Usaha Kedai Kopi, Mini Resto dan Laundry Cocok untuk Eksekutif Muda

0
595
Kedai Kopi (dok digitaloceanspaces.com)

Menjadi pengusaha sekaligus bekerja bukan hal yang sederhana. Mempunyai bisnis artinya Anda harus mempunyai perhatian yang serius untuk membangun bisnis, sekalipun itu bisnis Waralaba.

Mengingat Anda seorang pekerja kantoran yang tidak punya banyak waktu mengurusi bisnis namun memiliki keinginan besar berusaha, Anda bisa memilih bisnis kedai-kedai kecil seperti kedai kopi misalnya atau bisnis kedai makan (mini resto) yang tidak terlalu kompleks manajerialnya. Jika Anda ingin menjalankan bisnis dengan konsep waralaba pilih bisnis yang tidak menuntut Anda sebagai pembeli waralaba (Terwaralaba) terjun langsung menangani bisnis.

Di Indonesia ada tipe waralaba yang seperti itu di bidang minimarket, kedai kopi atau makanan, tetapi sebenarnya itu lebih mirip pola investasi saja. Bukan bisnis waralaba yang dikerjakan oleh Terwaralaba. Pengalaman beberapa pengusaha, mempunyai bisnis akan jauh lebih sukses apabila pemilik usahanya menangani langsung bisnisnya dengan antusias.

Banyak eksekutif muda memilih bisnis waralaba karena mudah mengelolanya. Namun, dalam bisnis waralaba perlu dipertimbangkan juga faktor dukungan dari Pewaralaba dalam bentuk supporting.

Pada prinsipnya, sebagai Terwaralaba memerlukan pengelolaan untuk pemasaran, operasional dan administrasi/keuangan. Jika Pewaralaba dapat membantu, misalnya dengan pemasaran dan efisiensi operasional, maka bisa saja seorang pekerja mempunyai bisnis juga dan menjadi pengusaha.

Tentunya juga akan lebih baik jika bisnis itu sejalan dengan hobi dan antusiasme Anda. Anggap saja bisnis tersebut menjadi alternatif untuk mengurangi kejenuhan rutinitas pekerjaan di kantor. Karena bisa dibilang sebagai bisnis sampingan, maka Anda pun dapat menjalankan bisnis, siang atau sore hari selepas Anda bekerja dan saat libur. Ini adalah cara berbisnis waralaba yang paling efektif untuk dikerjakan secara merangkap.

Berikut beberapa tips bagi eksekutif muda yang ingin menggeluti usaha dengan membeli waralaba atau bagi yang sudah berjalan:

  1. Perlunya mengevaluasi ketersediaan waktu antara bekerja dan berusaha
  2. Perlu dicari atau dijajaki bisnis-bisnis yang sederhana pengelolaannya dulu untuk memulai aktivitas ganda ini. Saya ambil contoh pick-up point laundry, atau kedai kue yang barang dagangannya sudah siap jual (tidak perlu buat di gerai).
  3. Jika itu bisnis yang lebih besar skalanya, maka perlu dilihat dukungan dan bantuan pemberi waralaba (Pewaralaba) kepada para penerima waralabanya (Terwaralaba). Terutama sekali bantuan-bantuan marketing yang memberikan peluang meningkatkan penjualan.
  4. Menempatkan orang yang sangat dapat dipercaya untuk melakukan tertib administrasi dalam menjalankan bisnis

 

Oleh: Burang Riyadi MBA

Founder dan Konsultan Franchise IFBM (International Franchise Business Management)

Menara Kadin Indonesia 30th Floor

Jl. HR Rasuna Said Blok X-5 Kav 2-3 Jakarta 12950

Email: [email protected]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.