Siasat Jualan Properti Selama Pandemi

0
59
Pameran Properti (dok indonesiapropertiexpo.com)

Susah jualan rumah di tengah pandemi COVID19. Pasang umbul-umbul nggak banyak yang lihat, semua orang lagi di rumah saja.

Yang minat baru bilang minat, suruh bayar tanda jadi nanti setelah lihat fisik atau belum survey. Giliran diminta survey, nanti lagi lockdown katanya.

Jualan online nggak paham, pasang di olx ternyata bejibun yang pasang iklan, rumah dan harganya mirip semua. Paling banter pasang di forum jual beli di Facebook, ternyata yang baca calo proeprti semua.

Terus gimana nih, internet marketing nggak ngerti, jualan offline susah.

Member Deprindo yang terus belajar…

Ijinkan saya sedikit sharing, saya baru saja insya Allah sold out 7 unit cluster Dania yang baru saya mulai dalam waktu seminggu.

Sejak 3 bulan mengawal proyek klaster alias kelas teri saya, dari nego lahan bayar bertahap sampai membangun 2 unit rumah contoh, awalnya saya juga pusing, nggak dapat-dapat pembeli.

Tapi di bulan April ini saya dapat kejutan, seluruh unit Insya Allah terjual semua. Apa yang saya lakukan, pada awalnya tidak beda dengan temen-temen semua lakukan, pasang umbul-umbul, buat brosur, pasang iklan online seperti di olx, pasang iklan juga forum-forum jual beli, dan lain-lain.

Semua nyaris nol, gak ada hasilnya. terakhir saya ketemu tetangga yang lagi work from home, sedikit cerita proyek saya, awalnya malu juga cerita kalau belum laku.

Si tetangga sudah tahu proyek saya dari saya share di group Rukun Warga di komplek rumah. Si tetangga bilang coba sini share, aku tawarkan temen di kantor, siapa tahu ada yang minat.

3 hari berlalu, tetangga telpon, nih ada yg minat, coba hubungi sendiri, sekalian kirim gambar proyek dan brosur. Alhamdulillah, gol, pecah telor 2 unit.

Hebatnya dalam 2 hari si calon konsumen ternyata mengenalkan proyek ke temen lainnya, dan Alhamdulillah ,, lagi gol.

Salah satu kesamaan menjual calon konsumen adalah membagi informasi proyek hanya dengan share WA. Hanya dari share WA itulah proyek saya terkonfirmasi dan dibaca masyarakat.

Rupanya tetangga saya juga cuma share di grup kantor, gol dapet 2 unit. Ternyata calon konsumennya juga share lagi di group alumni SMA-nya, gol juga.

Anggota Deprindo yang pantang menyerah..

Selama ini kita mengeluh banyak group WA di hp kita. Saya sendiri lebih dari 50 group. Dari group SD, SMP, SMA, kuliah, group RW, RT, group unit kerja di kantor, dan puluhan group Property Learning Technologies (PLT).

1 group lebih dari 20 orang bukan? Jadi ada kurang lebih 1000 orang dalam group di hp saya. Tahukah anda kalau tetangga saya juga punya group SD, SMP SMA dan seterusnya, seperti saya mereka juga punya kurang lebih 1000 orang juga dari group WA-nya.

Kalau saya share di seluruh group saya, maka proyek saya dibaca 1000 orang temen-temen group saya, selanjutnya dibaca 1000 orang di group tetangga saya.

Bayangkan jika semua temen group saya juga share di masing-masing grup-grup WA nya, berapa juta orang sebenarnya sempat melihat proyek saya.

Mungkin dari urutan ini, dalam 1 Minggu proyek saya langsung habis.

Marketing Itu Pamer

Disadari atau tidak, perusahaan pasang iklan dan bayar jutaan rupiah, pada dasarnya adalah ajang pamer, pamer atas produk sehingga menjadi dikenal dan harapannya akan dibeli.

Demikian juga kita dalam membangun bisnis properti, sudahkan kita “Pamer”? Bagaimana orang mengenal produk kita kalau tidak pernah pamerkan.

Bacalah pamer itu sebagai marketing, pada level kita belum memiliki kemampuan ilmu-ilmu marketing tingkat dewa, pamer dalah artian harfiah-pun adalah marketing.

Awalnya istri saya risih setiap ketemu saudara, teman, apa lagi teman kantor kalau saya selalu mem”pamer”kan proyek perumahan saya.

Gak enak, nanti dikira sombong, pecitraan dan lain-lain. Saya gak peduli, saya pamer terus. Dari pamer lewat oral, saya lanjutkan lewat WA, siapapun temen WA saya, setiap saya buka cluster saya pamer-in, tahukan anda hasil pamer saya, sebagian mengatakan saya sok pamer, sebagian mengucapkan selamat, semoga sukses, sebagian mengira saya banyak uang dan pinjem duit, tapi sebagian lagi, tanya harga, tanya spek, tanya lokasi.

Memang sampai hari ini tidak satu pun temen saya beli. tapi ternyata info saya dengan pamer ini, saya dapat investor dari temen SMA yzng udah 25 tahun nggak pernah ketemu.

Gara gara pamer saya dapat investor.

Hasil pamer saya yang lain ternyata pamernya diteruskan oleh temen WA saya, bahkan banyak yang share di group-grup WA-nya, hasilnya, satu per satu konsumen datang.

Pamerkan proyek Anda, dengan pamer pencitraan Anda sebagai developer akan terbentuk, dan kemenangan akan Anda raih.

Selamat mencoba
Pratomo Harmawan, PLT Ketum Deprindo/Sekjen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.