanjian sewa baru yang disepakati selama triwulan ini.

“Terbatasnya pasokan dan tingkat kekosongan yang rendah dapat memberikan harapan pada pemilik mal-mal kelas menengah ke atas bahwa pasar ritel masih cukup kuat. Namun, pertumbuhan sewa selama beberapa tahun terakhir nampaknya akan terhenti sementara karena operator mal dan para penyewa melakukan penyesuaian di masa adaptasi kebiasaan baru,” ujarnya.

Head of Markets JLL Indonesia, Angela Wibawa mengatakan terdapat satu gedung yang selesai pada triwulan ini, yaitu RDTX Place. Perkantoran grade A seluas 98 ribu meter persegi ini terletak di Jalan Satrio; salah satu jalan utama di kawasan CBD. Sekitar 170 ribu meter persegi telah selesai yang membuat rata-rata tingkat hunian di kawasan CBD sedikit menurun menjadi 74% dibandingkan triwulan sebelumnya. Tidak ada penyelesaian proyek baru di area non-CBD menyebabkan tingkat hunian di wilayah ini tetap stabil di angka 77%.

“Kami berharap kegiatan sewa perkantoran akan meningkat mulai triwulan ketiga meskipun beberapa penyewa cenderung tetap berhati-hati. Dari sisi pasokan, penambahan ruang grade A tidak akan terjadi pada sisa tahun ini, namun kami memperkirakan pasokan baru akan ada di setiap tahun hingga 2023,”

“Kami percaya bahwa pandemi ini akan lebih mempengaruhi permintaan jangka pendek ketimbang tarif sewa. Tingkat sewa telah menurun selama sekitar lima tahun terakhir akibat tingginya volume pasokan,” tambahnya.

Sementara itu, Head of Advisory JLL Indonesia Vivin Harsanto mengatakan ditutupnya kantor pemasaran dan terbatasnya perizinan untuk melakukan acara yang melibatkan berkumpulnya orang secara massal menyebabkan tidak ada kondominium baru yang diluncurkan pada triwulan ini. Para pengembang lebih berfokus pada penyelesaian proyek-proyek yang ada dan keberlangsungan bisnis mereka serta mengadopsi strategi pemasaran baru yaitu menggunakan teknologi digital, seperti tur virtual, media sosial, webinar, dll.

“Sektor logistik tetap menjadi sektor yang disukai para pengembang lokal dan internasional di Indonesia mengingat besarnya peluang dari sisi sosial-ekonomi negara ini. Sektor ini terbukti sangat tangguh di tengah pandemi dan permintaan sewa pun masih kuat di triwulan ini. Operator dan pengembang juga menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengembangan pusat-pusat data (data centres). Hal ini merupakan segmen pasar yang relatif baru di Indonesia dan sejumlah operator mengincar area kawasan industri maupun lokasi-lokasi yang lebih strategis di tengah kota,” sambung Country Head JLL Indonesia James Allan

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.