Ini Dia Strategi Kerjasama Lahan Dengan Investor Pembeli Tanah

0
3014

Salah satu strategi akusisi lahan yang bisa dirimu praktekkan adalah kerjasama dengan investor untuk membeli tanah. Lalu setelah tanah dibeli oleh investor maka dilakukan kerjasama lahan, dimana yang berposisi sebagai pemilik lahan adalah investor yang membeli tanah tadi.

Jadi dilakukan kerjasama antara dua belah pihak, pihak pertama adalah investor yang sudah bertransformasi sebagai pemilik tanah dengan dirimu sebagai developer.

Itu jika dirimu punya modal untuk membiayai proyek, karena walau tanahnya sudah ada, tetap masih butuh modal untuk memulai proyek seperti untuk mengurus perijinan, pekerjaan persiapan lokasi dan lain-lain.

Oleh karena itu jika dirimu tidak punya modal untuk membiayai kebutuhan proyek ini maka terpaksa dirimu musti cari investor lainnya. Nanti akan ada kerjasama segi tiga antara pemilik lahan, developer dan investor baru.

Akan lebih mudah jika investormu yang membeli tanah itu juga bisa memberikan modal awal proyek sehingga kerjasama hanya antara dua belah pihak saja. Dirimu dan investor yang merangkap pemilik tanah.

Bagaimana Pembagian Hasil Untuk Kerjasama Jenis Ini?

Untuk mengetahui besaran bagian untuk masing-masing pihak maka langkah awal yang harus kita lakukan adalah dengan cara memetakan peran masing-masing.

Sebagai pemilik lahan bisa kita tawarkan bagian dengan besaran proporsional yang berpedoman kepada Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek. Jika bobot tanah sampai tigapuluh persen maka bagian pemilik tanah adalah tigapuluh persen dari laba. Fair bukan?

Kemudian dia sebagai investor juga dihitung berapa bobot biaya yang ditanggungnya. Misalnya bobot biaya yang ditanggungnya adalah sampai dengan limapuluh persen, maka bagiannya sebagai investor mendapatkan limapuluh persen dari laba proyek.

Nah sisa duapuluh persen menjadi milikmu sebagai developer. Nilai ini cukup menarik karena dirimu tidak mengeluarkan modal apapun dalam proyek ini, hanya waktu, energi dan kemampuan kelolamu yang dibutuhkan.

Jadi berapapun bagi hasil yang dirimu dapatkan tentu patut disyukuri karena dirimu tidak ada potensi rugi di sini. Beda dengan investor yang ada berpotensi rugi jika ada kendala dalam perjalanan proyek.

Dirikan PT Bersama

Untuk melaksanakan proyek dengan strategi ini akan lebih baik jika dibuat PT bersama. Dimana pemegang sahamnya adalah investor dan dirimu sebagai developer. Dimana besarnya saham masing-masing sesuai dengan besarnya laba yang akan diperoleh nantinya.

Dalam struktur perusahaan, selayaknya investor sebagai pemegang saham terbesar berposisi sebagai komisaris. Karena sesuai dengan fungsi komisaris di perusahaan sebagai pengawas direksi. Dan direksi itu adalah dirimu yang sehari-hari nanti akan menjalankan perusahaan dan proyek.

Kapan Bisa Dilakukan Pembagian Laba?

Pembagian laba ke masing-masing pihak seyogyanya tentu berbarengan ketika proyek selesai. Sama-sama menikmati.

Tetapi tidak menutup kemungkinan pembayaran ini dilakukan lebih cepat, terutama untuk pokok investasi investor. Mungkin bisa dibagikan pada bulan ke dua belas beberapa persen dari pokoknya setelah barulah diserahkan bagi hasilnya.

Tetapi dengan skema pendirian PT maka pembagian hasil biasanya dilakukan diakhir proyek pada saat proyek tutup buku dan semua kewajiban sudah dibayarkan. Baik kewajiban berupa pajak-pajak, tagihan pihak ketiga dan lain-lain.

Jadi yang dibagi adalah betul-betul laba bersih proyek. Its fair enaugh

Oleh: Asriman A. Tanjung
Founder and Mastercoach of PropertyLearningTechnologies, Inc.
Penulis buku Cara Benar Meraih Sukses di Bisnis Developer Properti yang diterbitkan Gramedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.